Nesabamedia—FIFA resmi mengumumkan kolaborasi strategis dengan raksasa teknologi Lenovo sebagai mitra teknologi tunggal untuk mendukung penyelenggaraan Piala Dunia 2026.
Ini adalah kemitraan teknologi global pertama dalam sejarah turnamen terbesar di dunia tersebut.
Chief Technology and Delivery Officer Solutions & Services Group Lenovo, Art Hu, menjelaskan bahwa kompleksitas Piala Dunia 2026 jauh melampaui turnamen sebelumnya.
Dengan 104 pertandingan yang tersebar di 16 kota di tiga negara (AS, Kanada, Meksiko), berbagai aspek operasional seperti pengawasan kompetisi, wasit, keamanan daring, siaran, hingga keamanan fisik di stadion harus terintegrasi dengan sempurna.
“Hal-hal ini sebenarnya merupakan data yang terisolasi. Kami membantu FIFA mengumpulkan semua data tersebut sehingga tidak perlu menghabiskan waktu untuk mencarinya dan kami dapat mengurangi hambatan komunikasi antar berbagai departemen mereka,” ujar Art Hu di acara Lenovo Tech World 2026 di Hong Kong.
Sebelumnya, FIFA harus bekerja sama dengan berbagai pemasok berbeda untuk memenuhi kebutuhan teknologinya. Chief Business Officer FIFA, Romy Gai, menyambut positif kemitraan ini.
“Di masa lalu kami terpaksa menggunakan pemasok yang berbeda. Akhirnya, memiliki satu perusahaan yang dapat menjawab semua pertanyaan dan kebutuhan kami dengan hasil yang memuaskan,” katanya.
Kehadiran Lenovo sebagai mitra tunggal memberikan rasa aman bagi FIFA. Dengan dukungan penuh, FIFA bisa lebih fokus menyelenggarakan acara besar ini tanpa harus khawatir dengan masalah teknis di balik layar.
Romy Gai menambahkan, Piala Dunia 2026 akan menjadi momen bersejarah dengan 48 tim bermain di tiga negara. Jarak antara dua kota penyelenggara terjauh mencapai 4.000 kilometer, menciptakan tantangan logistik dan operasional yang belum pernah terjadi sebelumnya.
Dengan kurang dari 100 hari menuju kick-off, Lenovo dan FIFA terus mematangkan persiapan teknis demi pengalaman terbaik bagi miliaran penggemar di seluruh dunia.





