• Our Partners:

Klasifikasi Data

4 Klasifikasi Data Berdasarkan Sifat, Jenis, Sumber, dan Waktu Pengumpulannya

Sebelum membahas tentang klasifikasi data, Anda harus paham terlebih dahulu apa itu data. Data merupakan kumpulan fakta yang berkaitan dengan angka, simbol, citra, maupun juga kata-kata.

Dalam dunia komputer atau database, ada beberapa klasifikasi atau penggolongan data dengan berdasarkan jenisnya. Artinya, penggolongan data tersebut dilakukan dengan berdasarkan indikator atau pertimbangan tertentu.

Lalu apa tujuannya? Tujuan dari klasifikasi data tidak lain adalah mempermudah kita untuk memahami bahwa penggolongan data tersebut juga memiliki jenisnya masing-masing. Dari jenis inilah bisa dipahami tentang manfaat dari data itu sendiri.

Klasifikasi Data 

1. Klasifikasi data berdasarkan jenis data

Klasifikasi Data Berdasarkan Sifat

Di bawah ini kami telah menyediakan beberapa informasi yang berkaitan dengan klasifikasi data dengan berdasarkan jenis data itu sendiri.

  • Data hitung (counting / enumeratic data)

Data hitung merupakan sebuah data yang didapatkan dengan berdasarkan hasil dari sebuah perhitungan. Adapun yang tergolong ke dalam data hitung yaitu presentase yang berkaitan dengan suatu jumlah data tertentu. Contohnya seperti presentase pengunjung yang datang ke toko Mahatari setiap harinya mencapai lebih dari 50% dari total keseluruhan pengunjung yang datang ke Mall Serba Ada.

Selain itu, presentase juga bisa berasal dari jumlah karyawan yang ada di dalam kantor dimana nanti Anda akan menemukan hasilnya. Namun sebelumya Anda harus melakukan perhitungan dengan rumus tertentu.

  • Data ukur (measurement data)

Apa itu data ukur? Data ukur merupakan sebuah data yang mengindikasikan ukuran atau nilai tertentu. Nilai tersebut bisa berupa angka maupun juga huruf yang biasanya diberikan oleh atasan untuk ditujukan kepada karyawan setelah sebelumya atasan melakukan berbagai pemeriksaan terhadap laporan hasil pekerjaan karyawannya tersebut. Nanti angka yang akan ditunjukkan tersebut merupakan sebuah angka yang berupa hasil dari pengukuran 2.

2. Klasifikasi data dengan berdasarkan sifat data

Klasifikasi Data Berdasarkan Sifat dan Jenis-Jenisnya

Selain penggolongan data dengan berdasarkan jenisnya, ada juga klasifikasi data yang dibuat dengan berdasarkan sifatnya. Lalu apa saja yang termasuk kategori ini? Simak penjelasan berikut yang telah kami siapkan untuk Anda.

  • Data kuantitatif (quantitative data)

Data kuantitatif merupakan sebuah penggolongan data yang berpatokan pada penjumlahan. Misalnya, jika jumlah dari universitas negeri yang ada di Indonesia dibagi menjadi dua bagian, maka kurang lebih 5000 orang tersebut akan termasuk ke dalam penggolongan kualitatif.

  • Data kualitatif (qualitative data)

Data kualitatif merupakan sebuah data yang merupakan kebalikan dari data kuantitatif. Data kualitatif merupakan sebuah data yang penggolongannya diperoleh dengan berdasarkan hubungan atau relasi yang berkaitan dengan kualitas yang dimiliki oleh seseorang maupun sesuatu. Misalnya penggolongan terhadap universitas negerti yang ada di Indonesia yang nantinya malah ditemukan fakultas exacta dan juga fakultas non exacta yang merupakan dua istilah yang menjadi pemisah dari dua jenis fakultas tersebut.

Contoh lain dari data kualitatif adalah seperti penggolongan para mahasiswa yang berada di Fakultas tertentu yang menggunakan SKS sebagai penilaian studinya yang mana SKS tersebut menerapkan sistem penilaian A sampai D dengan berdasarkan pemisah dari masing-masing sistem atau tingakatan skor tersebut. Masih ada contoh lain yang berkenaan dengan data kualitatif ini yaitu istilah yang berkaitan dengan Black American atau Negro dan juga White American di dalam sebuah sensus penduduk.

3. Klasifikasi data dengan berdasarkan sumber data

Klasifikasi data dengan berdasarkan sumber data

  • Data internal atau Internal Data

Data internal merupakan sebuah data yang asli atau otentik. Data internal ini didapatkan dari hasil penelitian yang dilakukan oleh dirinya sendiri. Penelitian tersebut dilakukan tanpa ada bantuan atau campur tangan dari orang lain. Maka dari itu data ini bersifat asli atau murni pekerjaannya sendiri.

  • Data eksternal atau External Data

Data eksternal merupakan sebuah data yang tidak asli. Tidak asli di sini karena data tersebut diperoleh berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh orang lain. Jadi, seseorang bisa saja menggunakan data ini untuk keperluannya meskipun data tersebut pada dasarnya bukan datanya sendiri melainkan data yang dikumpulkan oleh orang lain. Secara teori, data eksternal dibagi menjadi dua, diantaranya:

    • Data eksternal primer atau primery external data: Data ini merupakan sebuah data yang berkaitan dengan ucapan lisan berupa kata-kata yang berasal dari orang lain yang memang merupakan pemilik dari data tersebut. Maksudnya, data ini didapatkan dari keterangan seseorang yang merupakan peneliti asli data tersebut.
    • Data eksternal sekunder atau secondary external data: Data ini merupakan sebuah data yang diperoleh dair orang yang bukan merupakan pemilik data tersebut. Jadi, orang yang dijadikan sebagai acuan dalam data ini bukanlah berasal dari peneliti melainkan dari orang lain yang mungkin juga mendapatkan informasi tentang data tersebut dari orang lain juga dan begitu seterusnya.

4. Klasifikasi data berdasarkan waktu pengumpulannya

Klasifikasi data berdasarkan waktu pengumpulannya

Di bawah ini kami telah menyiapkan informasi mengenai penggolongan data yang berpatokan pada berapa lama waktu pengumpulan data tersebut.

  • Data cross section

Data cross-section merupakan sebuah data yang menunjukkan informasi mengenai titik tertentu. Contoh data ini adalah laporan keungan per 1 Januari 2019, data para nasabah Bank Mandiri periode Januari – April, data karyawan PT. Angkasa Agung periode Maret – Juni, dan lain-lain.

  • Data time series atau data berkala

Data time series juga dinamakan sebagai data berkala yang cara pengumpulannya dengan berpatokan pada periode atau dari waktu ke waktu secara historis. Contoh data ini adalah data mengenai perkembangan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika mulai tahun 2004 sampai dengan 2007.

Demikian penjelasan yang bisa kami berikan kepada Anda berkaitan dengan apa saja klasifikasi data dengan berdasarkan berbagai jenisnya. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Send this to a friend