Konsol terbaru dari Nintendo Switch 2, terus menunjukkan performa luar biasa di pasar global.
Setelah mencatat penjualan lebih dari 3,5 juta unit hanya dalam minggu pertama, kini Nintendo mengumumkan bahwa total penjualan telah mencapai 5,82 juta unit hingga akhir Juni 2025.
Angka ini lebih dari dua kali lipat penjualan Switch generasi pertama yang hanya mencapai 2,7 juta unit di bulan pertama. Tak heran jika Switch 2 dinobatkan sebagai konsol game dengan penjualan tercepat sepanjang sejarah.
Nintendo menyebutkan bahwa permintaan untuk Switch 2 masih jauh melampaui pasokan di banyak negara.
Mereka menyampaikan permintaan maaf atas ketidaknyamanan ini dan berjanji akan meningkatkan produksi agar bisa memenuhi permintaan global.
Laporam Pendapatan Nintendo Naik 132%
Kesuksesan Switch 2 juga berdampak besar pada performa keuangan Nintendo. Di kuartal kedua tahun 2025 (April–Juni), pendapatan perusahaan melonjak 132% menjadi USD$3,8 miliar, dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya USD$1,6 miliar.
Nintendo menargetkan total penjualan 15 juta unit Switch 2 hingga Maret 2026. Ini akan menjadi pencapaian luar biasa jika dapat tercapai dalam waktu kurang dari setahun sejak peluncurannya.
Ancaman Tarif Impor AS: Apa Dampaknya?
Namun, masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Pemerintah AS baru saja mengumumkan tarif baru sebesar 20% untuk barang impor dari Vietnam — naik dari tarif sebelumnya yang hanya 10%.
Nintendo says demand for the Switch 2 is still exceeding supply “in many countries”, and regrets the inconvenience this is causing. It’s promised to increase production to match demand everywhere. The Switch 2 has become the fastest-selling game console of all time.
Mengingat Switch 2 diproduksi di Vietnam, kebijakan ini bisa saja memengaruhi harga jual dan distribusi ke pasar Amerika.
Besar kemungkinan jika tidak ada pilihan maka perusahaan akan menaikkan harganya, tentu akan lebih mahal.
Dengan penjualan yang memecahkan rekor dan permintaan pasar yang tinggi, Nintendo Switch 2 saat ini menjadi primadona di dunia konsol game.
Meskipun ada tantangan seperti tarif impor, Nintendo tetap optimis dan siap menyesuaikan produksi demi memenuhi permintaan para gamer di seluruh dunia.
Editor: Muchammad Zakaria





