Nesabamedia—Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid menegaskan komitmennya untuk memulihkan konektivitas internet di Aceh sebelum pergantian tahun 2026 (29/12).
Pernyataan ini disampaikan saat kunjungan kerja langsung ke Kabupaten Aceh Tamiang, salah satu daerah terdampak banjir parah. Meutya menyatakan bahwa pemulihan jaringan secara keseluruhan di Aceh telah mencapai lebih dari 91%, sebuah pencapaian signifikan mengingat kerusakan infrastruktur yang luas.
Akan tetapi, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah (PR) di beberapa wilayah seperti Aceh Tamiang dan Gayo Lues, di mana tingkat pemulihan masih berkisar 60-80%.
Tantangan terbesar saat ini bukan lagi pada perbaikan menara BTS (Base Transceiver Station), melainkan pada pasokan listrik yang belum stabil. Sebagian besar BTS yang telah diperbaiki masih mengandalkan generator set (genset) dan baterai cadangan karena jaringan listrik PLN belum berfungsi maksimal.
Meutya memberikan apresiasi tinggi pada para teknisi operator seluler Telkomsel, XL, dan Indosat yang banyak juga terdampak bencana, namun tetap bekerja keras di lapangan.
“Tadi saya sudah titip betul kepada Telkomsel khususnya bagaimana supaya bisa di atas 90 persen dan beliau sudah menyanggupi,” ujarnya.
Komitmen ini sejalan dengan instruksi Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh jajaran kabinet untuk mempercepat pemulihan di sektor masing-masing sebelum tahun berganti.
Meutya menekankan bahwa kehadiran pemerintah di lokasi bencana adalah bentuk pendampingan, bukan sekadar kunjungan seremonial. Ia merasa senang melihat warga sudah bisa melakukan video call dan mengakses berita online, karena informasi yang lancar adalah tulang punggung untuk koordinasi bantuan dan pemulihan psikologis masyarakat.
Pemulihan konektivitas di Aceh adalah contoh nyata bagaimana infrastruktur digital telah menjadi utilitas publik yang kritis, setara dengan air bersih dan listrik. Dalam situasi darurat, jaringan komunikasi yang berfungsi adalah lifeline yang menghubungkan korban dengan bantuan, keluarga, dan informasi penyelamatan.
Upaya sprint yang dilakukan Kemkomdigi dan operator telekomunikasi ini menunjukkan kesadaran akan peran vital tersebut. Meski masih ada tantangan di beberapa titik, target pemulihan sebelum tahun baru memberikan harapan dan kepastian bagi masyarakat Aceh untuk memasuki 2026 dengan akses yang lebih baik menuju normalitas.
Editor: Hudalil Mustakim
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:











