Alat Musik Kalimantan Timur

Alat Musik Kalimantan Timur : Sejarah, Asal Daerah dan Cara Memainkannya

Alat Musik Kalimantan Timur – Kalimantan Timur adalah salah satu provinsi di Indonesia dengan ibu kota Samarinda. Kamu pasti sudah mendengar kabar bahwa Kalimantan Timur dipilih menjadi ibu kota negara kita yang baru.

Kalimantan Timur dipilih sebagai calon ibu kota karena dinilai paling layak di antara wilayah Kalimantan lainnya. Secara ekologis, wilayah ini paling rawan bencana.

Selain itu, alasan lain terpilihnya Kalimantan Timur yaitu karena wilayah ini multi-etnis atau dihuni oleh kelompok etnis yang beragam. Kalimantan Timur menjadi tempat berkumpulnya berbagai budaya. Salah satu kekayaan budaya Kalimantan Timur adalah alat musiknya. Kalimantan Timur memiliki berbagai jenis alat musik yang unik dan khas. Penasaran apa saja? Simak terus artikel berikut ini.

Alat Musik Kalimantan Timur

1. Sapeq

Alat Musik Kalimantan Timur Sapeq

Sapeq adalah alat musik yang sangat populer di kalangan suku Dayak. Sapeq merupakan alat musik yang diwariskan secara turun temurun sampai saat ini. Di kalangan masyarakat Dayak, alat musik Sapeq memiliki berbagai sebutan, Sampe’, Sape’, Sempei, dan Kecapi.

Sampek sendiri memiliki arti memetik dengan jari. Sapeq terbuat dari berbagai jenis kayu dan memiliki 3 senar, 4 senar, atau 6 senar. Pembuatan alat musik ini dibuat secara tradisional dan bisa memakan waktu berminggu-minggu.

Biasanya, Sapeq dimainkan untuk mengiringi tarian, kesenian adat,  atau berbagai acara adat lainnya. Alat musik ini juga sering dimainkan saat pesta adat dan syukuran atas hasil panen padi. Sapeq bisa dimainkan sendiri, dua orang, maupun tiga orang.

2. Ketipung

Ketipung

Ketipung merupakan alat musik berbentuk seperti tabung. Ketipung Kalimantan Timur hanya memiliki satu sisi tabuh dan dimainkan dengan cara dipukul atau ditabuh. Ketipung merupakan salah satu alat musik yang berasal dari Timur Tengah. Alat musik ini biasanya dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu dari Timur Tengah.

Secara fisik, bentuk ketipung menyerupai kendang, hanya saja Ketipung Kalimantan Timur ini memiliki ukuran yang lebih kecil. Ketipung dibuat dari kayu dengan ukuran lubang tengah antara 20-40 cm. Ketipung dari Kalimantan Timur terbuat dari kayu rengas dan bagian tetabuhan terbuat dari kulit kambing.

3. Gambus

Gambus

Gambus merupakan salah satu alat musik yang popular. Tidak hanya di Indonesia, tetapi juga di negara lain. Banyak daerah di Indonesia yang mengenal dan melestarikan alat musik Gambus. Tidak terkecuali daerah Kalimantan Timur. Sama seperti Ketipung, Gambus juga alat musik yang berasal dari Timur Tengah, dibawa oleh orang-orang Melayu yang bermukim di pesisir Kalimantan Timur.

Gambus memiliki bentuk yang mirip dengan Mandolin dan dimainkan dengan cara dipetik. Badan gambus umumnya terbuat dari kayu nangka, sedangkan dawainya terbuat dari nilon.  Untuk jumlah dawai yang dimiliki cukup bervariasi, ada gambus yang hanya berdawai 4, tetapi ada pula Gambus yang berdapat 12.

4. Kadire

Alat Musik Kalimantan Timur Kadire

Kadire atau Keledi merupakan alat musik kalangan suku Dayak. Alat musik berbentuk memanjang dan terbuat dari bilah bambu dan labu. Kadire atau yang biasa juga disebut dengan nama Keledi dimainkan dengan cara ditiup dan dihisap. Alat musik ini biasanya dimainkan untuk mengiringi nyanyian, tarian, teater, maupun upacara adat.

Kadire merupakan alat musik yang menghasilkan nada pentatonik, yaitu alat musik dengan lima not per oktaf. Kadire dibuat dengan cara menyatukan labu dengan batang-batang bambu menggunakan perekat yang dihasilkan sarang kelulut. Namun, labu tersebut merupakan labu yang sudah tua, sudah dikeluarkan isinya, sudah direndam selama satu bulan, dan sudah dikeringkan.

5. Sluding

Sluding

Sluding merupakan alat musik yang terbuat dari kayu dan dimainkan dengan cara dipukul. Sluding merupakan alat musik berjenis silofan yang mirip dengan alat musik gambang. Alat musik ini biasanya dimainkan saat acara adat. Sluding tersusun atas 8 bilah bambu dengan ukuran yang berbeda-beda.

Kedelapan bilah kayu tersebut disatukan menggunakan seutas rotan dan disusun menyerupai gambang.  Susunan bilah bambu ini kemudian ditempatkan pada sebuah rak kayu. Di bagian atas rak, di bagian kanan dan kiri terdapat motif kepala burung Enggang, yang mana mana hewan ini dianggap sakral oleh masyarakat Dayak Modang.

6. Gemer

Gemer

Gemer merupakan alat musik dari Kalimantan Timur yang terbuat dari kayu dan dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini berbentuk seperti tabung, dengan salah satu sisi dilubangi, kemudian ditutup kulit binatang untuk dijadikan tetabuhan. Gemer memiliki bentuk yang mirip dengan Gendang.

Berdasarkan bentuk dan ukurannya, alat musik Gemer dapat dibedakan menjadi empat jenis, yaitu Prahi, Gimar, Tuuking Tuar, dan Pampong. Alat musik Gemer biasanya dimainkan untuk mengiringi tarian maupun upacara adat. Meskipun dimainkan hanya dengan dipukul, pemain perlu menguasai teknik tertentu agar bisa menghasilkan pola irama yang sesuai.

7. Gening

Gening

Gening merupakan jenis alat musik yang mirip dengan alat musik daerah Jawa.  Kata gening sendiri memiliki arti bunyi. Beberapa daerah membuat alat musik ini menggunakan kayu. Kayu yang digunakan adalah kayu Meranti. Namun untuk daerah lain yang dekat pesisir pantai mulai membuat gening menggunakan bahan dasar logam.

Oleh karena itu, semakin hari lebih banyak ditemui gening yang terbuat dari logam, sedangkan gening yang terbuat dari kayu cukup jarang ditemui. Gening dimainkan dengan dipukul. Masyarakat Dayak memainkan alat musik ini dengan 8 buah gening, dan bisa juga hingga 12 gening  untuk masyarakat Dayak Kenyah.

8. Jatung Adau

Jatung Adau

Jatung Adau merupakan alat musik yang dimainkan suku Dayak Kenyah yang tinggal di Kalimantan Timur. Ada berbagai macam sebutan untuk alat musik ini, seperti Tuwung, Tubung, dan ada juga yang menyebutnya Prahil. Alat musik ini memiliki bentuk yang mirip dengan Kendang dan dimainkan dengan cara dipukul, hanya ukurannya yang lebih ramping dan memanjang.

Kepala Jatung Adau memiliki ukuran garis tengah 45 cm, garis tengah bagian ekor 25 cm, dan panjang seluruhnya 250 cm.  Jatung Adau terbuat dari kayu adau yang kuat dan tidak mudah pecah.  Sedangkan untuk bagian membran penabuhnya terbuat dari kulit lembu atau kulit kijang yang diikat menggunakan rotan.

Alat musik ini umumnya digunakan untuk mengiringi tarian. Namun, tidak sebatas itu, Jatung Adau juga bisa digunakan untuk memberitakan kematian seseorang, memberitahu adanya bencana, atau sebagai pengumuman apabila ada anggota suku yang menderita sakit keras.

9. Jatung Utang

Alat Musik Kalimantan Timur Jatung Utang

Sama seperti Jatung Adau, Jatung Utang juga merupakan alat musik Suku Dayak Kenyah yang tinggal di Kalimantan. Alat musik ini juga mirip dengan alat musik Gambang, tersusun atas bilah kayu yang memiliki ukuran berbeda dan dimainkan dengan cara memukul bilah-bilah kayu tersebut.

Tiap bilah kayu akan menghasilkan nada yang berbeda-beda. Alat musik ini biasanya dimainkan untuk mengiringi tarian maupun upacara adat masyarakat Dayak Kenyah.

Mungkin sekian artikel kali ini mengenai alat musik Kalimantan Timur. Semoga penjelasan di atas dapat menambah pengetahuan pembaca. Terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend