Jika ditelusuri sejarahnya, CorelDRAW sudah eksis selama lebih dari 30 tahun sebagai sebuah software desain grafis vektor. Saat ini edisi terbarunya sudah menginjak versi 25 yang menawarkan segudang fitur keren untuk membuat dan mengedit foto logo, banner, dan lain-lain.
CorelDRAW termasuk aplikasi grafis vektor yang sangat mumpuni, tetapi ada satu permasalahan yang menjadi hambatan besar bagi banyak orang untuk menggunakannya. Yaitu, harga lisensinya yang relatif tidak ramah di kantong.
Alhasil, dari waktu ke waktu selalu ada orang yang mencari aplikasi-aplikasi yang mirip dengan CorelDRAW. Selain karena faktor harga, pencarian ini juga dimotivasi oleh keinginan untuk mencari pengganti CorelDRAW yang lebih baik.
Daftar Aplikasi Mirip CorelDRAW
Di antara aplikasi-aplikasi alternatif CorelDRAW berikut ini, ada tiga aplikasi yang bisa digunakan secara gratis.
1. Affinity Designer

Inilah salah satu alternatif terbaik untuk menggantikan CorelDRAW. Affinity Designer punya banyak fitur profesional tetapi tetap mudah digunakan. Plus, tampilannya enak dipandang mata sehingga pengguna bisa lebih betah dalam mengerjakan proyek desainnya.
Salah satu kelebihan Affinity Designer adalah tingkat kustomisasinya yang sangat bagus. Panel bisa ditata ulang sesuai selera, bagian-bagian tertentu seperti palette bisa disembunyikan, warna tema bisa dirubah, ukuran tombol bisa disesuaikan, membuat workspace, dan bahkan pengguna bisa membuat daftar shortcut pribadi untuk membantu meningkatkan produktivitasnya.
Untuk lebih memudahkan pengguna baru, Affinity Designer menyediakan panduan beserta dengan petunjuk-petunjuk kontekstual. Forum resmi juga disediakan sebagai tempat berdiskusi antara sesama penggunanya.
Kelebihan lain yang dimiliki Affinity Designer adalah historinya yang bisa memuat ribuan langkah sehingga pengguna bisa leluasa melakukan undo untuk membatalkan langkah-langkah pengeditan yang keliru.
Jika perlu, desain yang sedang dikerjakan bisa disimpan sebagai snapshot yang nantinya dapat dibuka di komputer yang sama atau komputer lain untuk melanjutkan pengeditan.
Autosave juga termasuk salah satu fitur Affinity Designer yang dapat membantu menyelamatkan pengguna dari kehilangan data akibat kelalaian atau kejadian yang tidak terduga.
Fitur istimewa Affinity Designer lainnya adalah kemampuan zoomnya yang fantastis. Tak lagi sekedar zoom 100%, melainkan hingga 1 juta persen sehingga pengguna bisa zoom lebih leluasa.
2. Adobe Illustrator

Di dunia desain digital, rasanya tidak ada yang mengenal nama besar Adobe. Perusahaan ini sudah berhasil menghadirkan sejumlah aplikasi PC yang sukses melambungkan namanya. Salah satu aplikasi tersebut menjadi rival berat CorelDraw yang disebut Adobe Illustrator.
Desain grafis vektor apa saja bisa dibuat dengan menggunakan Adobe Illustrator berkat kelengkapan fiturnya. Bahkan kini sudah ada teknologi AI generatif yang diselipkan di dalam aplikasi tersebut sejak tahun 2023. Teknologi AI inilah yang memungkinkan pengguna untuk membuat gambar vektor hanya dengan mengetik prompt teks.
Secara keseluruhan, Adobe Illustrator lebih kaya akan fitur daripada CorelDRAW, tetapi banyak pengguna yang tetap memilih CorelDRAW karena alasan-alasan tertentu.
3. Inkscape

Inkscape didistribusikan gratis untuk semua orang. Sumber kodenya pun terbuka untuk publik di bawah lisensi GPL v2 dan bisa dilihat di repositori kodenya di Github. Di antara semua alternatif CorelDraw yang open source dan gratis, Inkscape adalah pilihan yang terbaik.
Aplikasi mirip CorelDRAW ini sudah beredar sejak kira-kira 20 tahun yang lalu. Kehadirannya menjadi solusi yang cemerlang bagi para desainer grafis vektor yang tidak mampu atau tidak ingin membeli Adobe Illustrator yang harganya tidak murah.
Cukup banyak format file yang bisa diimpor dan diekspor oleh Inkscape. Salah satunya adalah Scalable Vector Graphics (SVG) yang merupakan format file utamanya. SVG ini merupakan format gambar vektor yang dapat dirubah ukurannya tanpa merusak kualitasnya.
Selain SVG dan PDF serta beberapa format file lain, file gambar vektor yang berasal dari CorelDRAW (CDR) dan Adobe Illustrator (AI) bisa dibuka di Inkscape.
Inkscape termasuk aplikasi yang ringan sehingga bisa dijalankan di komputer yang speknya pas-pasan. Meskipun ringan, kehandalannya dalam membuat dan mengedit logo maupun gambar-gambar vektor lain sudah dibuktikan oleh banyak pengguna. Didalamnya tersedia banyak fitur seperti layer, bitmap tracing, object grouping, dan lain-lain.
4. sK1

sK1 adalah aplikasi mirip CorelDRAW yang berlisensi GPL v3 dan mendukung banyak format file sehingga file yang dibuat di sejumlah aplikasi desain lain bisa dibuka di aplikasi ini. Contohnya, file yang dibuat di CorelDRAW v7 hingga CorelDRAW X4 yang mencakup file CDR, CDT, CCX, CDRX, dan CMX.
Format file lain yang bisa diimpor ke sK1 meliputi WMF, JCW, SVG, PSD, SOC, XCF, PCX, BMP, WEBP, JPG, XPM, PNG, dan lain-lain. Di sisi lain, sK1 bisa mengekspor file dalam format PNG, SKP, SVG, PDF, CPL, PS, dan sebagainya.
Selain Windows, sK1 bisa digunakan di Linux seperti Ubuntu, Linux Mint, Debian, elementary OS, MX Linux, Arch Linux, Fedora, dan OpenSUSE. Apa pun sistem operasinya, sK1 tersedia gratis. Bahkan sekalipun sK1 digunakan untuk proyek desain komersil, tetap tidak ada biaya lisensi yang harus dibayar oleh pengguna.
Fitur-fitur sK1 kalah lengkap jika dibandingkan dengan CorelDRAW, tetapi secara keseluruhan semua fitur yang dimilikinya sudah cukup bisa diandalkan untuk menangani proyek-proyek desain grafis vektor yang tidak begitu kompleks.
5. Graphite

Aplikasi mirip CorelDRAW yang terakhir adalah Graphite. Alternatif yang satu ini juga sama gratisnya seperti Inkscape dan sK1. Lisensinya juga open source. Tetapi, berbeda dengan kedua aplikasi tersebut dan CorelDRAW, Graphite tidak perlu diinstal karena bisa dijalankan melalui browser.
Keuntungan menggunakan Graphite adalah jangkauan aksesnya yang luas dan tidak membutuhkan ruang penyimpanan kecuali untuk menyimpan hasil pengeditan. Kekurangannya, aksesnya sangat tergantung pada koneksi internet yang stabil dan cepat.
Graphite termasuk proyek open source berbasis web yang cukup ambisius. Ini bisa dilihat dari roadmap aplikasi yang dibeberkan oleh pengembangnya. Roadmap tersebut meliputi desktop publishing, motion graphics, serta VFX compositing sehingga aplikasi ini sangat layak untuk diikuti perkembangannya.
Penutup
Demikianlah pembahasan tentang 5 Aplikasi yang mirip CorelDRAW untuk mengedit foto logo dan banner. Bagi yang membutuhkan alternatif tambahan selain kelima aplikasi di atas bisa mencoba Krita, Luminar Neo, VectorStyler, Calligra, dan Vectr. Aplikasi yang disebut belakangan adalah aplikasi berbasis web yang gratis seperti Graphite.
Editor: Muchammad Zakaria
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:











