Nesabamedia—Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) sedang melakukan penyelidikan internal terkait dugaan kebocoran data pribadi calon pegawai pada proses rekrutmen yang digelar oleh Direktorat Jenderal Infrastruktur Digital kementerian tersebut.
Insiden ini menjadi sorotan setelah terungkap bahwa dokumen lamaran disimpan di platform penyimpanan cloud dengan pengaturan akses terbuka.
Wakil Menteri Komunikasi dan Informatika (Wamenkominfo) Nezar Patria mengonfirmasi bahwa prosedur yang digunakan dalam rekrutmen tersebut tidak sesuai standar.
“Lagi ditelusuri dan lagi diperiksa oleh Irjen (Inspektorat Jenderal Kemkominfo). Jadi, kesalahannya di mana dan kita liat kenapa itu bisa terjadi,” kata Nezar di Jakarta, Jumat (6/2).
Ia menambahkan bahwa tautan bermasalah telah ditutup dan proses rekrutmen dialihkan ke platform yang lebih aman.
Permasalahan bermula ketika para pelamar lowongan untuk posisi Pengadaan Jasa Lainnya Perorangan (PJLP) diminta mengunggah dokumen pribadi seperti CV, KTP, ijazah, dan surat keterangan sehat ke sebuah tautan.
Tautan tersebut ternyata mengarah ke folder Google Drive dengan pengaturan ‘terbuka untuk umum’, sehingga dokumen semua pelamar dapat diakses oleh siapa saja.
Sekretaris Jenderal Kemkominfo, Ismail, dalam rapat kerja dengan Komisi I DPR RI sebelumnya, menyatakan pihaknya memahami bahwa kualitas SDM di kementerian perlu ditingkatkan, termasuk dalam hal penanganan data.
“Sifatnya masukan, ya, kami paham betul… Saat ini sedang ditangani secara internal,” ujarnya.
Insiden ini menyoroti tantangan keamanan siber dan pentingnya protokol yang ketat dalam penanganan data sensitif di instansi pemerintah.
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:











