Nesabamedia—Google kembali mengguncang industri musik dengan meluncurkan model pembuatan lagu terbaru, Lyria 3 Pro. Hanya sebulan setelah perilisan Lyria 3 yang mampu membuat lagu 30 detik, kini pengguna bisa menciptakan trek musik hingga 3 menit penuh!(26/03).
Model baru ini tidak hanya memperpanjang durasi, tetapi juga menawarkan kontrol kreatif yang lebih baik. Pengguna dapat menentukan berbagai elemen struktur lagu dalam prompt, seperti intro, verse, chorus, dan bridge. Google mengklaim model ini lebih memahami struktur lagu dibanding pendahulunya.
Fitur pembuatan musik ini akan tersedia di aplikasi Gemini, tetapi hanya untuk pelanggan berbayar.
Google juga akan mengintegrasikan Lyria 3 Pro ke aplikasi edit video Google Vids dan ProducerAI, alat produksi musik bertenaga GenAI yang diakuisisi Google bulan lalu.
Tak hanya untuk konsumen, Google juga menambahkan kemampuan pembuatan musik ke alat enterprise seperti Vertex AI (dalam public preview), Gemini API, dan AI Studio melalui model Lyria 3 Pro.
Google menegaskan bahwa model ini dilatih menggunakan data dari mitra serta data yang diizinkan dari YouTube dan Google. Perusahaan juga menyatakan bahwa model ini tidak meniru artis tertentu.
Akan tetapi, jika pengguna menyebutkan nama artis dalam prompt, model akan mengambil inspirasi luas dari artis tersebut untuk menciptakan lagu.
Semua lagu yang dibuat menggunakan Lyria 3 dan Lyria 3 Pro akan ditandai dengan SynthID untuk menunjukkan bahwa lagu tersebut dihasilkan oleh AI.
Langkah ini diambil seiring dengan meningkatnya kekhawatiran tentang konten AI yang tidak bertanggung jawab di industri musik.
Pekan ini, Spotify merilis alat bagi artis untuk meninjau lagu yang dirilis atas nama mereka, sementara Deezer meluncurkan alat identifikasi lagu buatan AI untuk layanan streaming.





