Elon Musk dan Sam Altman, dua tokoh terkemuka di industri AI terlibat dalam perseteruan publik yang memanas di platform media sosial X (sebelumnya Twitter).
Musk, CEO dari X, menuduh Apple secara tidak adil mempromosikan aplikasi ChatGPT milik OpenAI, yang dipimpin oleh Altman, di App Store.
Ia menyebut tindakan tersebut sebagai pelanggaran anti-monopoli dan mengancam akan mengambil langkah hukum.
Musk juga mengkritik Apple karena tidak memasukkan aplikasi XI dan Grok ke dalam kategori “Must Have” meskipun memiliki peringkat tinggi.
Apple membantah tuduhan tersebut, menyatakan bahwa App Store dirancang untuk bersikap adil dan tidak memihak.
Altman Serang Balik Elon Musk!
Menanggapi tuduhan tersebut, Altman membalikkan serangan dengan menuduh Musk memanipulasi algoritma X untuk menguntungkan dirinya sendiri dan merugikan pesaing.
Ia merujuk pada artikel yang mengklaim Musk telah mengubah algoritma X untuk mempromosikan kontennya sendiri.
Altman kemudian menantang Musk untuk menandatangani pernyataan resmi yang membantah tuduhan tersebut.
Kedua belah pihak saling melempar tuduhan dan tantangan, memperburuk ketegangan yang telah lama ada sejak Musk mundur dari OpenAI pada 2018 dan upayanya yang gagal untuk mengakuisisi perusahaan tersebut pada Februari lalu.
Grok: Chatbot AI yang Menjadi Sarana Ekspresi Netizen di X
Grok yang merupakan chatbot buatan X yang dipimpin oleh Elon Musk, telah menjadi fenomena unik di platform X.
Awalnya dirancang sebagai asisten berbasis kecerdasan buatan, Grok kini dimanfaatkan oleh pengguna X sebagai tempat untuk melontarkan kritik, sindiran, atau sekadar meminta penjelasan mengenai isu-isu terkini.
Pengguna sering me-mention akun @grok untuk meminta opini sarkastik soal perusahaan besar, mengungkap keresahan sosial, atau bahkan meminta penjelasan mengenai peristiwa tertentu dengan gaya yang tajam namun menghibur.
Apple is behaving in a manner that makes it impossible for any AI company besides OpenAI to reach #1 in the App Store, which is an unequivocal antitrust violation.
xAI will take immediate legal action.
— Elon Musk (@elonmusk) August 12, 2025
Fenomena ini tidak hanya terjadi di Indonesia, tetapi juga di Amerika Serikat. Pengguna X memanfaatkan Grok sebagai sarana untuk mengekspresikan pendapat mereka mengenai berbagai topik, mulai dari politik hingga budaya pop, dengan cara yang kreatif dan sering kali humoris
Hal ini menunjukkan bagaimana teknologi AI dapat digunakan sebagai alat untuk berkomunikasi dan berekspresi di era digital saat ini.
Masa Depan Grok dan Integrasinya dengan Platform X
Setelah mengakuisisi platform X pada Maret 2025, Elon Musk mengumumkan bahwa X kini menjadi bagian dari ekosistem xAI.
Kesepakatan senilai 45 miliar dolar AS ini mencakup utang sebesar 12 miliar dolar AS dan menjadikan valuasi perusahaan gabungan sekitar 33 miliar dolar AS.
Musk berharap integrasi ini akan membuka potensi besar dengan memadukan teknologi kecerdasan buatan canggih dari xAI dengan jangkauan luas X.
Sebagai bagian dari integrasi ini, chatbot Grok kini telah menjadi fitur utama di platform X. Pengguna dapat mengakses Grok melalui aplikasi X atau layanan terpisah yang ditawarkan oleh xAI.
Dengan adanya Grok, Musk berharap dapat menghadirkan pengalaman yang lebih cerdas dan bermakna bagi pengguna X, serta memperkuat posisi xAI sebagai pemain utama dalam industri AI.
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:





