Nesabamedia—Pendiri Amazon, Jeff Bezos, dikabarkan tengah menggalang dana sebesar USD 100 miliar (sekitar Rp1.600 triliun) untuk mendirikan dana investasi baru.
Apa sih tujuannya? Membeli perusahaan-perusahaan di sektor industri manufaktur besar dan memodernisasinya dengan kecerdasan buatan (AI).
Informasi ini dilaporkan oleh The Wall Street Journal mengutip sumber internal. Upaya ini terkait erat dengan startup AI Bezos, Project Prometheus.
Perusahaan yang diluncurkan dengan pendanaan USD 6,2 miliar ini berfokus pada penciptaan model AI tingkat tinggi untuk meningkatkan manufaktur dan rekayasa di sektor kedirgantaraan, otomotif, dan lainnya.
Bezos sendiri menjabat sebagai salah satu pendiri dan salah satu CEO, bersama dengan mantan eksekutif Google, Vik Bajaj.
Dana baru ini akan mendukung misi tersebut dengan membeli perusahaan-perusahaan yang pada akhirnya akan menggunakan model AI dari Prometheus. Menurut laporan, Bezos baru-baru ini melakukan perjalanan ke Singapura dan Timur Tengah dalam misi menggalang dana.
Rencananya, perusahaan yang akan diakuisisi mencakup sektor-sektor seperti kedirgantaraan, pembuatan chip, dan pertahanan.
Langkah ini menunjukkan ambisi besar Bezos untuk tidak hanya membangun teknologi AI dari nol, tetapi juga mengintegrasikannya langsung ke dalam industri-industri fundamental yang selama ini mungkin tertinggal dalam adopsi teknologi digital.
Transformasi manufaktur dengan AI berpotensi meningkatkan efisiensi secara dramatis, mengurangi biaya, dan membuka inovasi baru. TechCrunch telah menghubungi Bezos melalui Amazon untuk informasi lebih lanjut.





