Pengertian BBS Beserta Fungsi dan Perkembangan BBS

Di zaman teknologi sedang berkembang pesat ini, dengan modal internet dan komputer atau smartphone saja, manusia bisa menambah wawasan tentang dunia dengan lebih mudah. Namun bagaimana sebetulnya perkembangan dunia online 10-20 tahun silam?

Sebelum dikembangkan internet, muncul terlebih dahulu Bulletin Board System. Sistem ini banyak dimanfaatkan pada masanya untuk berbagi informasi hingga untuk berbisnis. Ingin tahu lebih lengkap mengenai Bulletin Board System? Mari simak ulasan mengenai pengertian BBS (Bulletin Board System), Fungsi BBS, dan perkembangannya hingga masa kini.

Pengertian Bulletin Board System

Bulletin Board System (BBS) merupakan komputer atau aplikasi yang dipergunakan untuk berbagi atau bertukar pesan dan file lainnya dalam sebuah jaringan. BBS terinspirasi dari pesan-pesan yang dahulu dituliskan di banyak dapur restoran atau tempat kerja, yang juga merupakan versi elektronik dari pesan-pesan yang dahulu dituliskan di atas kertas catatan kecil. Bulletin Board System yang dalam bahasa Indonesia dikenal dengan nama Sistem Papan Buletin mulai menjadi komunitas online pertama yang muncul di tahun 1980-1990 awal dan merupakan cikal bakal World Wide Web.

Ward Christensen dan Randy Suess adalah orang yang pertama kali mengembangkan BBS, tepatnya pada tanggal 16 Februari 1978. Awalnya, nama program ini adaah CBBS (Computerized Bulletin Board System). Ward Christensen kemudian merumuskan BBS dengan status sebagai sistem operator (disingkat sysop).

Cara kerja BBS

Cara kerja BBS

BBS pada awalnya dapat diakses melalui modem, namun semenjak tahun 1990 awal, BBS dapat diakses pula melalui telnet, paket jaringan berganti (switched network), koneksi radio paket atau internet. Sistem papan buletin dapat terhubung dalam skala nasional maupun internasional sekalipun. Walaupun begitu, jaringan untuk sistem papan buletin biasanya memberikan pelayanan untuk dua tempat yang berdekatan secara geografis.

Puncak kejayaan BBS yang terjadi di akhir tahun 1970 hingga pertengahan 1990 adalah saat-saat BBS dioperasikan banyak perusahaan untuk meningkatkan pelayanan kepada pelanggan. Namun semenjak pertengahan 1990, popularitas BBS berkurang dan digantikan dengan internet yang dapat menjangkau lebih luas.

Awalnya program BBS memiliki tampilan berbasis tulisan yang menggunakan karakter ASCII sederhana. Semakin lama, program semakin berkembang dan mulai menggunakan standar ANSI pada akhir tahun 1980-awal 1990. Seiring perkembangan waktu, BBS kemudian menggunakan Graphical User Interface (GUI).

Fungsi Bulletin Board System

pengertian bbs adalah

Tampilan BBS

Pada era popularitasnya, Bulletin Board System memiliki banyak fungsi yang menjadikannya banyak dipakai orang, misalnya saja :

1. Media Berkomunikasi Efektif

Fungsi utama BBS adalah sebagai media berkomunikasi dan bersosialisasi yang cukup efektif. Setiap pengguna memiliki hak untuk membuka topik pembicaraan tertentu atau menanggapi dan berkomentar terhadap suatu topik yang dilemparkan orang lain.

Fitur Bulletin Board System yang paling umum adalah kemampuan bagi penggunanya untuk membaca pengumuman atau pesan singkat, berpartisipasi dalam sebuah konferensi yang dilakukan melalui pesan-pesan yang dikirimkan mengenai subjek tertentu, mengunduh berbagai dokumen, hingga mengobrol dengan sesama pengguna BBS secara live untuk multi-line BBS.

2. Media Pendukung Bisnis

Pada masanya, banyak perusahaan yang kemudian menggunakan BBS sebagai sarana untuk mendukung keberjalanan bisnisnya. Perusahaan memanfaatkan BBS untuk membangun relasi yang baik dengan pelanggan. Dengan adanya BBS, pelanggan dimudahkan untuk memberikan feedback atas suatu produk yang mereka beli dari perusahaan tertentu. Beberapa manfaat lain dari BBS di dunia bisnis antara lain :

  1. Menyediakan akses terhadap informasi bagi pelanggan.
  2. Menyediakan wadah jaringan untuk bebagi wawasan sesama karyawan atau bisnisman profesional lainnya.
  3. Memfasilitasi pertukaran informasi atau dokumen antara perusahaan, klien, vendor, dan karyawan.
  4. Mendapatkan informasi dari BBS yang dioperasikan oleh bisnis di bidang lain, agensi pemerintah, asosiasi perdagangan, dan organisasi non-profit.

Perkembangan BBS di Masa Kini

Walaupun BBS memiliki berbagai fungsi dan relatif lebih efektif dibandingkan alternatif komunikasi secara online lainnya, BBS juga memiliki keterbatasan yang membuatnya kini tak lagi sepopuler dahulu. Keterbatasan Bulletin Board System antara lain :

1. BBS Menggunakan Sistem Tertutup

BBS menggunakan jaringan dengan sistem tertutup, artinya para pengguna diharuskan untuk memanggul terlebih dahulu BBS secara terpisah, membuatnya menjadi kurang nyaman untuk pengguna yang ingin mengakses beberapa sistem BBS sekaligus. Bandingkan dengan internet yang menyediakan solusi atas masalah ini, yaitu dengan satu koneksi ISP (Internet Service Provider), dan sebuah browser (Internet Explorer, Opera, Google Chrome, dsb.), pengguna sudah mampu mengakses beberapa situs yang diinginkan.

2. Kurang Praktis Dibandingkan Internet

Seringkali suatu BBS tidak memiliki nomor akses yang dapat digunakan secara lokal para penggunanya, sehingga diperlukan panggilan-jangka-panjang yang tentunya memakan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, software yang digunakan BBS cukup bervariasi, sehingga misalkan ada user yang ingin memanggil BBS tertentu, bisa jadi harus menggunakan software yang berbeda untuk bisa membaca berbagai pesan di dalamnya. Berbeda halnya dengan internet yang sangat memudahkan user, apalagi ditambah dengan mesin pencari (search engine) yang sangat ramah terhadap pengguna internet.

Penjualan BBS mulai menurun drastis hingga dua pertiganya semenjak tahun 1997-1998. Pada masa itu, banyak operator BBS yang beralih memindahkan kontennya ke website, atau setidaknya menghubungkan sistem mereka dengan internet. Para pengembang software BBS juga berusaha meningkatkan fitur software agar dapat berfungsi sebagai jaringan BBS maupun internet sekaligus.

Bisnis BBS kini memang tidak sepenuhnya mati, namun telah bertransformasi. Software BBS kini telah dialihfungsikan sebagai intranet di koorporasi, yang cukup menguntungkan untuk membagikan informasi yang tidak ingin dibocorkan pada publik.

Ada pertanyaan atau komentar?