Kenali Ciri-ciri Cerpen Beserta Penjelasannya, Yuk Disimak!

Salah satu genre dalam sastra Indonesia yang usianya lebih muda dibandingkan dengan puisi dan novel adalah cerita pendek atau cerpen. Menurut catatan sejarah kesusastraan Indonesia, penulisan cerpen dimulai pada sekitar tahun 1910an.

Adalah Muhamad Kasim bersama Suman Hasibuan yang pertama kali memperkenalkan beragam bentuk tulisan yang  berisi cerita pendek dan lucu. Sejak saat itulah, bentuk penulisan cerita pendek (cerpen) mulai dikenal di Indonesia.

Tahun 1930an adalah tahun-tahun dimana cerpen mengalami masa indah. Banyak sekali cerpen yang dihasilkan oleh sastrawan Indonesia. Hal ini didukung dengan hadirnya dua majalah penting seperti pedoman Masjarakat dan Poedjangga Baroe. Cerpen-cerpen yang terbit saat itu banyak bertemakan tentang kemanusiaan, pergerakan ke arah kebangsaan, tema-tema revolusi, dan kisah-kisah lucu.

Ciri-ciri Cerpen

Menurut Ensiklopedi Sastra Indonesia (2004), yang dimaksud dengan cerpen atau cerita pendek adalah cerita rekaan yang memusatkan pada satu tokoh dalam suatu situasi, hingga memberikan kesan tunggal terhadap perkalian yang mendasari cerita tersebut. Karena bentuknya, cerpen lebih cepat merefleksikan kenyataan di sekitar pengarang secara lebih cepat dan lebih beragam dibandingkan novel

Sebagai sebuah karya rekaan atau fiksi, cerpen dibangun oleh dua unsur pokok yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik cerpen. Unsur intrinsik cerpen meliputi tema, alur, latar, penokohan, point of view atau sudut pandang, amanat, dan gaya bahasa. Sementara itu, unsur ekstrinsik cerpen meliputi nilai-nilai budaya, sosial, atau moral.

Sebagaimana halnya karya sastra lainnya, cerpen juga memiliki ciri-ciri tersendiri. Adapun ciri-ciri cerpen adalah sebagai berikut.

1. Tidak terlalu panjang

Ciri-ciri Cerpen dan Penjelasannya

Sesuai dengan namanya, cerita pendek atau cerpen adalah cerita yang pendek bentuknya. Pendek di sini mengandung arti bahwa cerita tersebut dapat dibaca dalam sekali duduk.

Cerpen yang baik adalah cerpen yang dapat meninggalkan kesan tersendiri kepada pembacanya secara terus menerus dari kalimat awal hingga kaliamat akhir. Karena itu, cerita disampaikan secara singkat, padat, dan tidak terlalu rinci. Panjang pendeknya cerpen ditentukan oleh terbatasnya jumlah kata yang digunakan serta singkatnya penyajian cerita.

2. Jumlah kata terbatas

Panjang pendeknya cerpen sangat bergantung pada jumlah kata yang digunakan. Terkait dengan jumlah kata yang digunakan, tidak ada pendapat yang seragam.

Ada yang menyatakan bahwa jumlah kata yang digunakan dalam cerpen berkisar antara 500 – 5000 kata. Ada juga yang berpendapat bahwa cerpen terdiri dari kurang dari 10.000 kata.

Pendapat lain menyatakan, jumlah kata yang digunakan dalam cerpen kurang lebih sekitar 5000 kata atau setara dengan 17 halaman. Bahkan, ada yang berpendapat bahwa suatu karya disebut cerpen manakala jumlah kata yang digunakan mencapai 15.000 kata atau setara dengan 50 halaman.

3. Struktur penulisan cerpen

Umumnya, cerpen ditulis dengan merujuk pada struktur penulisan tertentu yakni awal, isi, dan akhir. Di bagian awal,  cerita ditulis semenarik mungkin dan mudah diingat oleh pembaca. Bagian isi menceritakan tentang satu kejadian secara tuntas dan utuh. Kemudian pada bagian akhir, cerita ditutup dengan kejutan.

4. Peristiwa atau isi cerita disajikan singkat dan padat

Kisah Persahabatan

Cerita pendek tidak hanya ditandai dengan terbatasnya jumlah kata yang digunakan, melainkan juga peristiwa atau isi cerita yang disampaikan.

Umumnya, peristiwa atau isi cerita dalam cerpen disajikan secara singkat tetapi mengandung kesan yang sangat mendalam bagi pembacanya. Dibandingkan dengan karya sastra lainnya seperti novel, peristiwa atau isi cerpen juga disajikan secara padat dan langsung pada tujuannya.

5. Isi cerita tentang satu kejadian

Cerita pendek atau cerpen biasanya hanya mengisahkan atau menceritakan satu kejadian saja yang dikupas secara tuntas dan utuh. Itulah sebabnya dalam cerpen biasanya tidak menggambarkan seluruh kisah kehidupan seseorang melainkan hanya satu fase penting yakni dari terjadinya perkembangan jiwa hingga terjadinya krisis tetapi tidak sampai menimbulkan perubahan nasib seperti dalam novel.

6. Tema cerpen

Tema adalah ide cerita. Tema yang biasa diangkat ke dalam cerpen adalah masalah kehidupan sehari-hari seperti cinta kasih, persahabatan, pertikaian, dan lain sebagainya. Biasanya, tema cerpen berkaitan erat dengan sikap pengarang terhadap kehidupan. Pengarang cerpen umumnya menyalurkan tema melalui alur cerita, tokoh cerita, dan bahasa yang digunakan.

7. Beralur tunggal dan lurus

Kenali Ciri-ciri Cerpen

Sebagaimana karya sastra lainnya, cerpen juga memiliki alur cerita. Yang dimaksud dengan alur adalah rangkaian peristiwa atau kejadian yang memiliki hubungan sebab akibat. Dibandingkan dengan alur novel yang lebih rumit dan panjang, alur cerpen umumnya lebih sederhana.

Selain itu, ditilik dari kuantitas alur dan pengembangannya, cerpen pada umumnya beralur tunggal dan maju. Alur tunggal adalah alur yang hanya memiliki satu garis pengembangan cerita. Sedangkan, alur maju adalah alur yang menceritakan rangkaian peristiwa yang disusun secara berurutan dari masa kini ke masa depan.

Alur terjadi karena adanya konflik. Dalam cerpen terdapat berbagai macam bentuk konflik, di antaranya adalah sebagai berikut.

  • Konflik antara seorang tokoh dengan dirinya sendiri atau konflik batin.
  • Konflik antara seorang tokoh dengan tokoh lainnya.
  • Konflik antara seorang tokoh dengan lingkungannya.
  • Konflik antara seorang tokoh dengan Tuhan atau keyakinannya.

8. Terbatasnya tokoh yang ada dalam cerpen

Dalam cerpen, tokoh yang ditampilkan tidaklah banyak. Tokoh-tokoh dalam cerpen memiliki cara tersendiri dalam menghadapi masalah. Hal ini disebabkan adanya perbedaan latar belakang serta watak dari masing-masing tokoh.

9. Penokohan

Yang dimaksud dengan penokohan adalah cara pengarang menggambarkan serta mengembangkan karakter para tokoh dalam cerpen. Penggambaran karakter para tokoh dalam cerpen dilakukan secara sangat sederhana, singkat dan tidak mendalam. Ada dua teknik yang umum dilakukan pengarang dalam menggambarkan karakter para tokoh dalam cerpen yaitu teknik analitik dan teknik dramatik.

Teknik analitik adalah teknik penggambaran karakter tokoh yang dilakukan langsung oleh pengarang, Sedangkan teknik dramatic adalah teknik penggambaran karakter tokoh melalui perilaku, lingkungan, dialek bahasa, jalan pikiran, atau gambaran yang dilakukan oleh orang lain.

10. Ekonomis dalam penggunaan kata

Ciri-ciri Cerpen dalam Sastra

Karena cerita pendek disajikan dengan singkat, padat, dan langsung pada tujuan, kata-kata yang digunakan pun sangat ekonomis. Selain itu, kata-kata yang digunakan dalam cerpen adalah kata-kata yang sangat dikenal masyarakat. Dalam arti, kata-kata yang digunakan adalah kata-kata yang kerap digunakan dalam kehidupan sehari-hari.

11. Latar

Latar atau setting dalam cerpen atau karya sastra lainnya tidak hanya merujuk pada lokasi atau tempat terjadinya peristiwa yang bersifat fisik melainkan juga nonfisik seperti adat istiadat, cara, kepercayaan, dan nilai-nilai yang berlaku di suatu tempat.

Latar suatu cerpen dapat bersifat faktual atau rekaan. Latar yang dilukiskan dalam cerpen hanya sesaat dan dalam lingkungan yang relatif terbatas. Namun, yang paling penting adalah latar cerpen harus mampu mendukung unsur cerita yang lain, misalnya mendukung tema cerita, mendukung gerakan alur cerita, menghasilkan karakter tertentu, dan menjadi dasar bagi pengungkapan nilai-nilai yang ingin disampaikan oleh pengarangnya.

Latar memiliki fungsi utama yaitu mempertegas atau memperkuat keyakinan pembaca terhadap jalannya suatu cerita. Oleh karena itu, semakin baik pengetahuan dan imajinasi seorang pengarang, maka semakin baik pula latar yang diciptakannya dalam cerita.

12. Menimbulkan efek tertentu pada pembaca

Peristiwa atau isi cerita yang disajikan dalam cerpen hendaknya mampu menimbulkan efek tertentu pada pembacanya yakni efek tunggal serta unik. Efek tunggal maksudnya menimbulkan efek ketunggalan pikiran serta tindakan yang dapat dikembangkan lebih lanjut melalui sebuah garis yang langsung dari awal hinga akhir.

Sekian pembahasan mengenai ciri-ciri cerpen beserta penjelasannya. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend