• Our Partners:

Contoh Kalimat Konjungsi Antar-kalimat

Berikut Ini Contoh Kalimat Konjungsi Beserta Jenis-jenisnya, Yuk Disimak!

Contoh Kalimat Konjungsi – Kalian pasti sudah tidak asing dengan yang namanya konjungsi. Konjungsi adalah kata penghubung yang bertugas menghubungkan satu pola dengan pola yang lainnya. Pola ini dapat berupa klausa, kalimat, maupun paragraf. Konjungsi dapat berfungsi menghubungkan klausa dengan klausa, kalimat dengan kalimat, bahkan paragraf dengan paragraf.

Berbeda pola, maka berbeda pula konjungsi yang digunakan. Sebab masing-masing konjungsi memiliki fungsi dan peletakan sendiri. Nah, itulah yang akan kita pelajari di artikel ini.

Di sini kita akan membahas mengenai contoh konjungsi berdasarkan jenis-jenisnya. Jenis-jenis konjungsi bisa berdasarkan peletakannya maupun fungsinya. Jadi, simak terus ya.

Contoh Kalimat Konjungsi dan Jenis-jenisnya

Contoh Kalimat Konjungsi dan Jenis-jenisnya

Berdasarkan peletakannya, konjungsi dibagi menjadi dua jenis yaitu konjungsi antarklausa (intra kalimat) dan konjungsi antar-kalimat.

1. Konjungsi Antarklausa

Konjungsi antar-klausa adalah kata penghubung yang menghubungkan satu klausa dengan klausa yang lainnya, dimana klausa-klausa tersebut masih terletak dalam satu kalimat. Biasanya konjungsi antar-klausa diletakkan di tengah kalimat. Kita akan sering menemui jenis konjungsi ini pada kalimat majemuk. Konjungsi antar-klausa bisa dikelompokkan menjadi dua jenis, yaitu konjungsi koordinatif dan konjungsi subordinatif.

a. Konjungsi Koordinatif

Konjungsi koordinatif adalah konjungsi yang menghubungkan dua klausa yang sifatnya setara. Setara yang dimaksud di sini adalah masing-masing klausa dapat berdiri sendiri tanpa adanya klausa yang lain. Konjungsi koordinatif biasa kita temui pada kalimat majemuk setara.

Berikut ini beberapa contoh konjungsi koordinatif yang sering digunakan, yakni tetapi, atau, dan, sedangkan, melainkan, lalu, dan lain sebagainya.

Contoh kalimat menggunakan konjungsi koordinatif :

  • Aku bekerja keras semalaman mengerjakan PR tetapi temanku justru sibuk main game
  • Aku tidak cantik sedangkan kakakku sangat cantik
  • Ibu sedang memasak atau Ibu sedang menjahit
  • Aku tidak ingin menjadi pintar melainkan aku hanya ingin menjadi terkenal
  • Dia pulang dari sekolah lalu menemui adiknya yang sedang di rumah sakit

b. Konjungsi Subordinatif

Kebalikan dari konjungsi koordinatif, konjungsi subordinatif justru digunakan untuk menghubungkan dua klausa yang sifatnya tidak setara. Tidak setara yang dimaksud adalah salah satu klausa memiliki kedudukan yang lebih tinggi dari klausa lainnya. Oleh karena itulah, konjungsi subordinatif lebih sering digunakan pada kalimat majemuk bertingkat, dimana klausa-klausa di dalamnya memiliki hubungan yang tidak setara.

Karena ketidaksetaraan yang dimiliki, konjungsi yang digunakan dalam kalimat akan menunjukkan hubungan antara satu klausa dengan klausa lainnya. Berikut ini adalah contoh konjungsi subordinatif :

  • Penghubung waktu             : sejak, sewaktu, sehabis, setelah, sedari, sambil, tatkala
  • Penghubung syarat             : asalkan, bilamana, bila, jika, jikalau, manakala, kalau
  • Penghubung penyebab      : sebab,karena
  • Penghubung cara                : tanpa, dengan
  • Penghubung konsesif        : sekalipun, biarpun, walaupun
  • Penghubung penjelasan    : bahwa
  • Penghubung akibat            : sehingga, makanya
  • Penghubung atributif        : yang
  • Penghubung perbandingan : ibarat, seolah-olah, laksana, seperti, sebagaimana
  • Penghubung permisalan  : umpamanya, seandainya, andaikan
  • Penghubung tujuan           : agar, supaya, biar

Contoh kalimat konjungsi subordinatif

  • Vera mulai jadi pemurung sejak ibunya meninggal
  • Aku akan memberikan adikku uang jika dia lebih penurut
  • Aku harus belajar dengan giat agar mendapat peringkat 1
  • Riki marah pada Riko seolah-olah Riko merusak mainannya
  • Ibu pasti akan memberi uang Kakak seandainya Kakak setuju untuk rajin belajar
  • Gina keukeuh tidak mau makan sekalipun diberi uang oleh orang tuanya

2. Konjungsi Antar-kalimat

Contoh Kalimat Konjungsi Antar-kalimat

Jika konjungsi antar-klausa menghubungkan satu klausa dengan klausa lainnya, maka konjungsi antar-kalimat adalah kata penghubung yang menghubungkan kalimat satu dengan kalimat lainnya. Konjungsi antar-kalimat biasanya diletakkan di awal kalimat kedua setelah tanda baca titik, tanya, maupun seru.

Berikut ini merupakan contoh-contoh konjungsi antar-kalimat yang sering digunakan, yakni sebelum itu, namun, akan tetapi, dengan demikian, sesudah itu, setelah itu, kemudian, sebaliknya, oleh karena itu, oleh sebab itu, bahkan, meskipun demikian, biarpun demikian, walaupun demikian, selain itu, lagipula, dan masih banyak lagi.

Contoh Penggunaan Konjungsi Antarkalimat

  • Kemarin Adin bangun pukul 6 pagi. Setelah itu, dia mencuci muka dan menggosok gigi
  • Iklan rokok yang bertuliskan “rokok membunuhmu” sepertinya tidak memiliki efek takut pada masyarakat. Walaupun demikian, iklan tersebut masih saja digunakan sampai saat ini.
  • Semester kemarin, Riki mendapatkan peringkat terakhir di kelas. Meskipun demikian, ia tidak menyerah dan justru ia bangkit untuk membuktikan bahwa ia tidak bodoh.

Contoh Kalimat Konjungsi Antar-kalimat

Selain berdasarkan peletakannya, konjungsi bisa juga dibedakan berdasarkan fungsinya. Setiap konjungsi memiliki peran sendiri pada kalimat. Setiap konjungsi memiliki fungsi untuk menunjukkan hubungan satu pola dengan pola lainnya. Nah, berikut ini adalah jenis-jenis konjungsi berdasarkan fungsinya.

1. Konjungsi Aditif

Konjungsi yang menghubungkan dua kata, frasa, klausa, maupun kalimat yang kedudukannya setara. Contoh : dan, serta, lagi, lagipula

2. Konjungsi Pertentangan

Konjungsi koordinatif yang menunjukkan hubungan pertentangan dua kalimat. Contoh : akan tetapi, melainkan, sedangkan, padahal, namun, sebaliknya.

3. Konjungsi Disjungtif

Konjungsi koordinatif yang digunakan untuk memilih satu diantara dua pilihan. Contoh : atau, entah, maupun

4. Konjungsi Waktu

Konjungsi yang bisa digunakan untuk menghubungkan dua pola baik yang sederajat maupun yang tidak sederajat. Konjungsi waktu menunjukkan hubungan waktu antara dua pola. Contoh konjungsi untuk pola yang tidak sederajat yaitu sejak, selama, hingga, ketika, sebelum, sementara, dan lain sebagainya. Contoh konjungsi untuk pola yang sederajat yakni sebelumnya dan sesudahnya.

5. Konjungsi Final

Konjungsi final adalah konjungsi yang digunakan untuk menunjukkan maksud dan tujuan dari suatu peristiwa. Konjungsi yang biasa digunakan yakni agar, supaya, untuk, guna

6. Konjungsi Sebab

Konjungsi yang digunakan untuk menunjukkan penyebab suatu peristiwa. Contoh konjungsi yang sering digunakan yakni sebab dan karena.

7. Konjungsi Akibat

Konjungsi yang digunakan untuk menunjukkan akibat dari suatu peristiwa. Contoh konjungsi yang sering digunakan yakni sehingga, sampai, akibatnya

8. Konjungsi Syarat

Konjungsi yang menunjukkan bahwa suatu hal akan dipenuhi apabila memenuhi syarat-syaratnya. Contoh konjungsi yang sering digunakan yakni apabila, jika, jikalau, asalkan, kalau, bilamana

9. Konjungsi Tak Bersyarat

Konjungsi yang menunjukkan bahwa suatu hal dapat terpenuhi tanpa adanya peristiwa lain.Contoh konjungsi yang seringd digunakan yaitu meskipun, walaupun, biarpun

10. Konjungsi Perbandingan

Konjungsi yang digunakan untuk membandingkan dua hal. Contoh konjungsi diantaranya adalah ibarat, umpama, bagaikan, seakan-akan, seperti, sebagaimana

11. Konjungsi Korelatif

Contoh konjungsi korelatif misalnya adalah baik….maupun, tidak hanya….tetapi juga, jangankan….pun

12. Konjungsi Penegas

Konjungsi penegas adalah konjungsi yang digunakan untuk menguatkan atau menegaskan bagian kalimat yang telah disebutkan sebutkan sebelumnya. Contoh konjungsi diantaranya adalah yakni, misalnya, ringkasnya, apalagi, bahkan, dan lain sebagainya.

13. Konjungsi Penjelas

Digunakan untuk menghubungkan kalimat sebelumnya dengan perinciannya, contohnya adalah bahwa.

14. Konjungsi Pembenaran

Konjungsi yang digunakan untuk menghubungkan dua kalimat tunggal. Konjungsi berperan untuk membenarkan suatu hal sekaligus menolak hal lainnya. Contoh konjungsi ini ialah meskipun, walaupun, biarpun, sekalipun.

15. Konjungsi Urutan

Digunakan untuk mengurutkan satu kejadian dengan kejadian lainnya, contoh konjungsi diantaranya ialah kemudian dan lalu.

16. Konjungsi Pembatasan

Contoh konjungsi pembatasan adalah, kecuali, asalkan, selain.

17. Konjungsi Penanda

Digunakan untuk memberi penandaan suatu kejadian, contoh konjungsi ialah misalnya dan umpama.

18. Konjungsi Situasi

Digunakan untuk menjelaskan situasi yang sedang berlangsung dalam keadaan tertentu. Contoh konjungsi, padahal, sambil, dan sedangkan.

Mungkin sekian artikel kali ini. Semoga penjelasan di atas dapat membantu ya. Terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend