• Our Partners:

Nintendo Gugat Pemerintah Trump Minta Uang Rp3 Kuadriliun! Ribuan Perusahaan Lain Juga Ikut-ikutan!

Nesabamedia—Raksasa game asal Jepang, Nintendo, mengambil langkah berani dengan menggugat pemerintah Amerika Serikat. Bukan main-main, mereka menuntut pengembalian dana atas tarif impor yang telah dibayarkan akibat kebijakan tarif era Presiden Donald Trump (08/03).

Gugatan diajukan di Pengadilan Perdagangan Internasional AS pada Jumat, menyusul keputusan Mahkamah Agung yang membatalkan tarif yang dikenakan berdasarkan International Emergency Economic Powers Act (IEEPA) . Pengadilan berpendapat bahwa presiden saat itu telah melampaui wewenangnya.

Dalam gugatannya, Nintendo menyebut bahwa kebijakan tarif ini telah mengakibatkan pemungutan lebih dari USD 200 miliar (sekitar Rp3,2 kuadriliun) dari impor secara total.

Nintendo bukan satu-satunya yang melakukan ini. Lebih dari seribu perusahaan lain juga telah mengajukan gugatan serupa untuk meminta pengembalian dana tarif yang telah mereka bayar.

“Kami dapat mengonfirmasi bahwa kami telah mengajukan permintaan,” kata Nintendo dalam pernyataannya kepada TechCrunch, enggan memberikan detail lebih lanjut.

Situasi semakin memanas setelah keputusan Mahkamah Agung yang disebut Trump sebagai “sangat anti-Amerika”. Sebagai respons, Trump justru menaikkan tarif dari 10 persen menjadi 15 persen.

Tindakan ini memicu reaksi berantai: 24 negara bagian kini turut menggugat, berargumen bahwa presiden kembali melampaui batas kekuasaannya.

Pertarungan hukum antara korporasi global dan pemerintah AS ini akan menjadi preseden penting bagi masa depan kebijakan perdagangan internasional. Nintendo dan ribuan perusahaan lain menanti dengan harapan uang mereka bisa kembali.

Penulis Redaksi

Hudalil Mustakim

Hudalil Mustakim, lebih akrab dipanggil Alil. Saya seorang Content Writer yang cukup lama bergelut dalam bidang ini, saya menyukai hal baru khususnya dalam menulis berbagai macam gaya penulisan artikel yang bervariasi.

Subscribe
Notify of
guest
0 Comments
Newest
Oldest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments