Pengertian Gempa Bumi Beserta Penyebab, Dampak, dan Jenisnya

Pengertian Gempa Bumi

Pengertian Gempa Bumi Adalah

Secara umum, gempa bumi diartikan sebagai getaran yang asalnya dari dalam bumi yang merambat sampai ke permukaan bumi akibat adanya tenaga endogen.

Pengertian gempa bumi secara lebih lengkap dikemukakan oleh BMKG (2012) yang menyatakan bahwa gempa bumi adalah peristiwa bergetar atau bergoncangnya bumi karena pergerakan atau pergeseran lapisan batuan pada kulit bumi secara tiba-tiba akibat pergerakan lempeng-lempeng tektonik.

Penyebab Gempa Bumi

Umumnya gempa bumi disebabkan oleh adanya aktivitas manusia, jatuhnya benda langit, aktivitas gunung api, runtuhan, dan aktivitas lempeng tektonik.

Aktivitas manusia

Gempa bumi dapat dipicu oleh aktivitas yang dilakukan manusia seperti penambangan di atas dan di bawah tanah, peledakan dinamit, nuklir, atau ledakan bom.

Jatuhnya benda langit

Gempa bumi juga dapat dipicu oleh jatuhnya meteorit atau benda langit ke permukaan bumi.

Aktivitas gunung api

Gempa bumi juga dapat disebabkan oleh adanya aktivitas gunung api. Di banyak kasus, gempa bumi vulkanik terjadi sebelum erupsi gunung api, tetapi lebih sering terjadi bersamaan. Getaran gempa vulkanik lebih terasa di daerah yang lebih luas dibandingkan getaran runtuhan.

Reruntuhan

Gempa bumi juga dapat terjadi akibat runtuhnya batu-batu raksasa di sisi gunung atau runtuhnya gua-gua besar. Radius getaran tidak begitu besar atau tidak terasa.

Aktivitas lempeng tektonik

Gempa bumi yang paling banyak terjadi disebabkan oleh adanya aktivitas lempeng tektonik. Aktivitas ini ditandai dengan bergesernya lempeng-lempeng tektonik hingga terjadi dislokasi. Kekuatan gempa bumi akibat aktivitas lempeng tektonik sangat besar dan meliputi daerah yang sangat luas.

Dampak Gempa Bumi

Pengertian Gempa Bumi dan Dampaknya

Gempa bumi berkekuatan besar seringkali memberikan dampak yang luar biasa bagi manusia maupun lingkungan. Adapun dampak gempa bumi di antaranya adalah sebagai berikut.

Menimbulkan kerusakan

Gempa bumi berskala besar umumnya menimbulkan kerusakan, baik kerusakan lingkungan, infrastruktur maupun bangunan. Bangunan retak atau roboh, jalan terbelah, tanah menjadi naik atau turun, dan pantai yang rusak merupakan contoh-contoh dampak yang ditimbulkan gempa bumi.

Mengakibatkan tanah longsor

Di beberapa wilayah seperti perbukitan atau pegunungan, gempa bumi bumi dapat mengakibatkan terjadinya tanah longsor yang menimbun rumah-rumah penduduk. Contohnya adalah gempa bumi Padang 2009.

Menimbulkan korban

Selain menimbulkan kerusakan parah dan mengakibatkan tanah longsor, gempa bumi juga kerap menimbulkan korban, baik korban tewas, hilang, maupun luka-luka. Contoh gempa bumi yang menimbulkan korban tewas terbesar adalah gempa bumi dan tsunami Aceh 2004 yang mencapai lebih dari 200.000 jiwa di berbagai negara terdampak.

Menimbulkan tsunami

Gempa bumi juga dapat menimbulkan tsunami manakala pusat gempa berada di laut, kedalaman pusat gempa bumi kurang dari 60 km dari dasar laut, kekuatan gempa bermagnitudo lebih dari 6,5 SR, mekanisme sesar gempa bumi bertipe sesar gempa bumi vertikal yang menimbulkan pergeseran dasar laut, terjadi di zona subduksi lempeng tektonik, dan bentuk muka pantai yang landai.

Menimbulkan efek amplifikasi dan likuifaksi

Gempa bumi juga dapat menimbulkan efek amplifikasi dan likuifaksi jika daerah di pesisir pantai memiliki jenis batuan berupa batuan pasir endapan sungai. Amplifikasi adalah pembesaran hantaran gelombang gempa bumi di permukaan sehingga memperparah kerusakan di permukaan tanah.

Sedangkan likuifaksi adalah masuknya air ke dalam struktur batuan pasir yang melemahkan daya ikat batuan sehingga terjadi rekahan-rekahan di permukaan tanah. Keadaan ini membuat struktur tanah menjadi tidak stabil hingga bangunan yang ada di atasnya amblas atau miring. Contohnya adalah gempa bumi Padang 2009 dan Palu 2017.

Menimbulkan kerugian materi

Gempa bumi jelas memberikan dampak berupa kerugian materi yang tidak sedikit. Rusaknya infrastruktur jalan, lingkungan, bangunan, perumahan, rumah sakit, bandara, air, sekolah, perkantoran dan lain sebagainya membutuhkan perbaikan dengan segera agar kehidupan masyarakat kembali berjalan dengan normal.

Menimbulkan bahaya kesehatan

Gempa bumi juga dapat menimbulkan bahaya kesehatan bagi para pengungsi. Hal ini disebabkan tempat penampungan pengungsi yang sangat padat; kurangnya sanitasi lingkungan; kurangnya pasokan makanan, obat-obatan, pakaian, dan lain sebagainya.

Memicu gempa bumi lain

Gempa bumi Aceh 2004 dilaporkan memicu kegempaan lain hingga radius 200 km, di antaranya memicu gempa di Kepulauan Nicobar di sebelah utara pusat gempa pada jarak 550 km serta mengguncang Pulau Andaman.

Menimbulkan deformasi dasar laut

Gempa bumi yang terjadi di zona subduksi lempeng tektonik menyebabkan timbulnya deformasi vertikal di sumber gempa. Deformasi berupa penurunan permukaan dasar laut di sekitar pusat gempa bumi mengakibatkan timbulnya gelombang tsunami yang merambat menuju pantai. Daerah yang rawan tsunami adalah daerah yang berpantai landai dan berupa teluk.

Menyebabkan perpindahan vertikal, horisontal, atau kombinasi keduanya

Gempa bumi yang terjadi di sekitar sesar menyebabkan terjadinya perpindahan secara vertikal, horisontal, maupun kombinasi keduanya. Contohnya sesar mendatar yang tampak di permukaan bumi pada peristiwa gempa bumi Kobe 1995.

Jenis-Jenis Gempa Bumi

Pengertian Gempa Bumi dan Jenis-Jenisnya

Terdapat beragam jenis gempa bumi yang dapat diklasifikasikan berdasarkan kekuatan gempa, faktor penyebab, bentuk episentrum, kedalaman hiposentrum, jarak episentral, letak pusat gempa, dan urutan kejadian.

1. Berdasarkan kekuatan gempa

Berdasarkan kekuatannya, gempa bumi dibedakan menjadi gempa bumi ultra mikro, gempa bumi mikro, gempa bumi kecil, gempa bumi sedang, gempa bumi merusak, gempa bumi besar, dan gempa bumi sangat besar.

  • Gempa bumi ultra mikro adalah gempa bumi yang kekuatannya M< 1 SR
  • Gempa bumi mikro adalah gempa bumi yang kekuatannya M 1-3 SR
  • Gempa bumi kecil adalah gempa bumi yang kekuatannya M 3-4 SR
  • Gempa bumi sedang adalah gempa bumi yang kekuatannya M 4-5 SR
  • Gempa bumi merusak adalah gempa bumi yang kekuatannya M 5-6 SR
  • Gempa bumi besar adalah gempa bumi yang kekuatannya M 7-8 SR
  • Gempa bumi sangat besar adalah gempa bumi yang kekuatannya M> 8 SR

2. Berdasarkan faktor penyebab

Berdasarkan faktor penyebabnya, gempa bumi dibedakan menjadi gempa bumi buatan manusia, gempa bumi akibat jatuhnya meteor, gempa bumi vulkanik, gempa bumi runtuhan, dan gempa bumi tektonik.

  • Gempa bumi buatan manusia adalah gempa bumi yang disebabkan oleh aktivitas manusia seperti peledakan dinamit, nuklir, ledakan bom, dan lain-lain.
  • Gempa bumi akibat jatuhnya meteor adalah gempa bumi yang terjadi akibat jatuhnya meteorit atau benda langit ke permukaan bumi. Contohnya adalah jatuhnya meteor di Detroit, Michigan, Amerika Serikat tahun 2018 yang menyebabkan gempa berkekuatan 2 SR.
  • Gempa bumi vulkanik adalah gempa bumi yang terjadi akibat aktivitas gunung api. Dalam banyak peristiwa, gempa bumi ini mendahului erupsi gunung api, tetapi lebih sering terjadi secara bersamaan. Dibandingkan dengan getaran runtuhan, getaran gempa vulkanik lebih terasa di daerah yang lebih luas.
  • Gempa bumi runtuhan adalah gempa yang terjadi akibat runtuhnya gua-gua besar atau batu-batu raksasa di sisi gunung. Umumnya, radius getaran terlalu tidak terasa.
  • Gempa bumi tektonik adalah gempa yang terjadi akibat proses tektonik di dalam litosfer. Proses tektonik yang dimaksud adalah bergesernya lapisan batuan tua sehingga terjadi dislokasi. Kekuatan gempa tektonik sangat besar dan meliputi daerah yang sangat luas.

3. Berdasarkan letak episentrum

Berdasarkan letak episentrum, gempa bumi dibedakan menjadi gempa darat dan gempa laut.

  • Gempa darat adalah gempa yang episentrumnya berada di daratan.
  • Gempa laut adalah gempa yang episentrumnya berada di dasar laut atau permukaan laut. Gempa ini terjadi akibat adanya getaran di permukaan dasar laut yang dirambatkan ke permukaan laut bersamaan dengan getaran yang dirambatkan pada permukaan bumi di dasar laut.

4. Berdasarkan jarak episentrum

Berdasarkan jarak episentrum, gempa bumi dibedakan menjadi gempa jauh sekali, gempa jauh, dan gempa setempat.

  • Gempa jauh sekali adalah gempa yang jarak episentrumnya lebih dari 10.000 km.
  • Gempa jauh adalah gempa yang jarak episentrumnya 10.000 km.
  • Gempa setempat adalah gempa yang jarak episentrumnya kurang dari 10.000 km.

5. Berdasarkan bentuk episentrum

Berdasarkan bentuk episentrum, gembabumi dibedakan menjadi gempa sentral dan gempa linear.

  • Gempa sentral adalah gempa yang episentrumnya berupa titik. Contohnya adalah runtuhan retak bumi.
  • Gempa linear adalah gempa yang episentrumnya berbentuk garis. Contohnya adalah gempa tektonik yang merupakan gempa linear dan disebabkan oleh adanya patahan.

6. Berdasarkan kedalaman hiposentrum

Berdasarkan kedalaman hiposentrum, gempa bumi dibedakan menjadi gempa dalam, gempa menengah, dan gempa dangkal.

  • Gempa dalam adalah gempa yang hiposentrumnya antara 300 km-700 km di bawah permukaan bumi. Gempa terdalam yang pernah tercatat sejarah adalah gempa dengan kedalaman 700 km.
  • Gempa menengah adalah gempa yang hiposentrumnya antara 70 km-300 km di bawah permukaan bumi.
  • Gempa dangkal adalah gempa yang hiposentrumnya antara 0-70 km di bawah permukaan bumi.

7. Berdasarkan urutan kejadian

Berdasarkan urutan kejadiannya, gempa bumi dibedakan menjadi gempa bumi awal atau pendahuluan, gempa bumi utama, gempa bumi susulan, dan gempa bumi swarms.

  • Gempa bumi awal atau foreshock adalah gempa bumi yang terjadi sebelum gempa bumi utama atau mainshock Gempa bumi awal terjadi beberapa menit, hari, atau lebih lama dari itu sebelum gempa bumi utama. Contohnya, gempa bumi Sumatera 2002 merupakan gempa bumi awal dari gempa bumi Aceh 2004.
  • Gempa bumi utama atau main shock adalah gempa dengan kekuatan yang lebih besar dari gempa awal atau foreshock dan terjadi akibat pergeseran lempeng bumi.
  • Gempa bumi susulan atau aftershock adalah gempa bumi yang terjadi setelah gempa bumi utama dengan kekuatan yang lebih kecil dan berlokasi sama dengan gempa bumi utama.
  • Gempa bumi swarm adalah gempa bumi yang terjadi secara terus menerus tanpa adanya gempa bumi utama. Gembumi swarm biasanya berlangsung cukup lama dan terjadi pada daerah vulkanik seperti di Gunung Lawu 1979 dan Kemiling, Bandar Lampung 2006.

Sekian pembahasan kita kali ini tentang gempa bumi terkait dengan pengertian, penyebab, dampak, dan jenis-jenisnya. Semoga bermanfaat. Terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend