Elon Musk Tidak Lagi Termasuk Dalam Dewan Twitter, Meski Jadi Pemilik Saham Terbesar

Elon Musk Tidak Lagi Termasuk Dalam Dewan Twitter, Meski Jadi Pemilik Saham Terbesar

NESABAMEDIA.COMPekan lalu dikabarkan bahwa CEO Tesla, Elon Musk telah membeli sebanyak 9,2% saham di Twitter dan bergabung dalam jajaran dewan perusahaan. Kesepakatan itu juga menyatakan bahwa mereka Elon Musk tidak bisa membeli lebih dari 14,9% saham atau mengambil alih perusahaan. Namun, sepertinya semua rencana tersebut batal dan Musk tidak lagi bergabung dalam jajaran dewan Twitter. 

Informasi ini didapatkan dari CEO Twitter, Parag Agrawal yang membagikan pesannya di Twitter:

“Elon Musk telah memutuskan untuk tidak bergabung dalam jajaran dewan kami. Berikut apa yang bisa saya sampaikan mengenai apa yang sedang terjadi.

Para dewan dan saya berdiskusi banyak mengenai bergabungnya Musk, dan saya juga telah berkomunikasi langsung dengannya. Kami sangat tertarik untuk bisa saling berkolaborasi dan menjelaskan mengenai semua resiko yang ada. Kami juga percaya bahwa memiliki Elon sebagai fidusia perusahaan di mana dia, seperti semua anggota dewan lainnya, harus bertindak demi kepentingan terbaik perusahaan dan semua pemegang saham kami, adalah jalan terbaik ke depan. Dewan pun menawarinya tempat duduk.

Kami mengumumkan pada hari Selasa bahwa Elon akan diangkat sebagai dewan berdasarkan pemeriksaan latar belakang dan penerimaan formal. Pengangkatan Elon sebagai dewan akan efektif secara resmi pada tanggal 9 April 2022, namun Elon mengatakan pada pagi hari di tanggal itu bahwa dia tidak akan lagi bergabung dengan dewan. 

Saya percaya bahwa ini adalah jalan yang terbaik. Kami memiliki dan akan selalu menghargai masukan dari para pemegang saham kami, apakah mereka ada di dewan kami atau tidak. Elon adalah pemegang saham terbesar kami dan kami akan tetap terbuka untuk semua masukannya. 

Akan ada gangguan di depan, tetapi tujuan dan prioritas kami tetap tidak berubah. Keputusan yang kita buat dan bagaimana kita mengeksekusi ada di tangan kita, bukan di tangan orang lain. Mari kita hilangkan kebisingan, dan tetap fokus pada pekerjaan dan apa yang sedang kita bangun.”

Pesan yang disampaikan Agrawal itu cukup rinci, namun tetap samar. Mengingat fakta bahwa Musk memberikan suara tentang perubahan yang harus diterapkan oleh Twitter, agak mengejutkan jika kemudian melihat dirinya mundur dengan tiba-tiba. 

Kemudian ada kalimat dari Agrawal yang menyebutkan soal pemeriksaan latar belakang, di mana ini kemungkinan juga menjadi salah satu faktornya, karena Musk sendiri selama ini sering memiliki kontroversi. 

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend