Apa itu Pasar Modal? Kenali Pengertian, Manfaat dan Jenis-Jenis Pasar Modal

Pengertian Pasar Modal

Pengertian Pasar Modal adalah

Tren investasi sepertinya semakin meningkat di kalangan masyarakat, terutama di antara mereka yang tergolong kaum millennial. Berbicara mengenai investasi, ada suatu istilah yang erat kaitannya dengan dunia investasi, yaitu pasar modal. Mungkin ada beberapa dari kalian masih asing dengan istilah pasar modal. Oleh karena itu, di artikel ini kita akan membahas mengenai pasar modal, mulai dari pengertiannya, manfaatnya, fungsinya, dan jenis-jenisnya.

Seperti halnya pasar pada umumnya, pengertian pasar modal merupakan suatu tempat untuk memperjual-belikan produk. Hanya saja, produk yang diperdagangkan di sini adalah instrumen-instrumen pasar modal, seperti saham, obligasi, reksadana, surat hutang negara, dan surat berharga lainnya.

Sebelum kita membahas fungsi dan manfaat pasar modal, ada baiknya kamu mengetahui pemain utama yang terlibat langsung dalam aktivitas pasar modal.

Emiten

Emiten berperan sebagai penjual di pasar modal. Emiten umumnya adalah perusahaan yang sedang berusaha menjual surat-surat berharga perusahaan. Secara umum, ada tiga tujuan mengapa emiten menjual saham perusahaan, yaitu sebagai berikut :

  1. Mendapatkan modal dari para investor untuk memperluas usahanya
  2. Menyeimbangkan modal milik sendiri dengan modal asing
  3. Mengalihkan saham dari pemegang saham lama ke pemegang saham baru

Investor

Investor adalah

Dalam konteks pasar, investor berperan sebagai pembeli. Investor akan membeli atau menanamkan modalnya ke perusahaan (emiten) dengan imbalan saham atas perusahaan. Sebelum menanamkan modalnya, investor akan menganalisis apakah perusahaan tersebut memiliki potensi untuk berkembang, supaya ke depannya perusahaan tersebut dapat memberikan keuntungan kepada investor. Tujuan penanaman modal oleh investor diantaranya yaitu:

  1. Mendapatkan dividen, dividen ini adalah pembagian keuntungan kepada pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang dimiliki. Semakin banyak saham yang dimiliki, maka semakin besar pula bagian keuntungan yang didapatkan.
  2. Memiliki hak kepemilikan atas perusahaan. Semakin besar saham yang dimiliki, maka semakin besar pula kepemilikan atas perusahaan tersebut.
  3. Dibeli untuk diperdagangkan kembali (trading). Saham akan dijual kembali ketika harga saham tinggi, sehingga si trader akan mendapatkan keuntungan.

Selain kedua pelaku utama pasar modal tersebut, terdapat pula pihak/lembaga lainnya yang terlibat dalam proses transaksi yang dilakukan pelaku utama. Lembaga-lembaga tersebut diantaranya adalah lembaga penunjang, penjamin emisi, broker, dealer, guarantor, wali amanat, dan beberapa pihak lainnya.

Fungsi Pasar Modal

Fungsi Pasar Modal

Pasar modal memiliki berbagai fungsi, yaitu sebagai berikut :

  1. Sebagai sarana menambah modal usaha bagi perusahaan
  2. Sebagai sarana pemerataan pendapatan yang diperoleh perusahaan. Sebab saat perusahaan mendapat keuntungan, entah besar atau kecil, keuntungan tersebut akan dibagikan kepada para pemegang saham berdasarkan banyaknya saham yang mereka miliki.
  3. Sebagai sarana untuk meningkatkan kapasitas produksi perusahaan. Semakin besar modal yang diperoleh perusahaan, maka semakin besar pula kesempatan bagi perusahaan untuk memaksimalkan kapasitas produksinya.
  4. Sebagai sarana menciptakan lapangan kerja. Pasar modal dapat membantu mengembangkan perusahaan-perusahaan baru melalui modal yang ditanamkan, dan munculnya perusahaan-perusahaan ini akan mendorong terciptanya lapangan kerja baru.
  5. Sebagai sarana meningkatkan pendapatan negara. Pemerintah akan mendapatkan pemasukan tambahan melalui pajak yang dikenakan atas setiap dividen yang dibagikan kepada pemegang saham.
  6. Sebagai indikator perekonomian negara. Pertumbuhan pasar modal dapat mengindikasikan semakin berkembangnya aktivitas bisnis dalam suatu negara.

Manfaat Pasar Modal

Manfaat Pasar Modal

Dalam setiap aktivitas perdagangan, pasti masing-masing pihak menginginkan manfaat. Begitu pula dengan aktivitas jual-beli yang ada di pasar modal, baik si pembeli maupun si penjual juga mengharapkan manfaat dari aktivitas perdagangan yang mereka lakukan. Berikut ini adalah manfaat-manfaat yang didapat dari adanya pasar modal, baik bagi investor, emiten, maupun pemerintah.

Manfaat Pasar Modal bagi Investor

  • Memperoleh capital gain ketika harga saham naik, yaitu selisih antara harga beli saham yang lama dan harga beli saham yang baru
  • Mendapatkan dividen bagi pemegang saham
  • Memiliki hak suara ketika Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS)
  • Memiliki hak untuk menentukan jenis investasi yang diinginkan
  • Dapat berinvestasi ke berbagai perusahaan sekaligus

Manfaat Pasar Modal bagi Emiten

  • Mendapatkan modal/dana yang lebih besar guna perluasan usaha
  • Dana dapat diperoleh dengan cepat setelah pasar perdana selesai
  • Memiliki fleksibilitas mengolah data yang dimiliki
  • Pembagian dividen bergantung pada keuntungan yang didapat perusahaan, ketika keuntungan besar maka dividen yang diberikan kepada pemegang sama juga besar dan ketika keuntungan kecil maka dividen yang diberikan kepada pemegang saham juga kecil, hal ini membuat perusahaan tidak terlalu terbebani atas modal yang ditanamkan pemegang saham.

Manfaat Pasar Modal bagi Pemerintah

  • Adanya pasar modal memudahkan kegiatan investasi
  • Mendorong perkembangan pembangunan. Semakin bertumbuhnya pasar modal, maka ekonomi akan semakin berkembang. Dan pergerakan ekonomi ini akan mendorong pembangunan.
  • Memberikan kesempatan kerja di bidang pelaku pasar modal
  • Sebagai indikator perkembangan ekonomi nasional. Hal ini karena perkembangan ekonomi di suatu negara dapat dilihat dari tren investasi di negara tersebut.

Jenis-jenis Pasar Modal

Jenis-jenis Pasar Modal

Nah, setelah membahas mengenai pengertian, fungsi, dan manfaat dari pasar modal, sekarang kita akan beranjak pada jenis-jenis pasar modal yang ada saat ini. Di pasar modal, ada dua jenis pasar, yaitu pasar perdana dan pasar sekunder. Untuk penjelasannya, simak terus uraian berikut ini.

1. Pasar Perdana

Sebelumnya telah disinggung mengenai pasar perdana. Pasar perdana adalah pembelian saham oleh investor sebelum saham tersebut diperdagangkan di bursa efek.  Atau bisa dikatakan bahwa pasar perdana adalah penawaran saham perusahaan kepada publik untuk pertama kalinya. Jangka waktu pasar perdana yaitu 90 hari sejak izin emisi yang diperoleh dari Bapepam.

Misalnya saja, suatu perusahaan ingin menjual sahamnya untuk mendapatkan modal dari investor. Proses penjualan saham perusahaan tersebut akan dibantu oleh perusahaan efek atau perusahaan sekuritas yang berperan sebagai penjamin emisi dan agen penjual.

Setelah saham dibeli investor, maka saham tersebut akan dicatat dan diperdagangkan di Bursa Efek Indonesia (BEI). Dan apabila investor tersebut ingin menjual/memperdagangkan kembali saham tersebut, investor harus melakukannya di pasar sekunder melalui perantara pedagang saham (broker).

2. Pasar Sekunder

Bisa dikatakan bahwa pasar sekunder adalah tempat jual-beli saham yang sudah beredar.  Perdagangan saham di pasar sekunder difasilitasi oleh Bursa Efek Indonesia. Ketika nama perusahaan sudah masuk di papan perdagangan BEI, maka saham perusahaan tersebut dapat diperdagangkan diperdagangkan di pasar sekunder melalui broker.

Untuk memudahkan investor dalam memilih saham yang sesuai, BEI menyediakan dua papan perdagangan, yakni Papan Utama dan Papan Pengembangan. Papan Utama berisi daftar saham-saham yang sudah memiliki track record yang dipercaya akan memberi keuntungan dalam periode tertentu.

Sedangkan Papan Pengembangan berisi saham-saham yang relatif masih baru dan belum menjamin memberikan keuntungan besar. Oleh karena itulah, saham-saham di papan utama memiliki harga yang lebih mahal dibanding saham-saham di papan pengembangan.

Nah, mungkin sekian untuk artikel kali ini mengenai pengertian pasar modal. Semoga penjelasan di atas dapat membantu kamu lebih mengerti mengenai pasar modal. Terima kasih.

Leave a Reply

Send this to a friend