Pengertian Hosting dan Fungsi Hosting Beserta Jenis-jenis Hosting yang Perlu Anda Ketahui

Di era internet seperti sekarang ini, setiap orang berlomba-lomba untuk mendapatkan ruang tersendiri untuk menunjukkan siapa dirinya. Salah satu cara untuk mengekspresikan diri adalah dengan menggunakan website pribadi.

Walau begitu, sebelum memiliki website milik sendiri, terlebih dahulu perlu dipilih hosting yang paling optimal digunakan untuk keperluan mengelola web. Ada beberapa hosting yang dapat digunakan secara gratis oleh para pengguna internet, ada pula yang perlu dibeli terlebih dahulu agar dapat digunakan. Lebih lengkap mengenai pengertian hosting, fungsi hosting, dan jenis-jenis hosting akan dibahas pada artikel berikut.

Pengertian Hosting

Hosting dapat diartikan sebagai tempat yang digunakan untuk menampung segala macam data yang diperlukan untuk membangun sebuah website. Suatu website dapat diibaratkan seperti rumah tempat kita tinggal yang dapat diisi dengan hal apapun yang kita sukai. Untuk menyewa atau membeli sebuah rumah, tentu diperlukan tanah. Ibaratnya, hosting ini adalah tanah yang diatasnya berdiri rumah milik kita sendiri. Sebuah hosting memiliki satu atau beberapa server yang terhubung dengan jaringan internet kecepatan tinggi.

pengertian hosting

Setelah dibangun sebuah rumah, kita harus menginformasikan alamat rumah kita agar orang lain dapat mengunjunginya di dunia maya. Alamat itulah yang dinamakan domain. Ada banyak pula variasi hosting yang tersedia di internet, seperti halnya ada banyak pengelola tanah yang berbeda-beda karakternya. Ada hosting yang bisa didapatkan secara cuma-cuma, ada pula yang berbayar dan tentunya menawarkan lebih banyak keleluasaan. Misalnya saja pada situs wixsite, pengguna ditawarkan untuk memilih hosting gratis, namun domain yang akan didapatkan juga mengikutkan nama wixsite sebagai penyedia hosting, misalnya saja alamat domain Anda akan menjadi nesabamediaa.wixsite.com.

Berbeda jika misalnya Anda membeli hosting tersendiri, maka domain yang akan Anda dapatkan bebas diatur sesuka hati tanpa ada embel-embel penyedia website, sehingga nama domain bisa dipersingkat menjadi misalnya nesabamedia.com. Jika ingin seperti itu, anda juga harus membeli domainnya terlebih dahulu.

Fungsi Hosting

fungsi hosting

Setelah mendapatkan penjelasan tentang apa itu hosting, mungkin Anda juga bertanya-tanya mengenai apa sebenarnya fungsi utama dari hosting ini. Setidaknya, ada 2 fungsi hosting yang dijabarkan dalam poin-poin berikut :

1. Tempat Menyimpan Data

Ibaratnya tanah sebagai hosting, semakin luas tanah yang dimiliki seseorang, semakin luas pula rumah yang bisa dibangunnya, semakin banyak barang yang bisa diisikan di atas tanah tersebut. Oleh karena itulah, hosting berbayar memiliki harga yang sangat bervariasi dengan kapasitas penyimpanan yang beragam pula, seperti 30 MB, 50 MB, 300 MB hingga ratusan GB juga ada. Semakin banyak permintaan tempat untuk menyimpan data, maka semakin mahal pula harga sebuah hosting.

Disinilah biasanya letak perbedaan kebutuhan yang membuat orang memutuskan untuk memilih hosting gratis atau berbayar. Untuk hosting gratis, biasanya pengguna hanya diberikan tempat yang sangat terbatas untuk menyimpan data-data yang diperlukan untuk website.

2. Menjaga Agar Situs Dapat Diakses 24 Jam

Dengan memilih hosting yang tepat, yang servernya tidak mudah down, maka setiap kali ada orang yang ingin mengakses website yang Anda miliki, orang tersebut bisa mengakses dengan lancar tanpa ada halangan apapun. Beberapa hosting terkadang memiliki kekurangan, semisal sering down dan membuat website Anda tidak dapat diakses ketika sedang ramai dan banyak orang yang mengakses website Anda. Untuk para pebisnis online, hindari hosting seperti ini karena adalah hal yang cukup penting situs dapat diakses 24 jam demi kelancaran calon pembeli produk / jasa Anda.

Jenis-jenis Hosting

jenis-jenis hosting (cloud hosting)

Cloud hosting, salah satu jenis hosting yang cukup populer

Telah disebutkan sebelumnya bahwa terdapat banyak variasi hosting yang ada. Beberapa contoh jenis-jenis hosting tersebut antara lain :

a. Free Hosting

Hosting ini bisa didapatkan oleh pengguna internet secara cuma-cuma. Kekurangannya, hosting gratis ini biasanya cukup terbatas kapasitas penyimpanannya, layanannya pun juga sangat terbatas dan tidak memungkinkan pengguna memiliki domain pribadi. Untuk para blogger, free hosting yang banyak digunakan antara lain wordpress.com, blogger.com, weebly.com, dan tumblr.com.

b. Shared Hosting

Untuk hosting berbayar, biasanya orang paling banyak menggunakan hosting dengan sistem shared, karena harganya yang cukup terjangkau. Dalam shared hosting, beberapa situs website ditempatkan dengan server yang sama dan saling berbagi sumber daya seperti RAM dan CPU. Untuk keperluan blog pribadi dengan pengunjung yang tidak terlalu banyak, layanan shared hosting biasanya sudah lebih dari cukup.

c. Dedicated Hosting

Dedicated hosting sebetulnya hampir mirip dengan shared hosting, hanya saja satu buah server digunakan hanya untuk satu akun website saja, satu server khusus didedikasikan untuk melayani satu website. Ada dua macam dedicated hosting, yaitu Colocation (mesin atau server disediakan oleh klien sendiri yang kemudian diletakkan di pusat data penyedia hosting) danĀ Dedicated Server (mesin atau server disediakan oleh pihak penyedia hosting). Dengan memilih dedicated hosting, pengguna mendapatkan keuntungan berupa performa yang lebih baik dan privasi yang lebih terjaga karena tidak ada pihak lain yang ikut memakai server.

d. VPS Hosting

VPS merupakan singkatan dari Virtual Private Server. Mirip juga dengan shared hosting, namun sumber daya yang ada lebih besar, klien dapat menginstall aplikasi dan menggunakan semua sumber daya yang ada tanpa perlu berbagi dengan klien lainnya. Baik VPS Hosting atau Dedicated Hosting sangat cocok untuk website yang memiliki puluhan ribu pengunjung lebih setiap harinya.

e. Cloud Hosting

Cloud hosting merupakan jenis hosting yang terdiri dari banyak server, yang masing-masing servernya dapat berinteraksi satu sama lain dan saling terhubung untuk menjaga performa website. Dengan menggunakan cloud hosting, pengguna diuntungkan dengan tidak perlu adanya khawatir terjadinya ketidakstabilan pada server atau keterbatasan sumber daya, seperti misalnya pada shared hosting.

Ada pertanyaan atau komentar?