Selama ini, kita tahu kalau syarat minimal punya akun media sosial itu biasanya 13 tahun. Tapi fakta di lapangan, banyak anak-anak yang “kreatif” memalsukan tahun lahir mereka supaya bisa tetap eksis di Instagram atau Facebook. Nah, Meta rupanya sudah mulai gerah dengan fenomena ini. Perusahaan besutan Mark Zuckerberg tersebut kini mengerahkan “senjata canggih” berbasis AI yang disebut Adult Classifier.
Langkah ini bukan tanpa alasan. Meta sedang berada di bawah tekanan besar dari regulator global untuk menciptakan lingkungan digital yang lebih aman bagi remaja. Alih-alih cuma mengandalkan verifikasi KTP atau pengakuan tanggal lahir yang sering kali bisa dimanipulasi, Meta mengembangkan teknologi yang bisa mendeteksi usia asli seseorang berdasarkan perilaku digitalnya.
Gimana Cara Kerjanya?
AI ini bekerja seperti detektif digital yang super teliti. Alih-alih cuma melihat angka di profil, algoritma ini akan memantau pola aktivitas pengguna. Misalnya, AI akan melihat siapa saja yang berinteraksi dengan akun tersebut, jenis konten apa yang mereka sukai hingga gaya bahasa yang digunakan dalam caption atau komentar.
Jika seseorang mengaku berusia 18 tahun tapi perilakunya (daftar teman dan jenis konten yang disukai) lebih mirip dengan perilaku anak usia 12 tahun, AI akan langsung memberikan tanda merah pada akun tersebut. Meta tidak akan langsung menghapus akunnya, melainkan secara otomatis memindahkan mereka ke kategori “Teen Accounts” (Akun Remaja). Di kategori ini, fitur privasi akan diatur ke tingkat yang paling ketat secara otomatis, termasuk pembatasan pesan dari orang asing dan filter konten sensitif.
Privasi vs Keamanan
Tentu saja, langkah ini memicu perdebatan hangat. Banyak pihak yang mempertanyakan sejauh mana AI ini “mengintip” data pribadi kita hanya untuk menentukan umur. Apakah ini melanggar privasi? Meta berargumen bahwa ini adalah kompromi yang harus diambil demi melindungi anak-anak dari risiko cyberbullying atau predator online.
Teknologi ini rencananya akan mulai diimplementasikan secara luas pada awal tahun depan. Bagi para orang tua, update ini tentu menjadi kabar baik karena ada lapisan keamanan tambahan yang bekerja secara otomatis. Namun, bagi pengguna yang suka “menambah umur” di profil media sosial, bersiaplah karena AI Meta mungkin jauh lebih pintar daripada yang kalian bayangkan.
Pada akhirnya, tujuan diadakannya fitur AI ini adalah untuk memastikan anak-anak tetap terlindungi di dunia digital yang semakin tanpa batas.
Editor: Muchammad Zakaria





