Nesabamedia—Ketegangan antara pemerintah Amerika Serikat dan perusahaan AI Anthropic memasuki babak baru. Namun, kabar baik datang bagi para pengguna setia Claude di seluruh dunia (08/03).
Raksasa teknologi seperti Microsoft, Google, dan Amazon memastikan bahwa model AI dari Anthropic tersebut akan tetap tersedia untuk pelanggan mereka, kecuali untuk proyek-proyek yang terkait dengan Departemen Pertahanan (Department of War).
Seperti dilaporkan TechCrunch, Jumat, kekisruhan ini bermula ketika Departemen Pertahanan AS secara resmi menetapkan Anthropic sebagai risiko rantai pasok (Supply-Chain Risk) pada Kamis lalu.
Penetapan ini biasanya diperuntukkan bagi entitas asing yang dianggap musuh. Penyebabnya, Anthropic menolak memberikan akses tak terbatas ke teknologinya untuk aplikasi yang dianggap tidak aman, seperti pengawasan massal dan senjata otonom penuh.
Dampak dari penetapan ini, Pentagon tidak akan bisa menggunakan produk Anthropic setelah masa transisi. Namun yang lebih penting, perusahaan atau agensi mana pun yang bekerja sama dengan Pentagon harus bersertifikasi bahwa mereka tidak menggunakan model Claude.
Menanggapi hal ini, Microsoft dengan cepat angkat bicara. Juru bicara Microsoft menegaskan.
“Pengacara kami telah mempelajari penetapan tersebut dan menyimpulkan bahwa produk Anthropic, termasuk Claude, dapat tetap tersedia bagi pelanggan kami selain Departemen Perang melalui platform seperti M365, GitHub, dan Microsoft AI Foundry.” Google juga mengonfirmasi hal serupa, dengan juru bicaranya menyatakan bahwa produk Anthropic tetap tersedia melalui platform Google Cloud.
Laporan dari CNBC juga menyebutkan bahwa pelanggan dan mitra AWS (Amazon Web Services) dapat terus menggunakan Claude untuk kebutuhan non-militer mereka.
Pernyataan ini sejalan dengan sikap CEO Anthropic, Dario Amodei, yang menyatakan akan melawan penetapan ini di pengadilan. Ia menegaskan bahwa aturan tersebut hanya berlaku untuk kontrak langsung dengan Departemen Perang, dan tidak membatasi hubungan bisnis lain yang tidak terkait.
Di tengah kontroversi ini, pertumbuhan pengguna konsumen Claude justru terus meningkat.





