Nesabamedia—Sony Corporation mengumumkan akan menghentikan produksi perekam Blu-Ray Disc pada bulan ini menyusul penurunan permintaan dalam beberapa tahun terakhir (19/02).
Dalam pengumumannya, Sony menyatakan akan mengakhiri pengiriman seluruh model perekam Blu-Ray Disc secara bertahap mulai Februari 2026 dan tidak akan menghadirkan model penerus.
Pada 2024, Sony telah lebih dulu menyampaikan rencana penghentian bertahap pengembangan dan produksi Blu-Ray Disc serta sejumlah format cakram optik lainnya.
Perusahaan juga memangkas sekitar 40 persen tenaga kerja di divisi media dengan alasan pasar penyimpanan optik tidak berkembang sesuai harapan.
Tahun lalu, Sony mengonfirmasi tidak lagi memproduksi alat perekam Blu-Ray Disc, MiniDisc, MD data, dan kaset MiniDV. Dengan langkah terbaru ini, konsumen tidak lagi dapat membeli perekam Blu-ray baru setelah stok di pasar habis.
Beberapa produk yang terdampak penghentian tersebut antara lain BDZ-ZW1900 (2024) serta BDZ-FBT4200, FBT2200, dan FBW2200 (2023).
Meski demikian, Sony menegaskan tidak sepenuhnya meninggalkan Blu-Ray Disc. Kebijakan ini hanya berlaku untuk perekam Blu-Ray Disc dengan pemutar bawaan. Untuk saat ini, perusahaan masih akan memproduksi pemutar Blu-Ray Disc untuk kebutuhan pemutaran konten.
Pengumuman ini menandai berakhirnya perjalanan panjang Sony di segmen perekam Blu-ray yang dimulai pada 2003, ketika perusahaan meluncurkan perekam Blu-Ray Disc pertama di dunia.
Di tengah dominasi layanan streaming atas media fisik, Sony menyebut belum memiliki rencana menghentikan produksi cakram Blu-Ray Disc standar maupun pemutar UHD Blu-ray.
Namun, arah kebijakan tersebut berpotensi berubah setelah divisi home entertainment Sony dikabarkan akan berada di bawah kendali TCL pada tahun depan.
Dalam satu dekade terakhir, sejumlah perusahaan teknologi juga telah mengurangi atau menghentikan bisnis Blu-Ray Disc.
Oppo menutup lini produk Blu-Ray Disc pada 2018. Setahun kemudian, Samsung mengumumkan penghentian produksi pemutar Blu-Ray Disc dan UHD Blu-Ray Disc. Sementara itu, LG menghentikan produksi pemutar Blu-ray pada 2024.
Meski sejumlah produsen besar mundur dari pasar, permintaan terhadap film, serial televisi, dan konten lain dalam format Blu-Ray Disc dinilai masih relatif stabil.
Beberapa perusahaan seperti Asus, LG, dan Pioneer masih memproduksi drive Blu-Ray Disc, sementara Panasonic dan Verbatim tetap memproduksi cakram Blu-Ray Disc.
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:











