Lisensi Android Dicabut Google, Perusahaan Rusia Lirik Harmony OS

Lisensi Android Dicabut Google, Perusahaan Rusia Lirik Harmony OS

NESABAMEDIA.COMGoogle mencabut lisensi dan menghentikan sertifikasi smartphone dari perusahaan asal Rusia, BQ dalam menjalankan sistem operasi Android. CEO BQ Vladimir Puzanov mengatakan kepada media bahwa perangkat baru dari perusahaan nantinya akan dirilis tanpa dukungan layanan Google. 

“Semua perangkat yang sudah berlisensi akan terus bisa berfungsi seperti sebelumnya. Namun untuk smartphone baru yang menggunakan Android, kemungkinan akan ada masalah,” ungkap Puzanov.

Sebelumnya, BQ mendapatkan pesan dari Google yang menyatakan bahwa hukum pemerintah Amerika melarang penyediaan layanan di Rusia. Larangan itu mengacu pada kegiatan ekspor, dan juga re-ekspor. Termasuk juga transfer teknologi dan perangkat lunak dari Amerika ke Rusia.

Dalam menyiasati permasalahan ini, BQ kemungkinan akan berpaling ke perusahaan Cina, Huawei. Apalagi mereka sudah menguji sistem operasi Harmony OS sebelumnya. Menurut Puzanov, smartphone BQ yang baru yang menggunakan sistem operasi ini kemungkinan akan muncul pada paruh kedua tahun 2022 ini. 

“Kami percaya, pencabutan lisensi ini akan mempengaruhi seluruh pasar, termasuk pabrikan asing. Kemungkinan semua layanan Google di Federasi Rusia akan dimatikan. Namun masih belum ada informasi resmi dari pihak Google. Kami berasumsi bahwa ini akan terjadi secara tiba-tiba seperti penangguhan perizinan,” pungkas Puzanov. 

Sebelumnya, analis Eldar Murtazin mengatakan dalam saluran Telegramnya bahwa Google telah menghentikan pemberian lisensi untuk smartphone Android di Rusia. Sehingga ada banyak alasan bahwa Google akan memberlakukan larangan penjualan smartphone Android dari semua brand yang ada di Rusia nantinya. 

Android adalah sistem operasi open source dan gratis. Namun untuk bisa menggunakan Google Mobile Services (GMS), produsen smartphone harus mendapatkan sertifikasi dari Google. Sehingga dalam hal ini, mereka harus menunjukkan apa yang mereka ubah dalam perangkat lunak tersebut. 

Murtazin mengatakan bahwa sejak tanggal 23 Maret 2022, Google mulai menolak semua proyek dari perusahaan Rusia, yang mengacu pada fakta bahwa hukum pemerintah Amerika Serikat melarang penyediaan layanan, ekspor atau transfer teknologi ke Rusia. Dengan demikian, brand Rusia kehilangan kesempatan untuk menggunakan layanan Google di smartphone domestik yang menjalankan Android.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Inline Feedbacks
View all comments
Send this to a friend