Nesabamedia—Berita hangat dan jarang terjadi, di mana CEO YouTube angkat suara dan berbicara banyak hal mengenai kekhawatiran banyaknya platform lain yang mencoba menyaingi YouTube. Mohan dengan tegas menanggapi hal ini dengan santai dan bijak.
Neal Mohan, CEO YouTube, telah mengumpulkan banyak sekali pengalaman dan bahkan mendengarkan banyak saran dari creator yang turut serta membagikan pengalamannya selama menggunakan YouTube.
Berbeda dengan platform lainnya yang sering kali merilis fitur tanpa menjajakan pendapat ke pengguna, Neal Mohan dengan rendah hati mengundang banyak konten kreator besar untuk melihat lebih jauh mengenai pengalaman menggunakan YouTube.
Menurut Neal Mohan, YouTube sekali lagi adalah rumah bagi para kreator, entah sejauh mana mereka pindah ke platform lainnya, YouTube tetaplah platform yang nyaman dan dianggap sebagai rumah untuk berkarya.
Neal Mohan menekankan bahwa platform YouTube telah lama dijadikan sebagai platform untuk bertukar informasi, budaya, hiburan dan lainnya yang menjadikannya sebagai platform yang patut dicontoh.
Alih-alih merasa tersudut, justru Neal Mohan merasa sangat disanjung karena banyaknya platform luar yang mencoba untuk menghadirkan layanan hiburan yang sama.
Setelah berbicara dengan banyak kreator besar papan atas dari YouTube, Neal Mohan menyatakan bahwa tidak pernah mendengar seorang kreator meninggalkan semua konten mereka dan pindah ke platform lain, ini terbukti.
“Aku belum menemukan seorang kreator YouTube yang benar-benar menghapus dan memindahkan konten mereka dari YouTube,” kata Mohan melalui TechCrunch.
Mohan percaya bahwa ada banyak platform yang memang menawarkan akses yang berbeda dan aturan yang jelas berbeda, kreator diberikan akses untuk menyebarkan konten mereka secara global ke platform lain, namun selalu mengingat bahwa YouTube adalah rumah.
Selama lebih dari dua decade, YouTube memang telah menjadi contoh dari platform lain sebagai platform hiburan antar negara, menawarkan banyak akses gratis dari para kreator yang dinamis. Neal Mohan percaya, bahwa YouTube masih menjadi rumah bagi banyak orang.
Editor: Hudalil Mustakim





