Kenali Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut Beserta Karakteristiknya, Yuk Disimak!

Para ahli atau pakar dunia tumbuham membagi tumbuhan berdasarkan berkas pembuluhnya ke dalam 2 kategori yaitu tumbuhan vaskuler (tumbuhan berpembuluh) dan nonvaskuler (tumbuhan tidak berpembuluh). Salah satu contoh tumbuhan yang tidak memiliki pembuluh ialah tumbuhan lumut (Bryophyta).

Tumbuhan lumut telah menunjukkan diferensiasi tegas antara organ fotosintetik dan organ penyerap hara, akan tetapi belum memiliki daun dan akar sejati serta belum memiliki pembuluh sejati.

Walaupun demikian lumut tetap mampu melakukan fotosintesis dan menyerap unsur hara. Lumut disebut juga bryopyta. Lumut merupakan kelompok tumbuhan terbesar yaitu dengan jumlah 4.000 spesies yang telah ditemukan di seluruh dunia dan 3.000 diantaranya tumbuh di wilayah Indonesia.

Tumbuhan lumut adalah tumbuhan pelopor, yang dapat tumbuh di suatu tempat walaupun tumbuhan lain mampu tumbuh ditempat tersebut. Ini terjadi karena ukurannya yang kecil tetapi tumbuh membentuk koloni yang bisa menjangkau area yang luas. Sumber hara untuk tumbuhan lumut dapat diperoleh dari jaringan tumbuhan yang telah mati.

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut

Divisi dari tumbuhan lumut atau Bryophyta terbagi menjadi 3 kelas yaitu lumut hati (kelas Hepaticopsida), lumut tanduk (kelas Anthoceropsida) dan lumut sejati (Bryopsida). Tumbuhan lumut merupakan peralihan antara tumbuhan bertalus (kelas Thallophyta) dan tumbuhan berkormus (kelas Cormophyta).

Kebanyakan orang beranggapan bahwa tumbuhan lumut yang kita jumpai disekitar lingkungan hidup kita itu tidak berguna. Perlu anda ketahui tumbuhan lumut memiliki fungsi yang belum kita ketahui. Misalnya tumbuhan lumut yang tumbuh di tanah hutan hujan dapat membantu menahan erosi, menyerap air di musim kemarau dan mengurangi terjadinya banjir. Selain itu tumbuhan lumut bisa digunakan sebagai ornamen tata ruang. Untuk obat mata dan kulit bida menggunakan tumbuhan lumut dari beberapa spesies Sphagnum.

Namun dalam ulasan ini tidak membahas mengenai fungsi ataupun guna dari tumbuhan lumut, akan tetapi akan membahas lebih rinci mengenai ciri-ciri atau karakteristik yang unik dari tumbuhan lumut yang mungkin belum kamu ketahui. Apa saja? Nah, berikut ini adalah ciri-ciri tumbuhan lumut beserta penjelasan lengkapnya, yuk disimak dengan baik:

1. Habitat

Tumbuhan lumut tumbuh di tempat yang lembab, seperti di dinding sumur, di batang pohon, di kulit kayu yang lembab, di tebing, di tanah dalam hutan, di bebatuan sungai, dan lain sebagainya.

Selain itu, lumut juga dapat tumbuh di sekitar dinding rumah yang keadaannya lembab akibat kurang terkena sinar matahari. Tumbuhan lumut hidup secara berkoloni.

2. Gametofit

Gametofit dan Sporofit Tumbuhan Lumut

Tumbuhan lumut memiliki generasi gametofit. Gametofit ialah bentuk kehidupan yang fungsinya untuk melakukan reproduksi seksual atau generatif pada organisme yang mengalami fase pergiliran keturunan.

Pada Viridiplantae (tumbuhan darat), pergiliran keturunan memiliki dua fase kehidupan yang berulang-ulang yaitu gametofit (fase generatif) dan sporofit (fase vegetatif).

Fase gametofit pada tumbuhan lumut cenderung bertahan selama bertahun-tahun lamanya, bahkan dapat menopang kehidupan sporofitnya. Satu koloni gametofit bisa menghasilkan sporofit berulang-ulang. Gametofit tumbuhan lumut berasal dari spora. Spora tersebut disebarkan oleh sporogonium yang dibawa oleh sporofit.

Sporofit ialah tumbuhan lumut yang mempunyai spora. Biasanta sporofit berwarna kuning, coklat, ungu dan merah. Dan sporofit akan menopang hidup pada gametofit yang memiliki bentuk bertangkai mirip dengan kapsul. Gametofit akan memberikan makanan terhadap sporofit seperti garam, air dan zat lainnya.

3. Ukuran

Tumbuhan lumut memiliki ukuran yang kecil. Sebagian besar ukurannya tidak melebihi 1 cm sampai 2 cm. Tetapi ada juga tumbuhan lumut yang tumbuh sampai 20 cm.

4. Warna

Ciri-Ciri Tumbuhan Lumut dan Karakteristiknya

Tumbuhan lumut memiliki warna hijau. Warna hijau dari tumbuhan lumut mengandung klorofil yang dapat digunakan untuk proses fotosintesis (autotrof), sehingga tumbuhan lumut dapat memproduksi makannya sendiri sama seperti tumbuhan hijau lain.

5. Jaringan/Berkas Pembuluh

Tumbuhan darat umumnya memiliki berkas pembuluh yaitu xylem dan floem. Namun berbeda dengan tumbuhan lumut yang tidak memiliki kedua berkas pembuluh tersebut. Jaringan pengangkut tumbuhan lumut ialah jaringan empulur.

Sementara penyerapan air dilakukan oleh rizoid, yaitu dengan  cara imbibisi. Untuk mendistribusikan air dan hasil fotosintesis ke seluruh tubuh tumbuhan lumut melalui proses difusi, daya kapilaritas atau dengan aliran sitoplasma.

6. Lapisan Pelindung

Lapisan Pelindung Lumut

Kutikula dan gametangia merupakan lapisan pelindung pada tumbuhan lumut yang terdapat pada bagian luar. Kedua lapisan itu berupa lapisan berlilin, yang fungsinya menahan masuknya air. Fungai lain yaitu untuk mengurangi penguapan.

7. Dinding Sel

Dilihat dari struktur dinding sel tumbuhan lumut terdiri atas selulosa. Tetapi dinding selnya tidak memiliki lignin, sementara  pada tumbuhan darat umumnya dinsing selnya diperkuat oleh lignin.

8. Daun

Tumbuhan lumut

Karena ukurannya yang kecil, banyak orang beranggapan bahwa lumut tidak mempunyai daun. Tapi hal tersebut salah, karena tumbuhan lumut memiliki daun yaitu tersusun dari selapis sel (terkecuali pada ibu tulang daunnya, memiliki tebal 15 sel) dengan ukuran kecil, panjang, sempit serta mengandung kloroplas (tersusun seperti jala). Pada ibu tulang daun tidak terdapat kloroplas.

9. Akar

Akar tumbuhan lumut berupa rizoid (akar semu) yang terdiri dari beberapa lapisan sel parenkim dan berbentuk serabut yaitu mirip benangzbenang halus atau rambut. Fungsi akar lumut untuk melekatkan lumut pada permukaan tempatnya tumbuh.

10. Struktur Tubuh

Tumbuhan lumut berbeda dengan tumbuhan darat pada umumnya karena belum memiliki batang, daun dan akar sebenarnya.

11. Sel Kelamin

Sel kelamin pada tumbuhan lumut terdiri dari dua jenis yaitu sperma (yang diproduksi oleh anteridium) dan ovum (yang diproduksi oleh arkegonium).

12. Cara Berkembang Biak

Tumbuhan lumut berkembang biak dengan cara seksual dan aseksual. Cara perkembangbiakannya berlangsung secara bergantian sehingga terjadi pergantian keturunan yang disebut dengan istilah metagenesis (pergiliran keturunan).

Itulah penjelasan tentang ciri-ciri tumbuhan lumut beserta karakteristiknya yang perlu kita ketahui. Semoga bermanfaat dan mudah dipahami!

Leave a Reply

Send this to a friend