• Our Partners:

Mendukbangga Wihaji: Benteng Terkuat Perlindungan Anak Digital Adalah Keluarga!

Nesabamedia—Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala BKKBN, Wihaji, menegaskan bahwa upaya perlindungan anak di ruang digital tidak akan efektif hanya mengandalkan regulasi atau teknologi semata. Faktor penentu utamanya adalah peran keluarga (18/03).

Pernyataan ini disampaikan Wihaji menanggapi berbagai kebijakan pembatasan akses media sosial untuk anak, termasuk yang diterapkan di Australia.

Menurutnya, pengalaman di berbagai negara menunjukkan bahwa aturan pembatasan usia kerap masih bisa disiasati oleh anak-anak, misalnya dengan meminjam perangkat orang tua atau menggunakan identitas dewasa.

“Karena itu, Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN memandang bahwa keberhasilan kebijakan ini tidak hanya ditentukan oleh regulasi atau teknologi semata, tetapi sangat ditentukan oleh peran keluarga,” kata Wihaji dalam pernyataannya di Jakarta, Selasa.

Wihaji menjelaskan bahwa keluarga adalah unit terkecil dalam negara sekaligus tempat pertama dan utama bagi pembentukan nilai, perlindungan, dan pengawasan terhadap anak.

Keluargalah yang paling depan dalam menghadang paparan konten negatif di ruang digital. Pemerintah, menurutnya, tidak ingin ketahanan keluarga terganggu oleh berbagai konten negatif yang beredar di platform digital.

Meski aturan turunan dari PP Tunas yang diterbitkan Kemkomdigi telah mewajibkan platform digital menyediakan mekanisme persetujuan orang tua dan fitur kontrol, Wihaji menekankan bahwa teknologi tersebut hanyalah alat.

“Pada akhirnya, benteng terkuat perlindungan anak di era digital bukan hanya teknologi, melainkan keluarga,” tegasnya.

Ia pun mengajak para orang tua untuk lebih hadir dalam kehidupan digital anak. Kehadiran itu berarti mendampingi, mengawasi, dan menjadi tempat pertama bagi anak untuk berbagi cerita dan bertanya.

Sebelumnya, Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid juga menegaskan bahwa PP Tunas memberikan proteksi dengan menunda usia akses anak ke platform digital berisiko tinggi hingga 16 tahun. Namun, tanpa benteng keluarga, proteksi itu bisa jebol.

Penulis Redaksi

Hudalil Mustakim

Hudalil Mustakim, lebih akrab dipanggil Alil. Saya seorang Content Writer yang cukup lama bergelut dalam bidang ini, saya menyukai hal baru khususnya dalam menulis berbagai macam gaya penulisan artikel yang bervariasi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments