Nesabamedia—Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menegaskan bahwa digitalisasi budaya memiliki peran yang sangat strategis di era kecerdasan buatan (AI).
Menurutnya, kekayaan budaya bangsa bisa menjadi fondasi utama inovasi teknologi digital di masa depan.
“Di zaman artificial intelligence ini data menjadi sangat penting dan kebudayaan adalah bagian dari semesta data itu,” ujar Nezar di Kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta Pusat, Selasa.
Ia menjelaskan bahwa proses digitalisasi memungkinkan karya, tradisi, dan pengetahuan budaya yang sebelumnya hanya diketahui segelintir pihak, kini bisa diakses lebih luas oleh masyarakat dan peneliti melalui berbagai platform digital. Hal ini sangat penting mengingat Indonesia memiliki beragam budaya dan sejarah peradaban yang panjang.
Dengan digitalisasi, data kebudayaan tidak hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga menjadi sumber pengetahuan untuk riset dan pengembangan teknologi.
Nezar mencontohkan kolaborasi Universitas Oxford dengan UNESCO dalam merekonstruksi situs bersejarah Palmyra di Suriah melalui teknologi digital.
“Melalui digitalisasi kita bisa mendokumentasikan dan memperkenalkan karya, tradisi, dan pengetahuan budaya sehingga lebih mudah diakses melalui platform digital,” jelasnya.
Nezar mengapresiasi kolaborasi antara Kementerian Komdigi dan Kementerian Kebudayaan untuk mempercepat digitalisasi artefak dan pengetahuan budaya Indonesia.
Dengan fondasi data budaya yang kuat, inovasi AI di Indonesia diharapkan akan lebih kaya dengan nilai-nilai lokal.
“Teknologi harus menjadi sarana untuk menjaga sekaligus memperkenalkan kejayaan budaya bangsa kepada generasi masa kini dan masa depan,” pungkasnya.
Editor: Hudalil Mustakim





