Nesabamedia—Badan regulator keselamatan lalu lintas jalan raya Amerika Serikat (NHTSA) meningkatkan tekanan pada Tesla terkait perangkat lunak Full Self-Driving (Supervised) mereka (20/03).
Investigasi yang diluncurkan pada Oktober 2024 kini dinaikkan statusnya menjadi analisis rekayasa , yaitu tingkat pengawasan tertinggi yang biasanya menjadi pendahuluan sebelum regulator memerintahkan perusahaan untuk menarik kembali (recall) produknya.
Kantor Investigasi Defect (ODI) NHTSA menyatakan pada Kamis bahwa mereka memperketat penyelidikan terkait kinerja FSD Tesla dalam kondisi visibilitas rendah.
Langkah ini diambil setelah adanya laporan empat kecelakaan dalam situasi berkabut atau hujan lebat, yang mana satu di antaranya mengakibatkan seorang pejalan kaki meninggal dunia.
Selama satu setengah tahun terakhir, regulator telah bertukar informasi dengan Tesla. Mereka mengidentifikasi beberapa insiden tambahan di mana perangkat lunak pengemudi terbukti tidak memadai dalam kondisi visibilitas rendah.
Yang mengkhawatirkan, ODI mencatat bahwa sistem tidak mendeteksi kondisi jalan yang mengganggu visibilitas kamera, dan tidak memberikan peringatan yang cukup kepada pengemudi hingga sesaat sebelum kecelakaan terjadi.
Lebih lanjut, ODI mengungkapkan bahwa mereka belum mendapatkan semua informasi yang diinginkan dari Tesla. Meskipun Tesla disebut telah mulai mengembangkan pembaruan untuk memperbaiki masalah ini sejak Juni 2024 (bahkan sebelum investigasi dibuka).
Sejauh ini perusahaan belum memberi tahu ODI apakah perbaikan itu sudah diterapkan dan kendaraan mana yang menerimanya. Regulator juga menduga adanya Under-Reporting (laporan yang kurang) dari kecelakaan serupa akibat keterbatasan pengumpulan data.
Investigasi ini adalah salah satu dari dua penyelidikan yang dijalankan ODI terhadap FSD Tesla. Sebelumnya, regulator juga menyelidiki lebih dari 80 insiden di mana perangkat lunak bantuan pengemudi Tesla melanggar aturan lalu lintas dasar, seperti menerobos lampu merah.
Semua ini terjadi di tengah upaya Tesla yang gigih untuk meluncurkan layanan robotaxi di Austin, Texas. Nasib FSD Tesla kini berada di ujung tanduk.





