Google Dituntut Karena Curi Data Seluler Pengguna 260MB

Google Dituntut Karena Curi Data Seluler Pengguna Tiap Bulannya

NESABAMEDIA.COMGoogle dikabarkan sedang mendapatkan tuntutan hukum dari seorang individual. Tuntutannya pun tidak main-main, yakni Google dituntut karena telah curi data seluler pengguna tanpa izin untuk mengirimkan informasi ke pihaknya.

Lebih lanjut, tuntutan itu menyebutkan bahwa Google memakai sebesar 260MB data seluler pengguna untuk mengirimkan data personal dan juga data ponsel pengguna. Ini adalah sebuah aktivitas pasif, berjalan di latar belakang, meskipun pengguna sedang tidak menggunakan smartphone mereka.

Berikut detail dari komplain dan tuntutan pengguna tersebut :

“Google didesain dan mengimplementasikan sistem operasi Android dan aplikasinya untuk mengambil dan mengirimkan sejumlah besar informasi antara perangkat seluler penggugat dan Google, dengan menggunakan data seluler penggugat tanpa izin. Pengiriman data seluler tanpa izin penggugat berjalan di latar belakang, sehingga bukan diakibatkan interaksi langsung penggugat dengan aplikasi dan properti milik Google di perangkat mereka, dan tanpa persetujuan penggugat.”

Mayoritas pengguna mengatur aplikasi mereka untuk melakukan pembaruan hanya melalui jaringan Wi-Fi agar kuota data mereka bisa disimpan yang biasanya memiliki batas lebih rendah dibandingkan koneksi Wi-Fi. Namun, meskipun pengguna mengatur sedemikian rupa, nyatanya aplikasi dan proses utama Google masih bisa berinteraksi tanpa gangguan dengan server milik Google. 

Aktivitas perekaman dan pelacakan ini terjadi secara real-time, karena memang demikian cara kerja dari iklan Google sesuai dengan algoritma mereka. Sayangnya, aturan yang membatasi perilaku anti-privasi dan anti-konsumen ini di tingkat legislatif tidak bisa segera diberlakukan. 

Komplain tersebut secara lebih mendetail menyebutkan bahwa ketika pengguna mulai menggunakan smartphone Android mereka, tidak ada persyaratan dan ketentuan yang dibuat oleh Google untuk bisa menerima perilaku semacam ini. Bahkan tanpa memperdulikan tentang konsekuensi privasi yang besar, karena smartphone pengguna akan selalu mencoba terus terhubung dengan server Google, dan menghabiskan sekitar 260MB data seluler pengguna, bisa dianggap tindakan ‘pencurian’ oleh Google terhadap para pengguna.

Kasus ini memang bukanlah yang pertama terjadi. Sebelumnya iOS juga mendapatkan tuntutan yang sama, di mana diketahui telah mengambil sekitar 130MB data seluler pengguna setiap bulannya, untuk aktivitas yang sama. 

Gugatan yang muncul itu juga terkait dengan algoritma iklan yang diberlakukan Google. Disebutkan bahwa Google mengirimkan token yang telah dimuat sebelumnya yang akan menayangkan iklan ke pengguna Android, namun terkadang token itu tidak termuat meski pihak Google telah menghitungnya sebagai sebuah impresi. 

Hal tersebut berarti bahwa Google bisa saja mendapatkan tuntutan karena pemalsuan sistem periklanan mereka. Hingga detik ini, pihak Google menolak untuk memberikan klarifikasi terkait tuntutan hukum tersebut.

Tags:

Leave a Reply

Send this to a friend