Nesabamedia – Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengeluarkan imbauan khusus menjelang libur Lebaran. Beliau meminta para orang tua untuk memanfaatkan momen mudik dan liburan sebagai waktu emas untuk memperkuat interaksi langsung dengan anak-anak, salah satunya dengan mengurangi penggunaan gadget (13/03).
“Gunakan momen liburan dan mudik ini untuk sebanyak-banyaknya menghabiskan waktu bersama keluarga. Gadgetnya bisa dimatikan dulu atau setidaknya dikurangi,” ujar Meutya di Jakarta Pusat, Rabu.
Imbauan ini sejalan dengan persiapan pemerintah menuju implementasi Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2025 tentang Pelindungan Tata Kelola Penyelenggaraan Sistem Elektronik dalam Pelindungan Anak (PP Tunas) yang akan berlaku efektif pada 28 Maret 2026.
Menurut Meutya, libur Lebaran adalah waktu yang tepat bagi orang tua untuk mulai membimbing anak-anak mengurangi ketergantungan pada media sosial.
“Untuk anak-anak di bawah 16 tahun, kita juga sedang menuju implementasi kebijakan yang akan efektif pada 28 Maret nanti. Sejak sekarang mungkin bisa mulai berlatih perlahan-lahan keluar dari media sosial dengan bimbingan orang tua,” katanya.
Ia menekankan bahwa perubahan pola penggunaan teknologi digital membutuhkan kesiapan keluarga. Peran orang tua dalam memberikan literasi digital yang bertanggung jawab menjadi sangat krusial. Komunikasi yang sehat antara orang tua dan anak dapat mempermudah proses ini.
“Mungkin selama libur Lebaran ini adalah waktu yang baik untuk berbicara dari hati ke hati antara orang tua dan anak untuk mulai melakukan persiapan,” pungkasnya.
Bukan pertama kalinya dia mengatakan ini, Meutya menyarankan momen berpuasa memang digunakan untuk mendekatkan diri dengan anggota keluarga, tak terkecuali anak-anak yang memang membutuhkan dampingkan 24/7.
Sehingga, jangan biarkan momen besar setahun sekali ini menjadi halangan, mengurangi penggunaan gadget tentu bukan hal yang mudah jika anak-anak tidak terbiasa. Namun, bukan tidak mungkin kan?





