• Our Partners:

Di Balik Cortana, Awalnya Bernama Alyx dan Diadaptasi Dari Game

Di Balik Cortana, Awalnya Bernama Alyx dan Diadaptasi Dari Game

NESABAMEDIA.COMAsisten virtual Cortana di Windows bisa dibilang sebuah kegagalan besar dari Microsoft, karena tidak mampu bersaing dengan program lain seperti Google Assistant, Siri milik Apple atau Alexa milik Amazon. Padahal sebelum peluncurannya, Cortana digadang-gadang sebagai salah satu produk terbaik kala itu, namun setelah diluncurkan aplikasi asisten personal itu tidak pernah menjadi sesuatu yang berguna. 

Dalam keterangannya, Sandeep Paruchuri yang merupakan mantan Manajer Produk di Microsoft menceritakan bagaimana Cortana itu berawal. Perbincangan tersebut juga mengungkap beberapa hal yang menarik dari pengembangan dan apa yang ada di balik layar Cortana sebagai sebuah program asisten personel di Windows. 

Nama Cortana sendiri dijelaskan oleh Paruchuri diambil dari seri game Halo, di mana Cortana adalah sebuah software AI yang membantu para pemain, menyediakan informasi mengenai misi dan sejenisnya, yang kemudian nama itu dipilih oleh Microsoft. 

Sebenarnya, tim pengembang memiliki nama sendiri untuk program personal asisten itu, dan itu bernama Alyx, yang menurut mereka terdengar lebih mudah untuk diucapkan. Namun sebelum program personal asisten itu dirilis, bocorannya tersebar ke publik dan entah darimana kaitannya bocoran itu menyebut kata Cortana. 

Para penggemar pun meminta Microsoft untuk menamai program personal asisten dengan nama tersebut, yang akhirnya dituruti oleh Microsoft, dan begitulah pada akhirnya program itu mendapatkan nama Cortana. 

Menariknya, ketika Steve Ballmer masih menjabat sebagai CEO Microsoft, dia ingin mengubah nama Cortana menjadi Bingo, sebagai bagian dari promosi search engine mereka, Bing. Namun perubahan nama itu tidak pernah terjadi, karena posisi Steve Ballmer keburu digantikan oleh Satya Nadella. 

Cortana merupakan sebuah proyek ambisius oleh sebuah tim yang sangat kecil, yang ingin mengembangkan sebuah asisten pintar di kehidupan nyata yang seperti ada di game Halo. Ketika proyek ini progressnya semakin maju, hal ini mengundang lebih banyak orang untuk terlibat di dalamnya.

Sayangnya, semua fitur yang seharusnya hadir di program tersebut membutuhkan waktu pengembangan yang terlalu lama, yang di mana waktu itu tidak dimiliki oleh tim tersebut, sehingga banyak sekali fitur yang tidak jadi dihadirkan. Cortana pun dirilis dengan fitur-fitur dasar, dan hanya tersedia dalam bahasa Inggris.

Cortana mampu hadir di Windows 10 desktop, dan juga hadir di Windows Phone saat itu. Sayangnya fungsionalitas yang dinilai sangat kurang dan terus menjadi seperti produk yang belum selesai, membuat program ini akhirnya tidak mampu bersaing, hingga pada akhirnya Cortana pun ditinggalkan

Subscribe
Notify of
guest

0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend