Bukan Microsoft namanya kalau nggak bikin sensasi lewat update software-nya. Kali ini, raksasa teknologi asal Amerika ini lagi jadi buah bibir karena keputusannya merombak Outlook. Masalahnya, bukannya makin canggih, banyak pengguna justru merasa pembaruan ini mengalami kemunduran. Kritik pedas pun berdatangan karena Microsoft menghapus salah satu fitur yang dianggap sangat krusial oleh para penggunanya.
Apa Sih yang Hilang?
Inti masalahnya ada di transisi dari Outlook klasik ke New Outlook yang berbasis web. Salah satu fitur yang bikin orang marah adalah hilangnya dukungan untuk file data lokal (PST) dan hilangnya fitur untuk mengelola folder dengan cara yang efisien seperti dulu.
Banyak pengguna setia yang sudah bertahun-tahun mengandalkan Outlook untuk pekerjaan profesional merasa versi baru ini cuma kayak “aplikasi web yang dipaksain” masuk ke desktop.
Fitur krusial lainnya yang hilang adalah integrasi dengan aplikasi pihak ketiga dan kemampuan manajemen offline yang mumpuni. Di versi baru ini, semuanya terasa dibatasi. Banyak yang mengeluh kalau performanya nggak secepat versi klasik dan banyak shortcuts yang biasa dipakai sehari-hari malah jadi nggak berfungsi atau berubah total.
Kenapa Orang-orang Kesal?
Bagi pekerja kantoran atau mereka yang punya ribuan email masuk setiap harinya: kecepatan dan fungsionalitas itu nomor satu. New Outlook dinilai terlalu berat ketika diakses. Beberapa praktisi teknologi menyebut langkah Microsoft ini sebagai upaya untuk lebih mengontrol data pengguna di cloud, sampai rela mengorbankan kebutuhan pengguna yang butuh kontrol lokal atas data mereka.
Selain itu, tampilan iklannya juga mulai muncul di tempat-tempat yang nggak diinginkan buat pengguna gratisan, yang makin bikin suasana makin keruh. Microsoft dianggap terlalu fokus mengejar estetika minimalis tapi melupakan fungsi utama yang bikin Outlook jadi raja di dunia korporat selama puluhan tahun.
Kesimpulannya?
Meskipun Microsoft berdalih kalau versi baru ini lebih aman dan mudah di-update karena basisnya web, suara netizen dan pengguna profesional berkata sebaliknya. Kalau Microsoft nggak segera dengerin feedback ini dan tidak segera mengembalikan fitur-fitur penting tersebut, jangan kaget kalau makin banyak orang yang mulai melirik aplikasi email kompetitor.
Editor: Muchammad Zakaria





