Nesabamedia – Kabar kurang sedap datang dari perusahaan induk Facebook, Instagram, dan WhatsApp, Meta. Berdasarkan keterangan sumber kepada Reuters yang dikutip Engadget, Meta berencana mengurangi sekitar 20 persen dari total tenaga kerjanya.
Jika angka ini terealisasi, sekitar 15.000 karyawan bisa terkena dampak (dari total 78.865 karyawan per 31 Desember 2025).
Laporan menyebutkan bahwa waktu pelaksanaan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan jumlah pasti karyawan yang terdampak belum ditetapkan. Namun, para eksekutif puncak Meta dikabarkan telah memberi tahu para pemimpin senior lainnya untuk mulai merencanakan pengurangan jumlah karyawan.
Menanggapi kabar ini, juru bicara Meta menyebut laporan tersebut sebagai spekulasi mengenai pendekatan yang bersifat teoritis. Meski demikian, PHK besar bukanlah hal baru bagi Meta.
Pada awal 2026, perusahaan telah memangkas sekitar 1.000 karyawan di divisi Reality Labs. Awal 2025, mereka juga melakukan PHK terhadap sekitar lima persen total tenaga kerja.
Menariknya, di tengah wacana PHK ini, Meta justru terus meningkatkan investasi di bidang kecerdasan buatan (AI). Mereka dikabarkan menggelontorkan dana besar untuk mengakuisisi startup AI seperti Moltbook (jejaring sosial untuk agen AI) dan Manus (agen AI untuk otomatisasi tugas).
Laporan keuangan terbaru menunjukkan pendapatan Meta hampir 60 miliar dolar AS di kuartal keempat dan lebih dari 200 miliar dolar AS sepanjang 2025. Jadi, langkah ini lebih merupakan pergeseran prioritas daripada masalah keuangan.
Editor: Hudalil Mustakim





