Nesabamedia—Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Meutya Hafid mengajak seluruh jajaran kementeriannya untuk menjadikan budaya bersih sebagai fondasi disiplin aparatur (15/02).
Hal ini diwujudkan melalui pelaksanaan Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) di lingkungan Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta, pada Jumat (13/2).
Dalam sambutannya di Lapangan Anantakupa, Meutya menegaskan bahwa kebersihan bukan sekadar urusan teknis, melainkan cerminan tanggung jawab dan integritas aparatur negara dalam menjalankan tugas pelayanan publik.
“Sesuai arahan Pak Presiden, kita bertanggung jawab terhadap lingkungan melalui Gerakan Indonesia ASRI,” ujarnya.
Gerakan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto agar seluruh kementerian dan lembaga membangun lingkungan kerja yang tertib, sehat, dan aman sebagai bagian dari tata kelola pemerintahan yang profesional. Poin penting dari instruksi ini adalah kemandirian pegawai.
Meutya menegaskan bahwa kebersihan kantor tidak boleh bergantung sepenuhnya pada petugas kebersihan (OB). Setiap pegawai, dari pejabat eselon I hingga staf, diwajibkan untuk membersihkan ruang kerjanya sendiri.
Menyambut bulan suci Ramadhan dan perayaan Imlek, Meutya meminta agar kegiatan korve atau kerja bakti dilakukan secara rutin setiap Jumat pagi.
“Saya ingin setiap Jumat pagi kita lakukan pembersihan lingkungan kantor. Menjelang Ramadan dan Imlek, kita mulai dengan hati yang bersih,” tegasnya.
Kegiatan yang diikuti oleh seluruh pejabat tinggi madya, pratama, dan pegawai ini diharapkan menjadi langkah awal membangun disiplin kolektif.
Bagi Meutya, membangun kebiasaan korve adalah investasi jangka panjang untuk menanamkan etos kerja yang bertanggung jawab dan kepedulian terhadap lingkungan, yang pada akhirnya akan berdampak pada kualitas pelayanan publik.
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:











