• Our Partners:

New York Pasang Peringatan di Media Sosial, Benarkah Cukup?

Nesabamedia—Negara Bagian New York, AS, melangkah lebih jauh dalam upaya melindungi anak-anak dan remaja dari dampak negatif media sosial (29/12).

Gubernur Kathy Hochul baru saja menandatangani undang-undang yang mewajibkan platform media sosial untuk menampilkan label peringatan kesehatan mental. Aturan ini menargetkan fitur-fitur yang diduga memicu penggunaan berlebihan, seperti infinite Scrolling (gulir tanpa batas), Auto-Play (pemutaran otomatis), penghitung suka (Like Count), dan Algorithmic Feeds (umpan yang dikurasi algoritma).

Label ini harus muncul saat pengguna pertama kali berinteraksi dengan fitur tersebut dan ditampilkan ulang secara berkala.

Inisiatif ini lahir dari kekhawatiran yang semakin mendalam di kalangan orang tua, pendidik, dan ahli kesehatan. Sejumlah penelitian menunjukkan korelasi antara penggunaan media sosial yang intens dengan peningkatan gejala kecemasan, depresi, dan masalah citra tubuh pada generasi muda.

Kepala Dokter Bedah AS bahkan telah menyerukan agar media sosial dilengkapi label peringatan, menyamakannya dengan risiko kesehatan publik lainnya. New York bukan satu-satunya, California sedang mengusulkan RUU serupa, sementara Australia dan Denmark mengambil langkah lebih keras dengan mempertimbangkan larangan penggunaan bagi anak-anak.

Efektivitas langkah ini dipertanyakan banyak pihak. Pertanyaan besarnya adalah: apakah label peringatan sekadar formalitas yang akan diabaikan, atau benar-benar mampu mengubah perilaku?

Kritikus berargumen bahwa peringatan mungkin tidak efektif melawan daya tarik psikologis yang dalam dari notifikasi, likes, dan algoritma yang dirancang untuk mempertahankan keterlibatan pengguna. Sebuah label bisa menjadi sekadar gangguan kecil sebelum pengguna kembali tenggelam dalam scroll tanpa henti.

Terlepas dari skeptisisme, undang-undang ini menandai pergeseran signifikan dalam pendekatan regulasi terhadap perusahaan teknologi. Alih-alih hanya meminta transparansi atau pilihan Opt-Out, pemerintah mulai secara langsung menantang model bisnis inti yang dibangun di atas perhatian dan waktu pengguna.

Ini adalah pengakuan bahwa beberapa desain platform mungkin secara inherent berisiko bagi kelompok rentan. Tantangan selanjutnya adalah implementasi dan penegakan hukum, serta melihat apakah pendekatan peringatan ini akan diadopsi oleh yurisdiksi lain atau justru mendorong regulasi yang lebih ketat, seperti batasan waktu penggunaan atau perubahan desain wajib.

Editor: Hudalil Mustakim

Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:

Download Software Windows

Download Aplikasi Android

Download Driver Printer

Download Sistem Operasi

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments