• Our Partners:

Mark Zuckerberg Coca-Cola Facebook Fan Page

Coca Cola Stop Iklan, Mark Zuckerberg Kehilangan Rp 98 Triliun

NESABAMEDIA.COMAksi boikot yang dilakukan sejumlah brand ternama dunia dengan menghentikan kerjasama iklan, memberikan pukulan yang cukup telak ke Facebook. Saham jejaring sosial media terbesar dunia dan juga keuangan Mark Zuckerberg dikabarkan merosot drastis. Jumlah kekayaan Zuck diketahui berkurang hingga Rp 98 Triliun, sementara saham Facebook turun lebih dari 8 persen hanya dalam beberapa hari saja.

Salah satu nama brand besar yang turut andil menyumbangkan kerugian terbesar dalam bisnis Facebook adalah Coca Cola. Perusahaan soft drink ini ikut mendukung gerakan #StopHateforProfit yang digagas oleh kelompok Hak Sipil Amerika. 

Coca-Cola Hentikan Iklan

Pimpinan Coca-Cola memutuskan untuk menghentikan periklanan mereka yang selama ini sudah berjalan di Facebook. Boikot itu dilakukan selama 30 hari ke depan, hingga Facebook mau melakukan revisi atas kebijakan mereka terkait masalah rasialisme dan hak sipil.

Pihaknya menyebut tidak boleh ada tempat untuk isu-isu rasis di dunia ini, apalagi di sosial media. Tak hanya menuntut revisi kebijakan, Coca-Cola juga menginginkan adanya transparansi data dari Facebook terhadap para pengiklan mereka.

Kampanye #StopHateforProfit berlangsung sejak 19 Juni yang lalu, sebagai buntut dari tewasnya George Floyd akibat tindakan kekerasan aparat kepolisian Minneapolis. Masalah kemudian berlanjut dan menyebar ke Facebook. Pasalnya jejaring sosial media milik Mark Zuckerberg itu menolak untuk menghapus konten Donald Trump yang identik dengan tindak kekerasan.

Karena sudah memasuki ranah sosial media, kampanya tagar #StopHateforProfit itu pun menyarankan kepada para pengiklan untuk melakukan aksi boikot dengan menghentikan kerjasama. Bak gayung bersambut, permintaan itu diwujudkan sejumlah brand besar. Beberapa nama besar yang awalnya melakukan aksi boikot diantaranya adalah, Unilever, the North Face, Verizon, dan yang terbaru adalah Starbucks.

Facebook Bikin Kebijakan Baru

Tekanan yang dilakukan kelompok aktivis dan juga brand ternama itu rupanya berhasil. Zuckerberg pun kemudian mengumumkan bahwa jejaring sosial miliknya akan menerbitkan kebijakan baru sebagai jawaban tuntutan itu. 

Kebijakan tersebut yakni, Facebook bakal memberikan tanda khusus pada setiap unggahan tokoh-tokoh politik yang dianggap bisa melanggar aturan dan kebijakan yang ada. Seperti ujaran kebencian hingga pidato yang memprovokasi. Perubahan kebijakan ini pun memberikan dampak yang cukup signifikan, terlebih jejaring sosial media tersebut selama ini dikenal enggan untuk melakukan moderasi atau pengawasan terhadap setiap unggahan dan retorika tokoh-tokoh politik.

Leave a Reply

Send this to a friend