Ciri-ciri Bakteri dan Struktur Bakteri

Kenali Ciri-ciri Bakteri dan Struktur Bakteri Beserta Penjelasannya, Yuk Disimak!

Bakteri merupakan organisme mikroskopik yang jumlahnya paling banyak di dunia dan hidup dimana-mana. Hal ini disebabkan bakteri dapat dengan cepat menyesuaikan diri dengan lingkungan di sekitarnya dan menghasilkan energi dengan menggunakan berbagai macam sumber karbon.

Selain itu, bakteri juga mudah memperbanyak dirinya dengan cara membelah diri. Bakteri ditemukan pertama kali oleh seorang ilmuwan berkebangsaan Belanda yang bernama Anthony van Leeuwenhook.

Bakteri memiliki peran yang sangat besar bagi kehidupan di bumi. Tidak hanya bagi manusia melainkan juga bagi hewan dan tumbuhan. Misalnya, bakteri berperan penting dalam mengurai sampah atau jasad yang telah mati.

Di samping perannya yang sangat besar tersebut, bakteri juga dapat menimbulkan berbagai macam penyakit atau hal-hal negaaif lainnya. Misalnya digunakan sebagai senjata biologi untuk menimbulkan korban jiwa dalam jumlah yang sangat besar.

Ciri-ciri Bakteri

Bakteri merupakan salah satu organisme prokariotik yang termasuk dalam kerajaan Monera.  Monera adalah makhluk hidup dengan ciri-ciri bersel satu, mempunyai nukleoid atau bagian sel yang mengandung DNA, belum memiliki membran inti sel, dan belum memiliki organel bermembran seperti mitokondria, badan Golgi, dan kloroplas.

Monera memiliki dinding sel yang terbuat dari peptidoglikan yang tahan terhadap tekanan osmotik hingga 25 kali tekanan atmosfer. Secara umum, anggota kerjaan ini disebut dengan bakteri. Dengan demikian, ciri-ciri bakteri adalah sebagai berikut.

1. Berukuran sangat kecil

Ciri-ciri Bakteri yang Berukuran sangat kecil

Bakteri adalah organisme mikroskopik yakni organisme yang berukuran sangat kecil yaitu sekitar 0,2 hingga 10 mikrometer (1 mikrometer = 1/1000 milimeter) dan lebar antara 0,7  hingga 1,5 mikrometer. Karena itu, bakteri hanya dapat diamati dengan menggunakan mikroskop.

2. Bersel satu

Bakteri adalah organisme bersel tunggal yang dikategorikan ke dalam kerajaan Monera, filum Eubacteria, dan kelas Schizomutaceae.

3. Mempunyai nukleoid

Bakteri adalah organisme prokariotik yang memiliki nukleoid yakni bagian sel yang mengandung DNA atau Deoxyribonucleic Acid yakni materi genetik yang terdapat dalam sitoplasma. DNA yang dimiliki bakteri berbentuk benang melingkar. Fungsi DNA bakteri adalah sebagai pengendali sintesis protein bakteri dan pembawa sifat.

4. Inti sel bersifat prokariotik

Inti sel bersifat prokariotik

Bakteri adalah organisme prokariotik yakni organisme yang inti selnya belum memiliki membran inti atau kariotika.

5. Belum memiliki organel yang terbungkus membran

Bakteri adalah organisme prokariotik yang belum memiliki organel atau bagian-bagian sel yang terbungkus membran seperti mitokondria, badan Golgi, kloroplas, lisosom, dan reticulum endoplasma.

6. Mempunyai organel sel

Bakteri umumnya telah mempunyai organel sel berupa ribosom yang mengandung satu jenis ARN polymerase. Ribosom pada bakteri umumnya berukuran lebih kecil dari eukariotik dan berada bebas dalam sitoplasma.

7. Dinding sel mengandung peptidoglikan

Ciri-ciri Bakteri Terdapat Dinding Sel

Dinding sel bakteri mengandung peptidoglikan yaitu suatu molekul yang mengandung rangkaian disakarida dan ikatan peptida.

8. Memiliki membran lemak

Bakteri memiliki membran plasma yang mengandung lipid dan ikatan ester.

9. Berkembang biak dengan cara membelah diri

Bakteri berkembang biak dengan cara membelah diri. Berbeda dengan eukariotik, proses membelah diri pada bakteri tidak disertai dengan terjadinya kondensasi kromosom dan pembentukan benang spindle.

Umumnya bakteri hanya memiliki satu kromosom berbentuk sirkuler. Selama proses pembelahan, kromosom terduplikasi menjadi dua dan setiap kromosom terpisah ke dua sisi sel. Selanjutnya sitoplasma bertekuk ke dalam memisahkan sel menjadi dua.

Struktur Bakteri

Struktur Bakteri

Bakteri memiliki struktur yang sangat sederhana. Berbagai aktivitas kehidupan dilakukan hanya dengan satu sel saja. Secara umum,  struktur bakteri dapat dibagi ke dalam dua macam yaitu struktur dasar dan struktur tambahan.

Yang dimaksud dengan struktur dasar bakteri adalah struktur bakteri yang dimiliki oleh hampir semua jenis bakteri. Struktur dasar bakteri meliputi dinding sel, membran plasma, dan sitoplasma. Adapun struktur tambahan bakteri adalah struktur bakteri yang hanya dimiliki oleh bakteri tertentu. Struktur tambahan bakteri  meliputi kapsul, flagellum, pili, fimbria, kromosom, vakuola gas, dan endospore.

Dengan demikian, struktur bakteri adalah sebagai berikut.

1. Dinding sel

Sebagian besar bakteri memiliki dinding sel. Dinding sel bakteri memiliki struktur yang sangat kompleks dan bertanggung jawab penuh atas bentuk sel. Struktur ini pulalah yang melindungi membrane sitoplasma dan semua bagian yang ada dalam sel bakteri.

Dinding sel bakteri tersusun atas senyawa yang disebut dengan peptidoglikan. Terdapat beberapa komponen yang menyusun senyawa peptidoglikan yaitu N-acetyl glucosamine (NAG) dan N-acetyl muramic acid (NAM). Kedua komponen ini secara selang seling membentuk tulang punggung dinding sel. Pada NAM terdapat 4 asam amino dan asam amino ini membentuk ikatan silang dengan asam amino NAM lainnya.

Komposisi dinding sel tidaklah sama bagi setiap bakteri. Karena itu, berdasarkan perbedaan komposisi dinding sel, terdapat dua macam golongan bakteri yaitu bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif.

  • Bakteri Gram positif yaitu bakteri yang memiliki lapisan peptidoglikan yang tebal pada dinding selnya. Bakteri golongan ini akan berwarna ungu jika diberi pewarnaan Gram. Contoh : Vibrio cholerae.
  • Bakteri Gram negatif yaitu bakteri yang memiliki lapisan peptidoglikan yang tipis pada dinding selnya. Bakteri golongan ini akan berwarna merah atau merah muda jika diberi pewarnaan Gram. Contoh : Escherichia coli.

2. Membran sel atau membran plasma

Ciri-ciri Bakteri dan Struktur Bakteri

Membran sel atau membran plasma pada bakteri merupakan lapisan yang menyelimuti sitoplasma beserta isinya. Membran ini terletak di bagian dalam dinding sel tetapi tidak melekat dengan dinding sel. Membran sel atau membran plasma tersusun dari lapisan fosofolipid dan protein. Membran sel merupakan pintu bagi keluar masuknya zat-zat di dalam sel yang merupakan komponen sitoplasma.

3. Sitoplasma

Sitoplasma adalah cairan sel atau protoplasma. Protoplasma adalah koloid yang mengandung karbohidrat, protein, enzim-enzim, belerang, kalsium karbonat dan volutin. Sitoplasma terdiri dari beberapa komponen, yaitu inti, ribosom, granula sitoplasma, dan plasmid.

  • Inti Inti bakteri dapat dilihat dengan mikroskop electron. Inti bakteri merupakan daerah yang tidak tembus cahaya electron dan di dalamnya terkandung asam deoksiribonukleat (ADN). Inti bakteri tidak memiliki membrane sehingga termasuk dalam organisme prokariotik.
  • Ribosom merupakan organel yang tersebar dalam sitoplasma. Ribosom tersusun dari protein dan asam ribonukleat (ARN atau RNA). Ribosom berfungsi dalam sintesis protein.
  • Granula sitoplasma atau granula penyimpanan berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan yang dibutuhkan bakteri.
  • Plasmid adalah DNA tambahan yang dimiliki bakteri berbentuk melingkar tetapi lebih kecil. Plasmid berisi materi genetika yang tidak berperan penting dalam pertumbuhan sel. Plasmid dapat hilang tanpa membuat sel mati.

4. Kapsul atau lapisan lendir

Pada jenis bakteri tertentu seperti bakteri pathogen terdapat kapsul atau lapisan lendir yang menyelubungi dinding sel bakteri. Kapsul ini umumnya tersusun atas senyawa polisakarida, polipeptida atau glikoprotein (protein-polisakarida).

Fungsi kapsul adalah sebagai pengikat antar sel dan melindungi diri terhadap faktor lingkungan atau melindungi diri dari antibodi yang dihasilkan oleh sel inang. Kehadiran kapsul sangat penting bagi bakteri pathogen karena dapat meningkatkan kemampuannya menyebabkan infeksi. Sebaliknya, jika suatu bakteri pathogen kehilangan kapsulnya maka bakteri tersebut akan kehilangan kemampuannya menyebabkan infeksi.

5. Flagel

Flagel

Flagel atau bulu cambuk adalah suatu benang halus yang berpangkal pada sitoplasma dan digunakan bakteri sebagai alat pergerakan. Namun perlu dipahami pula bahwa tidak semua gerakan bakteri disebabkan oleh adanya flagel.

Flagel tersusun atas senyawa protein yang disebut flagelin, sedikit karbohidrat, dan pada beberapa bakteri mengandung lipid. Flagel berukuran sangat kecil dengan ketebalan 0,02 – 0,1 mikron, dan panjang melebihi panjang sel bakteri.

Jumlah dan letak flagel pada berbagai jenis bakteri sangat bervariasi. Jumlah flagel bisa satu, dua, atau lebih dan letaknya dapat di ujung, sisi, atau pada seluruh permukaan sel. Dilihat dari letak dan jumlah fagelnya, bakteri dikelompokkan ke dalam (lima) macam golongan bakteri yaitu bakteri atrik, bakteri monotrik, bakteri lofotrik, bakteri amfitrik, dan bakteri peritrik.

  • Bakteri atrik adalah bakteri yang tidak mempunyai flagel, seperti Shigella sp
  • Bakteri monotrik adalah bakteri berflagel tunggal pada salah satu ujungnya, misalnya Pseudomonas aeruginosa.
  • Bakteri lofotrik adalah bakteri berflagel banyak pada salah satu ujungnya, misalnya Pseudomonas flourescensm.
  • Bakteri amfitrik adalah bakteri yang pada kedua ujungnya masing-masing mempunyai satu flagel, misalnya Aquaspirillum serpens
  • Bakteri peritrik adalah bakteri berflagel banyak yang terletak di seluruh permukaan sel, misalnya Salmonella thyposa.

6. Pili

Pili adalah benang-benang halus yang menyebar di seluruh permukaan tubuh bakteri. Bentuknya mirip dengan flagel tetapi lebih pendek, kaku, diameternya lebih kecil, dan tersusun dari protein yang disebut pilin.

Sebagian besar pili ditemui pada bakteri Gram negatif. Pili memiliki panjang sekitar 0,5 – 20 mikron. Pili juga tersusun melingkari sel, dan tiap sel berjumlah kurang lebih 150 buah. Seperti flagel, pili juga berpangkal pada protoplasma.

Pili memiliki beberapa fungsi antara lain untuk melekatkan sel bakteri dengan permukaan medium cair yang kadar oksigennya lebih baik serta melekatkan sel bakteri yang satu dengan sel bakteri lainnya. Fungsi pelekatan sel bakteri ini sangat penting pada proses reproduksi bakteri secara konjugasi.

7. Klorosom

Tepat di bawah membran plasma terdapat struktur yang disebut dengan klorosom. Klorosom umumnya mengandung pigmen klorofil dan pigmen lainnya yang berperan dalam proses fotosintesis. Karena itu, klorosom hanya terdapat pada bakteri yang melakukan proses fotosintesis.

8. Vakuola gas

Struktur Bakteri dan Penjelasannya

Pada bakteri yang hidup di air dan berfotosintesis terdapat vakuola gas. Jumlah gas dalam vakuola gas dapat diatur sedemikian rupa oleh bakteri sehingga secara keseluruhan kepadatan selnya dapat meningkat ataupun berkurang. Akibatnya, bakteri dapat dengan leluasa bergerak ke atas untuk memperoleh cahaya matahari ataupun bergerak ke bawah air.

9. Endospora

Ada beberapa bakteri yang dapat membentuk endospora atau spora. Endospora adalah spora yang terbentuk di dalam sel bakteri jika kondisi lingkungan sangat tidak menguntungkan bagi bakteri.

Spora ini berbentuk bulat atau bulat lonjong, sangat refraktil, sangat tahan terhadap panas, sukar dicat, dan sangat tahan terhadap berbagai macam faktor eksternal yang buruk. Fungsi spora pada bakteri bukan sebagai alat perkembangbiakan melainkan sebagai alat untuk mempertahankan diri.

Adapun yang terkandung dalam endospora adalah sedikit sitoplasma, materi genetik, dan ribosom. Dinding endospora cukup tebal karena tersusun atas protein. Tebalnya dinding endospora menyebabkan endospora resisten terhadap radiasi cahaya, kekeringan, zat kimia, dan suhu tinggi.

Jadi, jika kondisi lingkungan tidak menguntungkan, maka bakteri pembentuk spora akan mengubah bentuk vegetatifnya menjadi spora. Sebaliknya, jika kondisi lingkungan menguntungkan maka spora akan tumbuh menjadi sel bakteri baru atau sel vegetatif. Bakteri yang menghasilkan endospora di antaranya adalah bakteri dengan genus Bacillus dan Clostridium.

Sekian pembahasan mengenai ciri-ciri bakteri beserta struktur bakteri. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend