Hingga kini Microsoft Office 2019 masih tetap menjadi favorit di kalangan pengguna umum. Fitur-fiturnya memang tidak semantap Office 365, tetapi kebutuhan pengguna umum tidak sekompleks kebutuhan organisasi dan pengguna profesional.
Selain Microsoft Office 2019, ada sejumlah alternatif yang fitur-fiturnya cukup memikat sehingga banyak orang yang tertarik untuk mencoba dan akhirnya sebagian dari mereka memilih untuk terus menggunakannya.
Daftar Aplikasi Pengganti Microsoft Office 2019
Ada alternatif Microsoft Office 2019 yang sepenuhnya gratis, dan juga ada alternatif-alternatif lain yang menyediakan versi gratisan dengan fitur-fitur yang terbatas. Lima aplikasi di antara semua alternatif tersebut bisa ditemui dalam ulasan berikut ini.
1. Apache OpenOffice

Bertolak belakang dengan Microsoft Office 2019 yang merupakan software komersil, Apache OpenOffice adalah aplikasi Free and Open Source (FOSS) berlisensi Apache 2.0.
Aplikasi ini tetap gratis sekalipun dipakai untuk keperluan bisnis dan diinstal di banyak komputer. Bahkan pengguna diperbolehkan untuk membuat dan memberikan salinannya kepada orang lain.
Didalamnya termuat aplikasi-aplikasi pengolah kata, database, spreadsheet, grafis, dan sebagainya. Versi yang tersedia saat ini hanya versi 32-bit tetapi tetap bisa diinstal di Windows 32-bit dan 64-bit.
Apache OpenOffice menggunakan format open standard dalam menyimpan file sehingga bisa dibuka di berbagai software sejenis.
Secara keseluruhan, aplikasi office yang sudah berusia lebih dari 11 tahun ini memiliki fitur-fitur yang memadai untuk pengguna umum tetapi kurang ideal untuk pengguna yang perlu menyusun sebuah dokumen secara kolaboratif.
2. LibreOffice

LibreOffice adalah alternatif Microsoft Office 2019 yang merupakan hasil pengembangan dari OpenOffice.org. Sama seperti Apache OpenOffice, aplikasi yang sudah eksis sejak tahun 2011 ini menggunakan OpenDocument sebagai format file utamanya.
File yang dibuat di Microsoft Office bisa dibuka di LibreOffice tetapi dengan tingkat kompatibilitas yang bervariasi. Semakin kompleks sebuah dokumen, semakin besar kemungkinannya ada bagian-bagian tertentu dari dokumen tersebut yang tidak bisa diproses atau ditampilkan di LibreOffice.
Selain tersedia dalam bentuk aplikasi desktop, LibreOffice juga tersedia dalam versi online sehingga bisa diakses di browser web tanpa menginstal apa pun. File yang dibuat di aplikasi desktop bisa dibuka di versi online-nya, begitu pula sebaliknya.
LibreOffice memuat beberapa komponen seperti Writer untuk menyusun dokumen teks, Calc untuk mengolah spreadsheet, Math untuk operasi perhitungan matematika, Impress untuk membuat presentasi, Draw untuk mengedit gambar vektor, dan Base untuk mengelola database.
3. SoftMaker FreeOffice

SoftMaker FreeOffice adalah pilihan yang tepat bagi pengguna yang ingin berhenti menggunakan Microsoft Office 2019 tetapi masih sering menangani dokumen-dokumen Word, Excel, dan PowerPoint.
Versi gratis aplikasi office ini hanya memuat tiga komponen, yaitu TextMaker (alternatif Microsoft Word), PlanMaker (alternatif Microsoft Excel), dan Presentations (alternatif Microsoft PowerPoint).
Versi komersilnya yang dibandrol lebih dari 400 ribu rupiah per tahun atau 42.999 rupiah per bulan memiliki dua program tambahan yang meliputi BasicMaker dan Equation Editor serta banyak fitur ekstra lainnya seperti kamus sinonim, ribbon yang bisa dikustomisasi, mode fullscreen, kompresi gambar, font embed, cross reference, kode QR, barcode, dan lain-lain.
SoftMaker FreeOffice juga hanya tersedia dalam versi 32-bit, sedangkan yang versi 64-bit hanya disediakan untuk versi komersilnya.
4. WPS Office

Teknologi AI (Artificial Intelligence) menjadi salah satu fitur utama yang dibanggakan oleh WPS Office. Fungsinya sebagai asisten digital bisa sangat mempermudah pekerjaan sehari-hari di kantor dan di rumah. Sebagai contoh, di saat menyusun dokumen berbahasa Inggris, AI akan muncul untuk memberikan saran-saran yang terkait dengan tata bahasa.
Fitur AI tersebut juga bisa melakukan hal-hal lain seperti membuat ringkasan dari sebuah file PDF, menganalisis data, membuat laporan, dan lain-lain. Namun, ada biaya yang tidak sedikit jumlahnya jika berminat untuk menggunakannya.
Ada tiga versi WPS Office berdasarkan fitur-fiturnya. WPS Standard adalah versi gratis yang memiliki jumlah fitur paling sedikit. WPS Pro adalah versi komersil yang menawarkan fitur-fitur tambahan. Yang terakhir adalah WPS AI untuk pengguna yang tertarik dengan fitur AI.
Masing-masing versi menyediakan fasilitas penyimpanan file di cloud. Di antara ketiganya, WPS Pro menyediakan kapasitas cloud yang paling besar, yaitu 20 GB. Sedangkan untuk WPS Standard dan WPS AI, masing-masing hanya menyediakan kapasitas cloud sebesar 1 GB.
Banyak fitur WPS Office yang menarik, termasuk fitur enkripsi end-to-end untuk mengamankan setiap dokumen penting. Tetapi, aplikasi ini juga tidak luput dari masalah-masalah yang membuat sejumlah penggunanya kesal dan bahkan ada yang memutuskan untuk pindah ke aplikasi lain.
5. OnlyOffice

OnlyOffice adalah alternatif Microsoft Office 2019 yang menawarkan lima editor dalam satu paket untuk membuat dan mengedit dokumen teks, spreadsheet (lembar kerja), slide presentasi, formulir interaktif, dan PDF.
Ada fitur opsional untuk menyimpan file di cloud tetapi pengguna harus membuat akun untuk mendapatkannya. Versi gratisnya menyediakan kapasitas 2 GB, sedangkan versi premiumnya menawarkan antara 250 GB dan Unlimited.
File yang disimpan di cloud OnlyOffice bisa diakses dan diedit dari berbagai lokasi dan perangkat, termasuk HP dan tablet dengan menggunakan aplikasi iOS atau Android. Fitur penyimpanan online ini juga memungkinkan file untuk diedit oleh beberapa orang.
Namun, pengguna yang tidak memerlukan fitur kolaborasi mungkin lebih memilih untuk menggunakan layanan cloud yang jauh lebih murah seperti Koofr atau Filen jika mereka membutuhkan kapasitas penyimpanan yang lebih besar daripada 2 GB.
Selain menyediakan fitur-fitur untuk membuat dan mengedit berbagai jenis dokumen, OnlyOffice juga memiliki fitur kalender yang dapat membantu pengguna dalam menjalani aktivitas sehari-hari terutama yang terkait dengan pekerjaan.
Poin terakhir penting yang perlu diketahui adalah kode sumber OnlyOffice tersedia untuk ditinjau oleh publik di Github. Lisensinya yang open source ini, ditunjang dengan kompatibilitasnya yang tinggi dengan Microsoft Office 2019, membuat OnlyOffice lebih menarik daripada WPS Office bagi sebagian pengguna.
Penutup
Munculnya aplikasi-aplikasi Office dari berbagai pengembang software membuat pengguna leluasa dalam memilih alternatif yang mampu menggantikan Microsoft Office 2019.
Pengguna pun tidak harus mengeluarkan uang untuk menggunakan alternatif-alternatif yang disebutkan di atas karena masing-masing menyediakan versi gratisan.
Meskipun gratis, rangkaian fitur yang ditawarkan mungkin lebih dari sekedar memadai untuk mengerjakan tugas kuliah, membuat tabel, menyusun novel, mengetik surat bisnis, membuat slide presentasi, dan sebagainya.
Demikianlah ulasan tentang 5 Aplikasi Alternatif Microsoft Office 2019. Selamat mencoba.
Editor: Muchammad Zakaria
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:











