Nesabamedia—Sebuah keputusan besar dan kontroversial baru saja diumumkan oleh CEO OpenAI, Sam Altman. Perusahaannya telah mencapai kesepakatan yang memungkinkan Departemen Pertahanan AS (DoD) untuk menggunakan model AI OpenAI di jaringan rahasia militer (01/03).
Langkah ini diambil di tengah ketegangan antara pemerintah dan kompetitor OpenAI, Anthropic.Kesepakatan ini terjadi setelah perseteruan sengit antara Pentagon (yang di bawah pemerintahan Trump disebut juga sebagai Departemen Perang) dengan Anthropic.
Pentagon mendesak perusahaan AI, termasuk Anthropic, untuk mengizinkan model mereka digunakan untuk semua tujuan hukum, sementara Anthropic berusaha menarik garis merah di sekitar pengawasan massal domestik dan senjata otonom penuh.
Anthropic, melalui CEO Dario Amodei, menyatakan tidak keberatan dengan operasi militer tertentu, tetapi percaya bahwa dalam kasus yang sempit, AI justru dapat merusak nilai-nilai demokrasi. Lebih dari 60 karyawan OpenAI dan 300 karyawan Google bahkan menandatangani surat terbuka minggu ini untuk mendukung posisi Anthropic.
Namun, sikap Anthropic berbuntut panjang. Presiden Trump mengkritik habis-habisan orang-orang gila kiri di Anthropic di media sosial dan mengarahkan badan federal untuk menghentikan penggunaan produk Anthropic dalam masa transisi enam bulan.
Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan menunjuk Anthropic sebagai risiko rantai pasok dan melarang kontraktor militer bekerja sama dengan mereka. Anthropic mengancam akan menentang keputusan ini di pengadilan.
Di tengah krisis itu, Sam Altman muncul dengan pengumuman mengejutkan. Ia mengklaim bahwa kontrak pertahanan OpenAI sudah mencakup perlindungan yang membahas poin-poin yang sama dengan yang diperjuangkan Anthropic.
“Dua prinsip keamanan terpenting kami adalah larangan pengawasan massal domestik dan tanggung jawab manusia atas penggunaan kekuatan, termasuk untuk sistem senjata otonom,” kata Altman.
Altman menambahkan bahwa OpenAI akan membangun pengaman teknis untuk memastikan model AI berperilaku sesuai aturan. Mereka juga akan menempatkan insinyur di Pentagon untuk membantu penggunaan model dan memastikan keamanannya. Lebih lanjut, Altman meminta Departemen Perang untuk menawarkan persyaratan yang sama kepada semua perusahaan AI.
Menurut laporan Fortune, Altman mengatakan kepada karyawan dalam sebuah pertemuan bahwa pemerintah akan mengizinkan OpenAI membangun tumpukan keamanan mereka sendiri untuk mencegah penyalahgunaan.
“Jika model menolak melakukan suatu tugas, maka pemerintah tidak akan memaksa OpenAI untuk membuatnya melakukan tugas itu,” jelasnya.
Pengumuman Altman ini datang hanya beberapa saat sebelum berita tentang AS dan Israel yang mulai membombardir Iran, dengan Trump menyerukan penggulingan pemerintah Iran.
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:











