Ingat ketika Nothing merilis seri ponsel pertama mereka dan menggemparkan pasar dengan desain unik ala Futuristic mereka, yang mana sejak saat itu banyak menginspirasi Brand lainnya dengan membawakan desain LED.
Nothing kemudian kembali mengukuhkan namanya sebagai satu diantara pelopor desain ponsel unik di dunia, sejak saat itu banyak yang menunggu setiap Nothing merilis seri ponsel baru mereka.
Perusahaan buatan Carl Pei ini juga memberikan akses eksklusif untuk penggunanya, yang mana mereka memberikan prioritas untuk setiap pembaruan di Android, keren kan?
Kabar terbaru juga baru saja dikonfirmasi oleh CEO Nothing itu sendiri, salah satu netizen bertanya kapan Nothing Phone (3) rilis di pasaran karena masih sangat sedikit informasi yang muncul.
Tak disangka-sangka, CEO-nya sendiri yaitu Pei me-retweet dengan membalasnya sesingkat mungkin.

Pei hanya menuliskan “Q3” yang mana sudah pasti mengarah ke kuartal ke-3 itu sendiri. Itu berarti hanya tinggal menunggu beberapa bulan saja mengingat kita akan memasuki kuartal ke-2.
“Nothing founder and CEO Carl Pei has just confirmed when we should expect it to drop in an Ask Me Anything (AMA) session over on X. The Nothing Phone (3) will launch between July and September, in the third quarter of the year.
While Nothing skipped a year last year, the Nothing Phone (2) was released in July of 2023, so it seems like the new device won’t veer off from the brand’s previous schedule too much. For what it’s worth, the Nothing Phone (1) also got a July launch back in 2022.”
Nothing sepertinya punya banyak PR untuk merilis seri ponsel yang ditunggu oleh penggunanya, karena terakhir kali merilis seri Flagship mereka di dua tahun terakhir.
Nothing melalui Phone (3) harusnya punya banyak peningkatan spesifikasi, hal ini karena ada banyak jeda waktu yang mereka butuhkan dalam pengembangan Phone (3).
Di Indonesia sendiri Nothing memang kurang populer dan tidak bersaing dengan Brand lain, tetapi perusahaan ini punya banyak konsumen di pasar UK, US dan EU. Beberapa negara di Asia seperti Jepang, China dan Singapur juga punya konsumen yang tinggi.
Editor: Hudalil Mustakim





