Nesabamedia—Penyedia infrastruktur jaringan asal Swedia, Ericsson, resmi meluncurkan perangkat radio dan perangkat lunak Radio Access Network (RAN) berbasis kecerdasan buatan (AI) yang dirancang khusus untuk membantu operator telekomunikasi di Indonesia.
Ini bukan yang pertama seperti Telkomsel dan Indosat, dalam membangun dan memperluas jaringan 5G secara lebih cerdas dan efisien.
Presiden Direktur Ericsson Indonesia, Nora Wahby, menegaskan bahwa di era percepatan 5G, kecepatan saja tidak cukup.
“Dengan menghadirkan kemampuan AI langsung ke Radio Access Network, kami memungkinkan terbentuknya jaringan berperforma tinggi yang adaptif dan lebih efisien dalam penggunaan energi, sehingga dapat membantu operator di Indonesia mempercepat penyebaran jaringan sekaligus mengoptimalkan investasi jangka panjang,” ujarnya.
Portofolio baru ini mencakup 10 perangkat radio siap AI, peningkatan kemampuan software RAN, dan lima antena berkinerja tinggi. Teknologi ini memungkinkan operator melakukan beamforming cerdas, prediksi jangkauan jaringan berbasis AI, serta pengelolaan mobilitas dan latensi secara Real-Time berdasarkan pola penggunaan data.
Hasilnya, kapasitas jaringan dapat dialokasikan secara dinamis, investasi infrastruktur lebih optimal, dan pengalaman pengguna meningkat.
Bagi pengguna akhir, manfaatnya akan terasa langsung. Konektivitas 5G menjadi lebih konsisten dan andal, streaming video lebih lancar, pengalaman bermain game mobile lebih mulus, dan aplikasi real-time berbasis AI dapat berjalan tanpa hambatan.
Wahby menambahkan bahwa dengan mengintegrasikan kecerdasan ke dalam perangkat radio, antena, dan software, operator tidak hanya membangun jaringan, tetapi menciptakan infrastruktur yang dapat berpikir, beradaptasi, dan melakukan optimalisasi secara real-time.
Ini adalah transformasi dalam cara jaringan dibangun dan dioperasikan, membuka peluang monetisasi baru di luar paket data konvensional.





