• Our Partners:

Amazon Akuisisi Zoox

Amazon Gelontorkan 14 Triliun Untuk Akuisisi Startup Zoox

NESABAMEDIA.COMAmazon dikabarkan telah melakukan akuisisi startup mobil self-driving Zoox. Diperkirakan, akuisisi itu nilainya mencapai angka USD 1 miliar atau sekitar Rp 14 triliun. Dengan demikian, Amazon kan mengambil alih operasional startup yang memiliki sekitar 1000 pekerja tersebut. Awalnya, rumor tersebut sudah beredar sejak bulan lalu dengan perkiraan akuisisi tidak lebih dari USD 3 miliar.

Kabar akuisisi Amazon atas Zoox yang sebelumnya hanya menjadi rumor, rupanya telah menjadi kenyataan dan hal tersebut telah dikonfirmasi oleh pihak Amazon sendiri. CEO Amazon mengatakan bahwa Zoox telah bekerja keras untuk mewujudkan imajinasi mereka dengan beragam riset hingga desain berkelas dunia untuk sebuah kendaraan autopilot. 

Apa yang telah dilakukan Zoox selama ini sejalan dengan visi misi Amazon yang juga memiliki passion sangat tinggi dalam menciptakan inovasi yang juga peduli dengan para konsumen mereka. Amazon pun merasa cukup bangga bisa membantu tim yang ada di Zoox untuk mewujudkan karya mereka.

Meski telah mengkonfirmasi, pihak Amazon tidak menginformasikan secara pasti berapa banyak dana yang telah mereka gelontorkan untuk mengambil alih Zoox. Secara singkat pihaknya menyebut akuisisi ini adalah yang terbesar dalam sejarah perusahaan untuk memboyong sebuah startup di bidang teknologi kendaraan self-driving. 

Konsep Kendaraan Self Driving Zoox

Konsep Kendaraan Self Driving Zoox

Sejumlah pengamat menyebut, langkah akuisisi ini dilakukan untuk mengembangkan teknologi pengiriman autonomous Amazon yang selama ini tengah mereka kembangkan. Seperti yang sudah diketahui, pihak Amazon sedang gencar-gencarnya mengembangkan sistem pengiriman barang menggunakan drone dan robot untuk diantar langsung ke rumah pelanggan. 

Di sisi lain, Zoox sendiri belakangan terus melakukan pengembangan terhadap teknologi kendaraan self-driving mereka. Mereka menciptakan sebuah kendaraan dua arah (bidirectional) tanpa setir atau kemudi dan juga tanpa bagian depan dan belakang kendaraan. Sehingga kendaraan itu bisa dengan mudah berjalan berbalik arah secara berlawanan, tanpa harus memutar terlebih dahulu seperti kendaraan pada umumnya. 

Lebih lanjut, teknologi tersebut sebenarnya sudah memasuki tahap uji coba pada tahun ini dengan menggandeng pabrikan mobil Toyota. Namun sayangnya, rencana uji coba itu harus dibatalkan akibat wabah pandemi Covid19 yang menyerang.

Perusahaan juga sempat diterpa permasalahan internal hingga harus merumahkan sejumlah karyawan mereka dan berjanji merekrut mereka kembali setelah operasional bisa berjalan kembali normal. 

Leave a Reply

Send this to a friend