Pengertian Pantun Beserta Fungsi, Ciri-Ciri dan Jenis-Jenis Pantun

Pengertian Pantun

Pantun adalah salah satu jenis puisi lama yang setiap baitnya terdiri dari empat baris yang memuat sampiran dan isi.

Kata “pantun” sendiri berasal dari bahasa Minangkabau yaitu “panutun” yang berarti “petuntun”. Kemudian, didalam bahasa Jawa, pantun dikenal sebagai parikan, didalam bahasa Sunda dikenal sebagai “paparikan” sedangkan didalam bahasa Batak dikenal sebagai umpasa.

Adapun, pengertian pantun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah bentuk puisi Indonesia (Melayu), tiap bait (kuplet) biasanya terdiri atas empat baris yang bersajak (a-b-a-b), tiap larik biasanya terdiri atas empat kata, baris pertama dan baris kedua biasanya untuk tumpuan (sampiran) saja dan baris ketiga dan keempat merupakan isi.

Pengertian Pantun Menurut Para Ahli

Pengertian Pantun adalah

Agar Anda lebih memahami pengertian pantu, Anda sebaiknya menyimak dengan baik pengertiannya menurut beberapa ahli. Berikut dibawah ini pengertian pantun menurut para ahli.

1. Surana (2010:31)

Menurut Surana (2010:31), pantun merupakan sebuah bentuk puisi lama yang terdiri atas empat larik yang berima silang (a-b-a-b). Dimana, larik pertama dan kedua adalah sampiran atau bagian objektif yang umumnya berupa sebuah kiasan. Sedangkan, larik ketiga dan keempat adalah isi atau bagian dari subjektif.

2. R.O. Winsted

Menurut R.O. Winsted, pantun adalah sebuah pantun yang tidak hanya sebatas gubahan suatu kalimat yang mempunyai rima serta irama, namun merupakan sebuah rangkaian kata yang indah untuk melukiskan suatu kehangatan cinta, kasih sayang, serta rindu dendam penuturnya.

3. Herman J Waluyo (2005:32)

Menurut  Herman J Waluyo, pantun adalah puisi melayu asli yang sudah mengakar lama didalam budaya masyarakat.

4. Edi Dan Farika (2008:89)

Menurut Edi dan Farika, pantun merupakan suatu bentuk puisi lama yang dikenal luas dalam berbagai bahasa di Nusantara dimana dalam bahasa Jawa pantun dikenal sebagai parikan, sedangkan dalam bahasa Sunda pantun dikenal sebagai paparik.

5. Alisyahbana (2004:1)

Menurut Alisyahbana, pantun adalah puisi lama yang sangat dikenal oleh orang dahulu atau sangat dikenal pada masyarakat lama. Adapun, ciri pantun yaitu setiap baitnya terdiri dari empat baris dimana setiap baris terdiri atas 4-6 kata atau 8-12 suku kata. Baris pertama dan kedua adalah sampiran sedangkan baris ketiga dan keempat adalah isi.

Fungsi Pantun

Fungsi PantunBerikut dibawah ini fungsi-fungsi pantun yang perlu Anda ketahui.

1. Sebagai alat pemelihara bahasa dimana perannya adalah sebagai penjaga fungsi kata dan kemampuan menjaga alur berpikir.

2. Melatih seseorang untuk berpikir dahulu mengenai suatu makna kata sebelum berujar atau berucap.

3. Berperan didalam pergaulan dimana biasanya kemampuan berpantun dihargai secara sosial.

4. Melatih cara berpikir asosiatif dimana suatu kata dapat mempunyai kaitan dengan kata yang lainnya.

5. Menunjukkan kecepatan seseorang dalam hal berpikir dan bermain-main dengan kata-kata.

6. Sebagai alat penguat dalam penyampaian pesan.

7. Sebagai penjaga dan media kebudayaan guna memperkenalkan dan menjaga nilai-nilai masyarakat. Hal ini berdasarkan pada filosofi pantun yaitu “Adat berpantun, pantang melantun” yang mengisyarakat bahwasanya pantun sangat erat kaitannya dengan nilai-nilai sosial dan bukanlah imajinasi semata.

Ciri-Ciri Pantun

Setelah Anda memahami apa itu pantun beserta fungsinya, selanjutnya Anda perlu mengetahui ciri-ciri dari pantun itu sendiri agar Anda dapat membedakannya dengan jenis karya sastra serupa lainnya. Berikut dibawah ini ciri-ciri pantun.

1. Setiap bait terdiri dari empat baris

Bait berisi rangkaian kata-kata yang berada didalam satu gagasan dan biasanya memiliki ciri khas tersendiri berdasarkan jenis puisinya. Didalam pantun, setiap baitnya terdiri atas empat baris. Selain itu, barisan kata-kata pada pantun juga dikenal sebagai “larik”.

2. Terdiri atas 8-12 suku kata pada tiap baris

Awalnya, pantun biasanya tidak dituliskan, melainkan hanya disampaikan secara lisan (diujarkan). Karena hal itulah, setiap baris pantun berisi kata-kata yang singkat tetapi padat isi. Umumnya, setiap baris pada pantu terdiri atas 8 – 12 suku kata saja.

3. Terdiri dari sampiran dan isi

Hal yang menarik dari pantun adalah bukan hanya mengandung makna atau isi tetapi juga terdapat kiasan didalamnya sebagai pengantar. Pengantar tersebut dapat berupa penjabaran peristiwa ataupun kebiasaan yang terjadi di masyarakat baik yang bersifat puitis hingga jenaka. Pengantar inilah yang disebut sebagai sampiran.

Sampiran sendiri berada di baris pertama dan kedua. Sedangkan, isi atau makna dari puisi berada di baris ketiga dan keempat.

4. Berima a-b-a-b

Rima atau sajak merupakan kesamaan bunyi yang terdapat didalam sebuah puisi. Pantun yang termasuk jenis puisi lama biasanya kental akan rima. Dimana, pantun memiliki rima yaitu a-b-a-b.

Apa maksudnya a-b-a-b? Rima a-b-a-b artinya adanya kesamaan bunyi diantara baris pertama dengan ketiga dan baris kedua dengan keempat didalam pantun.

Jenis-Jenis Pantun

Pada bagian ini, saya akan menjelaskan jenis-jenis pantun berdasarkan siklus kehidupan (usia) dan isinya. Berikut dibawah ini penjelasannya.

I. Jenis pantun berdasarkan siklus kehidupan (usia)

1. Pantun anak-anak

Ciri-Ciri Pantun

Pantun anak-anak adalah salah satu jenis pantun yang berkaitan dengan kehidupan masa kanak-kanak baik berisi suka cita ataupun duka cita.

Contoh:Makan siang sayurnya rebung
Dengan sambal dan lalapan
Rajinlah menabung
Untuk masa depan

2. Pantun orang muda

Jenis-Jenis Pantun

Pantuk orang muda adalah salah satu jenis pantun yang berkaitan dengan kehidupan masa muda baik tentang perkenalan, asmara/percintaan, perasaan, kebiasaan, dan yang lainnya.

Contoh:Ke semarang bersama dina
Membeli oleh-oleh dan boneka
Bergeraklah para jiwa muda
Bekerja dengan semangat membara

3. Pantun orang tua

orang tua

Pantun orang tua adalah salah satu jenis pantun yang berkaitan dengan kehidupan masa tua baik tentang kebudayaan, agama, nasihat, dan yang lainnya.

Contoh:Bermain kelereng bersama puput
Kelereng hilang entah kemana
Wajah nan lusuh juga keriput
Tanda tanda sudah menua

II. Jenis pantun berdasarkan isinya

1. Pantun jenaka

Pantun jenaka adalah salah satu jenis pantun yang menceritakan hal-hal yang lucu dan juga menarik. Tujuan dari pantun ini adalah untuk menghibur para pendengarnya. Untuk beberapa hal, pantun jenaka ini juga digunakan untuk menyampaikan sindiran yang dikemas dalam bentuk jenaka.

Contoh:Duduk manis di bibir pantai
Lihat gadis, aduhai tiada dua
Masa muda kebanyakan santai
Sudah renta sulit tertawa

2. Pantun teka-teki

Pantun teka-teki adalah salah satu jenis pantun yang berisi sebuah teka-teki yang biasanya memberikan kesempatan kepada pendengar untuk menjawab teka-teki didalamnya.

Contoh:Terendak bentan lalu dibeli
Untuk pakaian, saya turun ke sawah
Kalaulah tuan bijak bestari
Apa binatang kepala di bawah?

3. Pantun nasihat

Pantun nasihat adalah salah satu jenis pantun yang berisikan nasihat atau imbauan dengan tujuan untuk mendidik, memberikan arahan, mengajarkan moral atau budi pekerti dan yang lainnya.

Contoh:Permainsuri tinggal di istana
Selalu menawan dimata raja
Berjuanglah mencapai cita-cita
Demi mengharumkan nama negara

4. Pantun kiasan

Pantun kiasan adalah salah satu jneis pantun yang berisi sebuah kiasan dengan tujuan untuk menyampaikan sesuatu hal secara tersirat.

Contoh:Bunga mawar baunya harum
Dipetik di pagi hari
Bunga berseri merekah ranum
Bak bidadari surga andini

5. Pantun berkasih-kasihan

Pantun berkasih-kasihan adalah salah satu jenis pantu yang berkaitan dengan cinta dan kasih sayang. Puisi ini biasanya populer di kalangan muda-mudi Melayu dengan tujuan untuk menyampaikan perasaannya kepada orang yang disayangi atau disukai.

Contoh:Jelas sudah muram si duda
Karena kasihnya tiada lagi asa
Tiada detik bias wajah dinda
Hingga lapar tak lagi terasa

6. Pantun agama

Pantun agama adalah salah satu jenis pantun yang berisikan hal-hal yang berkaitan dengan manusia dengan pencipta-Nya. Tujuan dari pantun ini mirip dengan pantun nasihat yaitu untuk menyampaikan pesan moral dan arahan kepada para pendengar atau pembaca. Yang utama dari pantun agama ini adalah sifatnya yang spesifik karena memegan nilai-nilai dan prinsip agama tertentu.

Contoh:Pergi ke hajatan biar dapat jenang
Tergurat pesona kembang mayang
Jika hati terasa tak tenang
Obatilah dengan sembahyang

Baiklah, semoga pembahasan mengenai pengertian pantun beserta fungsi, ciri-ciri, dan jenis-jenis pantun seperti yang telah dijelaskan diatas bermanfaat. Terima kasih!

Nesabamedia.com merupakan media online yang menyajikan konten menarik seputar komputer, internet, jaringan, android, website dan beberapa topik lain yang berhubungan dengan dunia komputer.

Leave a Reply

Send this to a friend