Nesabamedia—Dalam eskalasi ketegangan hukum antara raksasa teknologi dan regulator, Competition Commission of India (CCI) otoritas persaingan usaha India telah mengeluarkan peringatan terakhir kepada Apple atas upaya-upayanya untuk menunda sebuah investigasi antitrust yang telah berlangsung sejak 2021 (17/01).
Menurut laporan Reuters, CCI dalam perintah rahasia tertanggal 31 Desember 2025 menyatakan bahwa penundaan berulang dari Apple merusak disiplin prosedural dan menghambat penyelesaian proses yang tepat waktu.
Kasus ini berakar pada dugaan praktik anti-persaingan terkait sistem pembayaran dalam aplikasi (In-App Payments) Apple, yang memberlakukan komisi 30% dan dianggap memonopoli pasar. Investigasi ini memiliki konsekuensi finansial yang sangat besar.
Apple menghadapi potensi denda hingga $38 miliar, berdasarkan hukum antitrust baru India yang memungkinkan CCI menggunakan omset global perusahaan untuk menghitung penalti. Apple sebelumnya telah menggugat validitas hukum ini.
Sejak Oktober 2024, CCI telah meminta Apple untuk mengajukan keberatan atas temuan investigasi dan memberikan rincian keuangan. Namun, Apple dikabarkan telah mendapat perpanjangan waktu berulang kali, yang menurut CCI tidak dapat ditoleransi terus-menerus.
“Kelonggaran seperti ini tidak dapat dilanjutkan tanpa batas,” tulis regulator tersebut. CCI mengancam akan melanjutkan proses secara sepihak jika Apple tidak merespons minggu depan.
Di sisi lain, sumber yang dekat dengan Apple menyatakan bahwa perusahaan memandang perintah Desember CCI sebagai langkah untuk mendahului proses pengadilan yang sedang berjalan.
Apple dilaporkan tidak mungkin merespons sebelum sidang pengadilan berikutnya pada 27 Januari 2026. Sikap ini menunjukkan bahwa Apple lebih memilih untuk memperjuangkan masalah ini di pengadilan daripada berkolaborasi dengan jalur investigasi administratif CCI.
Pertarungan ini lebih dari sekadar soal denda. Ini adalah ujian bagi kedaulatan regulator India di era digital dan sinyal keras bagi semua perusahaan teknologi global yang beroperasi di pasar dengan pertumbuhan tercepat di dunia.
Jika CCI melanjutkan tanpa respons Apple dan akhirnya menjatuhkan denda besar, ini akan menjadi preseden penting tentang seberapa jauh India dan berpotensi negara lain bersedia melangkah untuk mengatur kekuatan pasar dari raksasa teknologi asing.
Bagi Apple, ini adalah risiko reputasi dan finansial yang serius di salah satu pasar paling penting di luar China dan AS.
Download berbagai jenis aplikasi terbaru, mulai dari aplikasi windows, android, driver dan sistem operasi secara gratis hanya di Nesabamedia.com:











