Nesabamedia – Pelaksana Tugas Direktur Ekosistem Media Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi), Farida Dewi Maharani, menegaskan bahwa peningkatan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) tidak boleh hanya bergantung pada aspek pendidikan akademik, tetapi secara fundamental harus didukung oleh pemanfaatan teknologi informasi serta penguatan karakter.
Penegasan tersebut disampaikan Farida saat mendampingi kunjungan sejumlah media nasional dan lokal ke Sekolah Rakyat Menengah Atas (SRMA) 20 di Sleman, Yogyakarta, pada Jumat (7/11/2025).
“Sekolah Rakyat bukan sekadar memberi pendidikan gratis, tapi juga membuka akses anak-anak untuk belajar dengan pendekatan digital, membangun karakter, dan memperkuat soft skill mereka,” ujar Farida.
Menurutnya, integrasi teknologi dalam proses belajar di sekolah merupakan wujud nyata dari upaya pemerataan akses pendidikan berkualitas di era digital.
Perkembangan teknologi informasi kini menjadi fondasi penting dalam dunia pendidikan, di mana melalui sistem pembelajaran digital (yang didukung Learning Management System/LMS), siswa dapat memperluas wawasan, beradaptasi dengan perubahan zaman, serta mengasah kemampuan berpikir kritis dan kolaboratif.
Meskipun demikian, Farida menekankan pentingnya keseimbangan. “Teknologi menjadi jembatan bagi anak-anak untuk mengenal dunia lebih luas. Tapi teknologi saja tidak cukup, karakter dan komitmen tetap harus dibangun sejak dini,” tegasnya.
Ia juga menilai konsep Sekolah Rakyat sejalan dengan visi mencetak generasi unggul yang berdaya saing global, karena program ini tidak hanya menekankan aspek kognitif, tetapi juga membina kepribadian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial siswa.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Sekolah SRMA 20 Sleman, Reti Sudarsih, mengungkapkan bahwa institusinya tidak hanya fokus pada akademik, tetapi secara proaktif menjadikan teknologi sebagai sarana untuk menumbuhkan tanggung jawab, kemandirian, dan semangat belajar siswa.
Setiap ruang kelas di SRMA 20 kini dilengkapi dengan smartboard, dan setiap siswa akan mendapatkan satu laptop pribadi untuk mendukung pembelajaran digital berbasis LMS.
Konsep SR dianggap mampu menjawab tantangan ini dengan membina kepribadian, tanggung jawab, dan kepedulian sosial, sejalan dengan visi mencetak generasi unggul berdaya saing global.
Kepala Sekolah SRMA 20 Sleman, Reti Sudarsih, mengamini hal ini, mengatakan bahwa teknologi di sekolah mereka digunakan sebagai sarana untuk menumbuhkan kemandirian dan tanggung jawab siswa, bukan hanya sebagai hiburan semata.
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:











