Huawei, ZTE dan Perusahaan Cina Dilarang Membangun Infrastruktur Telokomunikasi di Amerika

Huawei, ZTE dan Perusahaan Cina Dilarang Membangun Infrastruktur Telokomunikasi di Amerika

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, baru saja menandatangani undang-undang yang melarang perusahaan asal Cina seperti Huawei dan ZTE untuk mendapatkan lisensi peralatan baru. Secure Equipment Act mendapatkan persetujuan dari dewan bulan lalu. Di bawah undang-undang yang baru, Federal Communication Commission (FCC) akan menolak semua pengajuan dari perusahaan tersebut.

Huawei, ZTE dan tiga perusahaan teknologi Cina lainnya telah kehilangan harapan untuk mendapatkan lisensi peralatan jaringan dari FCC, setelah Presiden Joe Biden menandatangani Secure Equipment Act menjadi undang-undang baru.

Aturan tersebut akan melarang FCC untuk menerima pengajuan peninjauan untuk peralatan jaringan dari perusahaan yang dianggap memberikan ancaman keamanan nasional. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa peralatan jaringan dari perusahaan-perusahaan itu tidak digunakan di jaringan telekomunikasi Amerika Serikat. 

Tahun lalu, FCC menyatakan bahwa Huawei dan ZTE sebagai ancaman keamanan nasional, sebuah tanda untuk meningkatkan perang dagang antara Amerika Serikat dengan Cina. Namun saat itu, perusahaan-perusahaan asal Cina masih belum dilarang untuk mengajukan lisensi kepada FCC, selama pendanaan dari negara tidak digunakan. 

Kini aturan baru menutup celah tersebut. Komisioner FCC Brendon Carr menyatakan bahwa lembaga regulator tersebut telah menerima lebih dari 3 ribu aplikasi dari Huawei sejak tahun 2018. Secure Equipment Act membuat hal tersebut menjadi ilegal untuk menggunakan peralatan dari Huawei dan ZTE di jaringan komunikasi negara, yang selama ini mentenagani banyak sekali smartphone di sana. 

Menindaklanjuti pengesahan dari pihak Gedung Putih awal Oktober lalu, undang-undang itu pun akhirnya juga disahkan oleh Senat Amerika bulan lalu. Pemblokiran tersebut juga berdampak pada Hytera Communication Corp, Hangzhou Hikvision Digital Technology dan Dahua Technology. 

Pada awal tahun ini, pihak FCC juga telah meluncurkan program senilai $1,6 miliar untuk membantu perusahaan telekomunikasi yang ‘dipercaya dan disetujui’ pemerintah Amerika Serikat untuk menggantikan posisi Huawei dan ZTE, utamanya untuk kebutuhan peralatan jaringan di negeri Paman Sam itu. 

Kebijakan terbaru dari pemerintah Amerika Serikat ini mewakili semakin ketatnya upaya untuk menghilangkan teknologi Cina dari infrastruktur telekomunikasi di negara tersebut, setelah sebelumnya memberlakukan pemblokiran dagang produk Huawei serta melarang perusahaan Amerika bekerja sama dengan perusahaan itu. 

Tags:,

Leave a Reply

Send this to a friend