• Our Partners:

Kerja Sama TikTok dan Twitter Mungkinkah?

Di Tengah Ketidakpastian Microsoft, TikTok Bidik Kerja Sama Twitter?

NESABAMEDIA.COM – Twitter dikabarkan masuk ke daftar calon mitra aplikasi viral TikTok. The Wall Street Journal mengabarkan pada Sabtu (8/8/2020) bahwa perusahaan jejaring sosial itu telah melakukan pembicaraan awal dengan TikTok tentang kerja sama pembelian operasional bisnis di Amerika Serikat dari aplikasi video milik perusahaan China yang sangat populer itu.

Pada hari Kamis, Presiden AS Donald Trump mengeluarkan perintah eksekutif yang secara efektif akan melarang TikTok di AS. Tapi karena pesanan itu tidak masuk sampai bulan depan, itu meninggalkan prospek penjualan ke perusahaan yang berbasis di AS.

Microsoft, Apple, Google, dan Facebook semuanya telah diperiksa namanya di pers sebagai pembeli yang mungkin, dan Microsoft telah mengakui bahwa mereka sedang mengejar kesepakatan.

Trump dan lainnya mengatakan bahwa TikTok adalah ancaman keamanan nasional karena mengumpulkan data pengguna di negaranya dan pemiliknya, ByteDance, terikat pada pemerintah komunis China. ByteDance membantah bahwa aplikasi tersebut menghadirkan ancaman semacam itu dan menjamin keselamatan data penggunanya

Tidak jelas apakah Twitter benar-benar akan mengejar kesepakatan, kata Journal, mengutip sumber anonim. Microsoft semakin jauh dalam negosiasi, kata outlet berita, dan karena lebih kecil, Twitter akan memiliki waktu yang lebih sulit untuk mengumpulkan cukup uang untuk membeli aplikasi.

Kesepakatan antara Microsoft dan TikTok dapat bernilai antara $10 miliar dan $30 miliar, tergantung pada seberapa banyak TikTok yang disetujui raksasa teknologi itu untuk diakuisisi, sebagaimana dilansir dari laman CNBC. Kapitalisasi pasar Twitter sekitar $29 miliar sedangkan Microsoft jauh di atasnya yaitu lebih dari $1,6 triliun, berdasarkan data dari Journal.

Namun, dari segi ukuran Twitter yang lebih kecil kerja sama dengan TikTok bisa menjadi keuntungan, kata perusahaan media sosial itu, karena tidak akan tunduk pada tingkat pengawasan antimonopoli yang sama, kata Journal.

Jika kerja sama dengan TikTok menemukan titik kesepakatan, ini bukanlah yang pertama di Twitter menyediakan platform video pendek. Pada tahun 2012, perusahaan yang didirikan oleh Jack Dorsey itu membeli startup Vine seharga $30 juta, menutupnya empat tahun kemudian.

Baik Twitter dan TikTok menolak mengomentari laporan Journal tersebut.

Leave a Reply

Send this to a friend