Brand Android Yang Patut Diwaspadai Tahun 2022 Ini

Brand Android Yang Patut Diwaspadai Tahun 2022 Ini

NESABAMEDIA.COMGoogle dan Samsung mendominasi di seputar Android, namun masih ada banyak pemain lainnya yang juga berkontribusi pada ekosistem Android ini.

Sejumlah brand asal Cina seperti Xiaomi, Oppo dan Vivo mencoba terus meningkatkan keberadaan mereka di pasar Barat, sementara Amazfit dan Mobvoi juga mencatatkan kinerja yang apik di pasar wearable. 

Singkatnya, ada banyak pengembangan yang menarik pada ekosistem Android saat ini, dan ini adalah sejumlah brand yang wajib ‘diwaspadai’ pada tahun ini. 

OnePlus, Oppo dan Vivo

Trio BBK Group, OnePlus, Oppo dan Vivo mencatatkan kinerja yang baik tahun 2021 lalu, dan mereka akan terus berupaya menjaga dan meningkatkan pencapaian mereka untuk tahun 2022 ini.

Oppo memberikan dorongan dengan gaya lewat smartphone Find N, sebuah smartphone lipat tanpa kerutan, yang memberikan kita gambaran awal adanya kemungkinan kategori semacam ini di tahun-tahun yang akan datang. 

Oppo dan Vivo juga mendominasi pasar Cina pada tahun lalu, namun mereka juga berkinerja cukup baik di pasar global, khususnya di pasar Barat. Kedua brand tersebut cenderung berfokus pada distribusi antar retail yang cepat untuk meningkatkan penjualan, sama seperti Samsung, dan mereka mampu mengelolanya dengan baik sehingga meningkatkan pangsa pasar mereka di sejumlah wilayah seperti Inggris, Perancis, Jerman, terlebih setelah keluarnya Huawei. 

Diprediksi, Oppo dan Vivo akan bisa menjaga dominasinya di Cina, sembari mencoba untuk merambah ke pasar global lebih besar lagi. Hambatan utama dari upaya mereka ini di masa lalu adalah masalah perangkat lunak, namun Color OS 12 adalah salah satu antarmuka yang paling halus dan Funtouch OS telah mengalami banyak perubahan dari tahun lalu.

Adapun OnePlus, yang akan menjadi sub-brand dari Oppo telah banyak berupaya lewat seri Nord-nya, terutama di pasar Amerika Utara. Mereka berhasil menjual 10 juta unit untuk pertama kalinya di tahun 2021, dan itu didukung oleh penjualan yang kuat di segmen entry-level dan anggaran. OnePlus juga akan terus meluncurkan smartphone Flagship, seperti OnePlus 10 Pro yang sudah diumumkan secara resmi.

Xiaomi

Brand satu ini sangat bersinar di tahun 2021, di mana mereka mampu menyalip Samsung sebagai brand smartphone terbesar di dunia selama beberapa bulan. Bangkitnya penjualan sebagian besar didorong oleh smartphone kelas anggaran di jajaran Redmi Note series, namun fokus Xiaomi di pasar menengah dengan Mi 11 Lite, Xiaomi 11T dan POCO mampu memberikan keuntungan tersendiri. 

Untuk tahun 2022 ini, Xiaomi membidik target untuk tetap bisa menjaga momentum tersebut. Mereka meningkatkan dominasi di sejumlah wilayah seperti India, merilis smartphone di kelas menengah dan mengkonsolidasikan posisi mereka di pasar Barat. Seperti halnya BBK Group, Xiaomi juga diuntungkan dari ambruknya Huawei, dan kini mencoba meraih keuntungan yang lebih besar lagi. 

Honor

Honor kini telah menjadi entitas mandiri, memiliki jarak dengan Huawei, dan meskipun mereka mampu menjejakkan kaki di pasaran, namun mereka tidak mampu menjaga momentum yang dimiliki. Untuk tahun 2022 ini, Honor ingin menunjukkan bahwa mereka mampu berupaya secara mandiri, khususnya bersaing dengan brand asal Cina lainnya. 

Honor telah bersiap dengan jendela perilisan yang sibuk tahun ini. Mereka juga sedang bersiap untuk meluncurkan smartphone lipat pertama mereka, dengan teaser yang dibagikan sebelumnya menunjukkan smartphone lipat itu akan mirip dengan Galaxy Z Fold 3. 

Amazfit

Ini merupakan brand perangkat wearable terbesar ketiga di dunia, dan produk-produknya mendapatkan sambutan hangat dari konsumen. Amazfit semakin kuat pada tahun 2021 lalu, dengan fokus mereka pada produk jam tangan pintar, dan mereka harus melakukan yang lebih baik atau setidaknya sama dengan tahun 2021 untuk bisa menjaga posisi tersebut.

Produk yang paling mencolok dari Amazfit adalah gelang kesehatan mereka seharga Rp700 ribuan, namun jam tangan pintar GTR 3 dan GTS 3 terjual cukup banyak setelah diumumkan pada kuartal ketiga tahun 2021. Bagian terbesarnya itu berasal dari software, dengan Amazfit yang mampu memoles softwarenya menjadi jauh lebih baik. 

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend