Alat Musik Siter

Alat Musik Siter : Sejarah, Asal Daerah dan Cara Memainkannya

Indonesia merupakan negara yang memiliki banyak sekali warisan budaya seperti tarian, kerajinan, lagu, dan juga alat musik. Salah satu wilayah yang memiliki banyak warisan budaya yang ada di Indonesia yaitu Jawa. Jawa mempunyai banyak kebudayaan salah satunya adalah alat musik tradisional.

Alat musik petik pada Gamelan Jawa sering disebutkan dengan Siter. Terdapat hubungan dengan kecapi di dalam Gamelan Sunda. Siter dan juga celempung masing-masing mempunyai 11 dan juga 13 pasang senar.

Pada artikel ini akan membahas mengenai alat musik Siter, mulai dari sejarah alat musik siter, asal daerah alat musik siter, dan cara memainkan alat musik siter. Dan berikut ini merupakan penjelasan lengkap dari alat musik Siter.

Sejarah Alat Musik Siter

Sejarah Alat Musik Siter

Siter adalah suatu nama dari sebutan yang dipercaya berasal dari istilah bahasa Belanda, yakni citer atau zhiter didalam bahasa inggris. Alat musik siter ini juga merupakan suatu alat musik petik. Senar dari alat musiki siter ini dapat dimainkan dengan menggunakan ibu jari, dan sedangkan jari yang lainnya dapat menahan getara yang akan dihasilkan dari petikan senat sebelumnya.

Jari dari kedua tangan pun dapat kita gunakan untuk dapaat menahan dan jari tangan kanan kita dapat diposisikan tepat dibawah senar. Lalu jari tangan kiri kita dapat berada diposisi atas senar. Siter dan juga Celempung, alat musik tersebut contohnya seperti pada suatu pasangan yang sering dan merupakan suatu alat musik yang khas dari Gamelan Siteran maupun dari gamelan yang lainnya.

Alat musik siter ini juga mempunyai panjang sekitar kurang lebih yaitu 30 cm. Dan tiap-tiap siter mempunyai 11 dan juga 13 pasang senar, senar-senar tersebut kaan direntangkan kedua sisinya yang berada diantara kotak resonator. Satu senar kemudian akan disetel dengan suatu nada pelog dan juga senar lainnya disetel dengan nada slendro.

Siter umumnya dapat dimainkan secara bersamaan dengan celempung yang menjadi alat musik dari penerusan atau alat musik yang dapat dimainkan secara bersamaan serta dapat dijadikan alat musik yang dapat memainkan pola melodik yang didasarkan oleh balungan. Kecepatan permainan dari alat musik siter juga tergantung kepada kecepatan suatu permainan gambang.

Dan apabila dilihat dari pokok suatu gendingnya, fungsi yang paling utama dari alat musik siter ini ialah sebagai suatu pengolah lagu itu sendiri. Dan siter mempunyai nada yang lebih tinggi jika dibandingkan dengan alat yang lainnya sehingga siter dapat untuk mengisikekosongan yang ada diantara nada yang dapat didengar oleh penonton.

Siter juga bisa diberikan suatu petikan yang variasi dan terdengar lebih unik serta dapat membawakan suasana yang ceria untuk para pendengar. Suara siter juga bisa mengimbangi permainan dari gong dan juga saron yang ada didalam ansambel gamelan. Siter ini juga dapat dianalogikan menjadi nada trebel yang dapat menghias nada bas yang sedang dimainkan.

Asal Daerah Alat Musik Siter

Asal Daerah Alat Musik Siter

Siter merupakan salah satu alat musik tradisional yang berasal dari Jawa Tengah . Siter juga dibagi menjadi 3 jenis yaitu siter, siter penerus yang memiliki ukuran yang lebih kecil jika dibandingkan dengan siter, dan juga celempung yang memiliki ukuran yang semakin besar apabila dibandingkan dengan siter.

Suara siter sangat lembut dan juga jernis seperti alat musik petik yang lainnya. Melodi yang dapat dimainkan oleh siter umumnya juga sangat variatif. Alat musik Jawa Tengah tersebut juga masih dimainkan sampai sekarang ini. Siter juga sering dimainkan untuk menjadi suatu hiburan didalam berbagai acara seperti pergelaran seni, upacara adat dan lain sebagainya.

Cara Memainkan Alat Musik Siter

Cara Memainkan Alat Musik Siter

Ciri khas dari alat musik siter yang paling sering kita jumpai yaitu setelannya yang menggunakan suatu nada pelog dan juga senar yang lainnya yang bernada Slendro. Biasanya, pemain siter akan menggunakan jari tangan kanannya untuk dapat memetik dan juga jari tangan kirinya untuk dapat menahan getaran dari senar yang dipetik sebelumnya. Alat musik siter ini juga mempunyai panjang sekitar 40 com, sementara itu, selempung memiliki panjang sekitar 90 cm.

Siter juga umumnya dapat digunakan untuk mengisi suatu nada yang kosong pada saat penampilan. Dan semakin ahli petikan dari pemain siter tersebut, maka akan semakin indah juga suara yang akan dihasilkannya. Suara siter juga sering digunakan untuk dapat mengimbangi permainan saron dan juga gong yang terdapat di ansambel gamelan.

Meskipun suara yang dikeluarkan siter sangat enak untuk didengarkan, tetapi ibaratkan musik, maka siter merupakan suatu treble-nya yang harus mampu untuk mengimbangi vokal dan juga bass.

Dan didalam pertunjukan suatu gamelan, siter memiliki fungsi yaitu sebagai suatu pengendali cengkok. Siter ini juga bisa mengeluarkan suata yang khas dari 11 dawainya.

Pada biasanya alat musik pada gamelan tersebut dapat dimainkan dengan kecepatan yang juga sama dengan alat musik gambang. Meskipun kebanyakan sering dimainkan dengan tempo yang sangat cepat.

Permainan siter ini juga mampu membawa pengaruh yang lebih besar didalam suatu pertunjukan gamelan. Hal tersebut dikarenakan apabila terjadi suatu kesalahan nada makan akan langsung dapat mempengaruhi suatu permainan alat musik lainnya.

Hal tersebut juga kaan secara otomatis untuk merubah ritme didalam permainan gamelan yang kaan menjadi tak teratur dan juga kurangnya keharmonisan.

Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, alat musik ini memiliki jumlah senar sebanyak 11 sampai dengan 13 pasang. Dan senar-senar tersebut mempunyai nada yang berbeda-beda. Dan cara memainkan alat musik tersebut juga dapat dilakukan dengan cara dipetik.

Siter hampir sama juga dengan alat musik harpa maupun kecapi. Siter biasanya dapat dimainkan bersamaan dengan alat musik yang lainnya dan memiliki fungsi pola melodik yang didasarkan dengan balungan dengan nada yang cepat.

Siter yang menjadi koleksi museum juga mempunyai suara yang sangat khas dan menghasilkan suata seperti “cing-cing-cing”. Oleh karena itu, siter ini dapat digunakan dengan cara dipetik dan kemudian dapat didampingi oleh suara vokal dari sejumlah wiraswara dan juga waranggana didalam melantunkan gending-gending Jawa.

Tetapi ada waktunya juga siter dapat dipakai untuk “mbarang” arau yang biasa di sebut dengan mengamen tanpa menggunakan iringan alat musik yang lainnya, hal tersebut dikarenakan siter sudah mempunyai nada yang lebih lengkap didalam notasi musik tradisional. Dan karena suaranya yang sangat merdu tersebut, seolah-olah dapat menghanyutkan untuk para pendengarnya.

Demikianlah penjelasan mengenai alat musik siter, mulai dari sejarah alat musik siter, asal daerah alat musik siter, dan cara memainkan alat musik siter. Semoga artikel ini dapat bermanfaat untuk Anda dan bisa menjadikan pedoman Anda dalam memahami alat musik tradisional khas Indonesia.

Kita sebagai generasi bangsa harus melestarikan kebudayaan bangsa yang tak ternilai harganya. Karena kebudayaan adalah warisan leluhur kita kepada kita para keturunannya.

Leave a Reply

Send this to a friend