Nesabamedia—Elon Musk membuka tabir ambisi kosmik perusahaannya. Dalam langkah yang tidak biasa, xAI mempublikasikan video lengkap rapat umum selama 45 menit ke platform X, mengungkap detail ambisius peta jalan produk dan kaitan eratnya dengan platform media sosial milik Musk (12/02).
Langkah ini diambil setelah The New York Times melaporkan detail pertemuan tersebut, yang mungkin mendorong xAI untuk merilis versi lengkapnya ke publik.
Musk mengkonfirmasi bahwa gelombang kepergian karyawan belakangan ini adalah bagian dari reorganisasi struktural perusahaan, bukan sekadar pengunduran diri sukarela.
“Seiring pertumbuhan perusahaan, terutama secepat xAI, strukturnya harus berevolusi. Ini sayangnya mengharuskan kami berpisah dengan beberapa orang,” jelas Musk.
Pengakuan ini muncul setelah sebelumnya enam dari dua belas anggota tim pendiri dilaporkan telah meninggalkan perusahaan.
Struktur baru xAI membagi perusahaan ke dalam empat tim utama satu fokus pada chatbot Grok (termasuk fitur suara), tim untuk sistem pengkodean aplikasi, tim untuk generator video Imagine, dan tim yang mengerjakan proyek Macrohard sebuah proyek ambisius yang mencakup simulasi penggunaan komputer hingga pemodelan seluruh korporasi.
“Macrohard mampu melakukan apa pun di komputer yang mampu dilakukan oleh komputer,” ujar Toby Pohlen yang akan memimpin proyek ini.
Rapat umum ini juga mengungkapkan capaian finansial dan trafik pengguna. Nikita Bier, kepala produk X, mengklaim platform tersebut baru saja melampaui pendapatan tahunan berulang (ARR) sebesar $1 miliar dari langganan.
Sementara itu, alat Imagine xAI disebut menghasilkan 50 juta video per hari dan lebih dari 6 miliar gambar dalam 30 hari terakhir.
Tapi, angka fantastis ini sulit dipisahkan dari gelombang kontroversi. Periode yang sama ditandai dengan banjirnya konten pornografi deepfake di platform X, dengan estimasi 1,8 juta gambar seksual dihasilkan hanya dalam sembilan hari.
Angka engagement yang melonjak kemungkinan besar mencakup konten kontroversial ini dalam jumlah substansial.
Puncak presentasi adalah visi Musk yang melampaui Bumi. Setelah menegaskan kembali pentingnya pusat data berbasis luar angkasa, Musk membayangkan pabrik satelit AI di Bulan, lengkap dengan Lunar Mass Driver semacam ketapel elektromagnetik untuk meluncurkannya.
Dengan infrastruktur semacam itu, Musk yakin umat manusia dapat meluncurkan kluster AI yang mampu menangkap sebagian besar output energi matahari atau bahkan berekspansi ke galaksi lain.
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:











