Nesabamedia—India telah mencatatkan diri sebagai salah satu pasar terbesar OpenAI di dunia dengan 100 juta pengguna aktif mingguan ChatGPT, demikian diungkapkan CEO Sam Altman menjelang kehadirannya dalam India AI Impact Summit di New Delhi (17/02).
Angka fantastis ini menempatkan India sebagai pasar terbesar kedua bagi ChatGPT setelah Amerika Serikat. Dalam sebuah artikel yang diterbitkan di harian India Times of India pada Minggu (15/2), Altman memaparkan pertumbuhan eksplosif adopsi ChatGPT di negara berpenduduk lebih dari satu miliar pengguna internet tersebut.
“Dengan fokusnya pada akses, literasi AI praktis, dan infrastruktur yang mendukung adopsi luas, India berada di posisi yang tepat untuk memperluas siapa yang mendapat manfaat dari teknologi ini,” tulis Altman.
Pencapaian ini tidak terlepas dari strategi OpenAI yang secara khusus menyesuaikan pendekatan mereka untuk pasar India yang sensitif terhadap harga. Pada Agustus 2025, OpenAI membuka kantor di New Delhi setelah persiapan berbulan-bulan.
Mereka kemudian meluncurkan tier ChatGPT Go dengan harga di bawah $5, yang kemudian dibuat gratis selama setahun bagi pengguna India.
Altman juga menyoroti peran penting pelajar India dalam mendorong adopsi ini. India memiliki jumlah pengguna ChatGPT terbanyak dari kalangan pelajar secara global. Hal ini sejalan dengan persaingan ketat antar perusahaan AI untuk mengintegrasikan alat mereka ke dalam ruang kelas dan alur pembelajaran.
Google, misalnya, juga menawarkan siswa India langganan gratis satu tahun ke paket AI Pro pada September 2025. India juga tercatat sebagai negara dengan penggunaan Gemini untuk pembelajaran tertinggi di dunia.
Meski adopsi pengguna sangat tinggi, Altman mengakui tantangan dalam menerjemahkannya menjadi dampak ekonomi berkelanjutan. Pasar India yang sensitif harga dan kendala infrastruktur membuat monetisasi dan penerapan skala besar lebih kompleks dibanding negara maju.
“Mengingat besarnya India, ada risiko kehilangan peluang vital untuk memajukan AI demokratis di pasar negara berkembang di seluruh dunia,” peringatnya.
Altman mengisyaratkan bahwa OpenAI akan segera mengumumkan kemitraan baru dengan pemerintah India untuk memperluas akses AI di seluruh negeri. Detailnya belum diungkap, namun fokusnya adalah memperluas jangkauan dan memungkinkan lebih banyak orang memanfaatkan alat AI secara praktis.
India AI Impact Summit yang berlangsung lima hari ini menjadi panggung penting bagi ambisi India menjadi pemain sentral dalam debat AI global. Acara ini dihadiri para pemimpin teknologi seperti Dario Amodei (Anthropic), Sundar Pichai (Google), serta tokoh bisnis India seperti Mukesh Ambani.
Para pemimpin politik seperti Emmanuel Macron (Prancis) dan Luiz Inácio Lula da Silva (Brasil) juga dijadwalkan hadir, menegaskan pengaruh India yang semakin besar dalam menentukan arah evolusi teknologi AI dunia.
Editor: Muchammad Zakaria
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:











